Single ‘Musubi’, Tanda Kebangkitan dari Lightspace

Entah perasaan saya, atau memang benar, kalau scene post-rock di Bandung pada beberapa tahun terakhir terasa sepi. Nggak banyak band baru yang bermunculan untuk kembali meramaikan scene musik mengawang tersebut. Tapi, bukan berarti nggak ada loh, friend. Nyatanya tetap ada beberapa nama yang bermunculan, tapi nggak banyak yang aktif dan secara konsisten berkarya. Hanya ada satu nama yang terpikirkan oleh saya ketika berbicara mengenai band muda yang bermain di ranah post-rock di Bandung, mereka adalah Lightspace. Sebuah kuartet yang sekarang berubah menjadi trio tersebut memainkan musik fusi antara post-rock dan math-rock.

Pada awal kemunculannya melalui EP ‘Levias’ dan juga album ‘Yugen’, kuartet yang sekarang berubah menjadi trio tersebut memainkan musik post-rock dengan sedikit sentuhan math-rock pada beberapa bagiannya. Tapi, sejak single ‘Sakura Hanami’, Lightspace memasukan kadar math-rock yang lebih banyak, sehingga musik yang mereka bawakan terdengar jauh lebih menarik

Setelah menghilang selama setahun lamanya, akhirnya pada Jumat (1/1) kemarin, Lightspace melakukan comeback dengan merilis single ‘Musubi. Awalnya saya mengira bahwa single tersebut akan meneruskan formula yang telah mereka perkenalkan melalui ‘Sakura Hanami’ di mana sepanjang lagu terdengar dinamis dan nggak membosankan. Namun ternyata, pada ‘Musubi’, Lightspace memilih untuk menggunakan formula ‘klasik’ mereka yang memberikan nuansa mengawang yang kental dengan part-part repetitif.

Selain itu, kualitas produksi pada ‘Musubi’ juga terdengar berbeda dibandingkan rilisan sebelumnya. Mungkin, pada kesempatan kali ini, Lightspace mencoba untuk melakukan eksplorasi dari segi produksi juga. Saya tentunya sangat mengapresiasi hal tersebut. Sebagai single comeback sekaligus pemanasan menuju EP terbarunya, rasanya ini adalah pembuka yang manis. Tapi, kalau dari saya pribadi sih, berharap di EP terbarunya nanti akan lebih banyak lagu seperti ‘Sakura Hanami’ yang memiliki aransemen yang lebih terdengar dinamis. Yaa, itu mah harapan pribadi aja, sih. Hehehe.

Meskipun kini kehilangan sang gitaris, saya harap sih, hal tersebut nggak terlalu mengganggu proses kreatifitas mereka. Atau bahkan materinya bakalan lebih ngabret daripada rilisan sebelumnya? Siapa tahu, kan~ Jadi, mari kita tunggu aja, friend!

Related Articles

Back to top button