Tony Hawk’s Pro Skater: Video Game Yang Berhasil Mempromosikan Musik Cutting Edge Kepada Normies

Kayaknya buat orang-orang dari generasi 90an, main video games pake konsol itu sebuah pengalaman yang nggak bisa dilupain. Mau mainnya di rental PS kek atau emang punya sendiri di rumah, main video games itu asyik. No debat! Nah dari sekian banyak konsol video games yang udah pernah diproduksi, saya rasa konsol Playstation-lah yang paling kece dan in a sense, banyak unsur nostalgianya. Apalagi buat yang pernah ngalamin zaman keemasan PSX dan PS2. Beuh, true golden era of video games-lah itu mah!

Tapi dari sekian banyak judul video games, saya pribadi punya satu game favorit sepanjang masa. Nggak hanya karena gameplay-nya seru banget, tapi game ini jugalah yang memperkenalkan saya kepada musik dan band-band baru di masa ketika mencari referensi musik nggak segampang kayak sekarang. Video game itu adalah Tony Hawk’s Pro Skater.

Franchise game skateboard yang seri pertamanya dirilis pada tahun 1999 itu punya jajaran soundtrack yang gokil banget, friend. Mulai dari band-band punk, metal, sampe hip-hop semuanya masuk sebagai pengisi latar belakang ketika kamu memainkan game-nya. Band-band kayak Lagwagon, Anthrax, NOFX, bahkan sampai Green Day pernah mengisi soundtrack untuk seri game tersebut. Nggak bisa dipungkiri sih, ekosistem skateboard dan musik emang udah erat banget. Sejak meledaknya tren extreme sports di tahun 90an silam, rata-rata brand skateboard sering meng-endorse band-band dari berbagai macam genre untuk mempromosikan usaha retail yang mereka geluti, friend. Jadi orang-orang yang emang ngikutin band yang di-endorse tersebut juga bisa kena promosi marketing dari si brand skateboard-nya. Dan juga sebaliknya, orang-orang yang tadinya cuma mau beli pakaian dari brand skateboard tersebut bisa tahu band-band baru yang di-endorse oleh brand-nya. Simbiosis mutualisme gitu deh.

Nah kalau itu ‘kan aspek ekosistem di real life, ternyata ketika aspek musik turut dilibatkan dalam konteks video game seperti apa yang franchise Tony Hawk’s Pro Skater lakukan, hal itu terulang kembali dengan skala yang lebih masif. Orang-orang yang menjadi pasar marketing video game berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, friend. Malah lebih cenderung kepada normies alias orang-orang yang biasa aja, nggak ada spesifikasi interest terhadap hal lain selain bermain game itu sendiri. Ketika penjualan game Tony Hawk’s sukses berat di tahun 90an, orang-orang yang memainkan game itu pun turut terhipnotis oleh alunan lagu-lagu pengisi permainannya. Banyak orang-orang dari generasi konsol PSX mulai mengetahui band-band yang berasal dari segmen yang lebih edgy dan malahan tertarik untuk terjun langsung ke kancah musik di mana band-band pengisi soundtrack-nya bermain.

Sama halnya kayak apa yang Green Day lakuin pas mereka masuk ke major label buat album Dookie, Tony Hawk’s Pro Skater berhasil menjembatani musik-musik cutting edge yang sebenernya nyaman buat didenger sama banyak orang-orang dari generasi tersebut yang belum pernah denger musik kayak begituan sebelumnya. Contoh konkretnya, saya jadi keinget sama temen-temen saya yang suka ngerental PS deket rumah waktu itu. Karena sering main Tony Hawk’s, mereka jadi sering humming beberapa lagu yang jadi soundtrack di game itu. Tiba-tiba suka ada yang nyeletuk “hey ho, let’s go” yang merupakan potongan lirik dari lagu “Blitzkrieg Bop” milik Ramones.

Ada juga kejadian ketika pas saya masih sekolah dan bikin band iseng. Salah satu teman saya tiba-tiba nyeletuk ngasih ide buat bawain Lagwagon. Saya lumayan kaget. Soalnya waktu itu, paling banter anak sekolahan Kabupaten yang dengerin melodic punk seleranya mentok di Close Head atau Rocket Rockers. Pas saya tanya kok tumben pen bawain Lagwagon, ternyata dia tahu band unggulan Fat Wreck tersebut dari game Tony Hawk’s Pro Skater. Gila nggak tuh.

Sampe sekitar dua tahun yang lalu, ada kolektif scene dari Jakarta bernama Sobat Indi3 yang menghelat sebuah karaoke night dengan lagu-lagu soundtrack dari semua seri Tony Hawk’s Pro Skater. Dan penonton yang datang membludak banget. Semua penonton di acara itu memiliki kesamaan, yakni mereka menyukai lagu-lagu yang ada di dalam game tersebut dan merasa Tony Hawk’s Pro Skater-lah yang membuka cakrawala selera musik mereka untuk pertama kalinya.

Sebagai sebuah franchise video game, Tony Hawk’s Pro Skater telah berhasil melahirkan sebuah generasi pendengar musik yang unik. Game tersebut berhasil menjadi medio bagi band-band yang memiliki musik keren tapi minim pendengar untuk bisa didengarkan secara lebih luas… ah sudahlah. Saya sudah terlalu banyak bernostalgia lewat tulisan ini. Intinya sih, referensi musik itu bisa darimana aja, friend. Bahkan di era seperti sekarang di mana akses informasi bisa dengan mudahnya didapatkan lewat internet. It’s not too shabby to dig more music from any kind of source. Keep digging, friend!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button