Tips Menjadi Music Snob Teladan Nan Budiman • Rich Music Onlin
RICH FEATURESRICH OPINION

Tips Menjadi Music Snob Teladan Nan Budiman

Kayaknya anggapan banyak orang tentang seorang music snob rata-rata sama deh. Biasanya music snob dianggap ngehe dan menyebalkan karena mereka sok ngerti soal musik dan merasa selera musiknya paling keren dari seluruh umat manusia. Belum lagi di era sosmed kayak sekarang, udah banyak banget music snob kacangan yang kerap asal ceplos di berbagai kolom komentar banyak platform untuk menunjukkan superioritas selera musiknya ke netizen lain. Beuh, ngeselin to the max lah. Padahal yang namanya selera musik mah bebas ya nggak?

Seharusnya sih para music snob tersebut sadar kalau di era di mana informasi udah gampang diakses dan dikulik, pengetahuan soal musik yang mereka banggakan itu nggak bakalan jadi eksklusif. Setiap orang bakal bisa tahu referensi musik yang mereka banggakan dengan mudah dan cepat (kalau beneran mau diulik). Tapiii, di satu sisi keberadaan music snob itu sebenernya penting di rantai pergaulan musik, friend. Kita bisa curi-curi referensi musik baru dari celotehan-celotehan songong mereka. Oportunis dikit aman, friend.

Nah menyambung dari citra music snob yang nyebelin dan eksistensi mereka yang semakin terancam, saya jadi kepikiran beberapa ide yang bisa melestarikan kehadiran mereka tapi dengan sedikit twist. Mungkin ide-ide ini juga bisa menginspirasi kamu yang mau nge-branding jati dirimu sebagai music snob tapi dengan citra yang lebih positif dan mulia. Ini ide yang pertama…

Daripada nyeletuk sinis, mending ngobrol santai

“Oh jadi lo pikir pop punk itu band kayak New Found Glory doang ya? Hmmm cemen.” (via Google Image)

Oke, saya harus akui kalau referensi musik dari seorang music snob yang asli itu keren. Dia punya banyak acuan dan pemahaman yang cukup dalam tentang suatu musik. Tapi yang sering memantik konflik adalah cara mereka mengkomunikasikan ke-snob-an mereka. Banyak orang seringkali tersinggung ketika sang snob antusias bercerita tentang preferensi musik yang ia punya. Yaaa, wajar sih, soalnya music snob ‘kan emang referensinya lebih banyak dan mendalam.

Nah untuk menghindari konflik dan baper, kayaknya cara ngobrol atau diskusi dari music snob-nya harus rada direm dan ngikutin alur nuansa obrolan dari pihak keduanya. Jadi kesannya nggak kayak menggurui atau nyombong dan orang yang diajak ngobrol pun tetep nyaman plus bakalan enak diajak tuker referensi.

Memahami bukan menghujat

Cewek: “Ini band favoritku, sayang. The Panturas” Cowok: “Oh iya sayang h h e~” (Padahal dalem hati lagi ngamuk kenapa nggak dengerin Ventures aja yang lebih keren)

Music snob terkenal karena suka ngejekin selera musik orang lain yang dia anggap cetek. Yah, gimana lagi ya, toh memang dia punya pengetahuan yang lebih soal satu genre atau band tertentu. Jadi mungkin kisaran pendengarannya emang udah lebih luas.

Supaya lebih selo, mungkin sifat ini harus agak diredam. Musik kan hubungannya personal, jadi yang namanya selera juga emang nggak bisa dipaksa. Kalau memang musik yang dibahas itu terkesan geuleuh bagi si snob, coba jangan terlalu dilihatin kalau emang nggak suka. Bisa dibelokin dikit kayak “Ah, saya mah kurang masuk euy yang itu. Coba deh dengerin yang ini. Nggak beda jauh kok sama yang ini.” Lebih enak ‘kan? Daripada ojol-ojol menghujat dan ujung-ujungnya spall spill di Twitter nggak jelas.

Nggak ada salahnya ngedengerin musik yang ‘kekinian’

“Sebenarnya aku anti banget dengerin Hindia. Tapi demi bisa ngobrol sama gebetan, aku dengerin aja deh…” (via Getty Images)

Nah ini sih yang lumayan bikin banyak orang gerah. Mentang-mentang dia ngulik lebih dalem soal musik sampe ke akar-akarnya, dia ngerasa musik-musik baru itu jelek. J E L E K. Jelek. Huft. Iye dah bang jago~

Tapi menurut saya sih, seorang music snob bakalan lebih diterima di pergaulan kalau dia minimal punya pengetahuan secuil aja tentang musik kekinian. Ya lebih bagus lagi kalau dia emang beneran dengerin secara penuh, supaya obrolannya pun bakalan makin enak. Nggak cuma ngulikbek di satu genre atau band doang. Ya minimal dengerin dikit buat pembuka topik obrolan oke lah. Dari situ baru misi music snob buat ngasih referensi obscure bisa dilanjut.

Baca Juga : Shitposting Musik Antara Kritik dan Ekplorasi

Itu dia sekelumit tips buat para music snob yang citranya mau lebih baik di kehidupan bermasyarakat. Sebenernya mau jadi snob apa pun nggak ada masalah sih, yang masalah mah ya sifat songongnya yang jadi citra mayoritas para snob di kancah apa pun. Bukan membela music snob sih, saya akui memang ada beberapa teman dan kenalan saya yang snob dan agak menyebalkan. Tapi toh, keberadaan mereka emang nggak bisa dielakkan. Jadi yaaa, emang harus sabar. Atau yaaa, barangkali ada music snob yang baca tulisan ini, boleh diaplikasikan beberapa tips dari saya ini supaya hidupmu nggak terlalu muram karena dijauhin banyak orang. Uopo toh~

Subscribe
Notify of
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button