‘Station Of Sadness’, Sebuah Persinggahan dari The Grey Field Bagi Para Penikmat Kesedihan

Belakangan ini hujan nggak hentinya melanda kota Bandung di setiap sore atau yaa sesukanya aja. Paling cocok kalau lagi cuaca begini mah yaa ngedengerin lelagu dengan muatan kesedihan dan kesenduan yang hakiki. Seakan ngeh sama hal itu, The Grey Field, unit post-hardcore/emo asal Bandung pada Jumat (23/10) baru saja merilis album perdananya yang bertajuk Station of Sadness. Nggak butuh banyak penjelasan, lewat judul albumnya aja udah bisa dipastikan konten pada lelagu yang ada di album tersebut bakalan bikin kamu ngambil ancang-ancang buat liat tetesan hujan di jendela sambil ngedengerin keseluruhan lagunya.

Pada rilisannya kali ini, The Grey Field masih menggunakan formula gabungan antara unsur emo, beat trap, bebunyian synth, dan ambience mengawang ala post-rock, sedikit banyak mengingatkan saya dengan apa yang dilakukan oleh nothing,nowhere. Jadi buat para pendengar lamanya, nggak ada sesuatu yang terlalu berubah secara signifikan lah, tapi pada ‘Station of Sadness’ seakan menyempurnakan apa yang telah dilakukan The Grey Field sejak awal karirnya.

Secara general, album ‘Station of Sadness’ ini bercerita mengenai cerita perpisahan dengan beberapa teman dan lingkungan di sekitarnya, hingga isu kesehatan mental yang pernah dialami oleh Grey sang frontman. Sesuatu yang memang personal banget.

Setelah melihat lirik-lirik yang dibawakan pada seluruh lelagu pada album ini, saya rasa keadaan yang pas untuk mendengarkan album ini adalah ketika pikiran kamu sedang kalut dan butuh medium penyalur emosi. The Grey Field secara apik Menyusun tracklist-nya sedemikian rupa sehingga albumnya dapat terdengar dinamis, dan mengacak-ngacak emosi para pendengarnya. Setidaknya itu yang saya rasakan. Atau sesederhana kamu butuh nuansa sendu, langsung aja dengerin album ini, karena sesuai judulnya, album ini siap jadi persinggahan bagi para penikmat kesedihan.

Dibuka oleh ‘Tomber’ dengan tensi yang cukup tinggi, lalu kemudian “dijatuhkan” pada intro ‘Lost Myself’ untuk kemudian diajak menuju klimaks pada bagian pertengahan-akhir lagu. Epik. Itu baru 2 track awal, masih ada 5 track lainnya yang siap membawa emosimu naik-turun. Kalau penasaran, coba aja dengerin sendiri. Masa mau dikasih spoiler, nggak rame atuh.

Kalau kamu nggak percaya atau meragukan argument saya tersebut, coba aja dengerin keseluruhan ‘Station of Sadness’ dari The Grey Field ini secara penuh. Saya jamin kalian nggak akan mau berhenti dan secara nggak sadar akan menekan tombol ‘repeat’ agar album ini nggak selesai begitu aja.

Saat ini, ‘Station of Sadness’ baru dirilis melalui kanal Bandcamp dan Soundcloud aja nih, friend. Jadi buat kamu yang anaknya Spotify banget, masih harus bersabar. Tapi mending denger lewat Bandcamp aja sih, kalau suka sama albumnya, jangan lupa dibeli sebagai salah satu bentuk nyata kamu buat support The Grey Field.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button