Setelah Dihitung-hitung, Menjadi Anak Metal Itu Ternyata Mahal!

Sebagaimana stigma yang membelenggu metal sebagai musik hasil disonansi dan dianggap kurang nyaman di telinga awam, metal nampaknya memiliki nilai lebih tersendiri sebagai sebuah suguhan yang eksklusif dan mewah. Meskipun mungkin, beberapa dari pelakunya menentang pernyataan tadi dan lebih suka menyimpulkannya sebagai sebuah ‘ritual’. Orang yang terlihat sembrono, agak kucel, dan seringkali berpenampilan serba hitam atau menggenakan kaos dengan artwork mengerikan ataupun simbol-simbol tertentu, dianggap sebagai sebuah ikon yang menempel pada para metalheads.

Kita sering luput tentang bagaimana para metalheads ‘mendandani’ diri. Apa yang sering kita soroti mungkin sebatas cara mereka berpakaian untuk menunjukan identitasnya sebagai orang di garda terdepan pada gigs berisikan band-band cadas yang bisa bikin headbang sampai kepala putus. Padahal, apa yang mereka kenakan seringkali memiliki nominal harga yang terbilang mahal, atau sederhananya mah, kalau dihitung dari atas sampai bawah, lumayan bisa bikin isi dompet kering.

Kalau kamu menyukai suatu band metal, mungkin sudah paham bagaimana kebutuhan gear yang digunakan untuk manggung ataupun rekaman, nyatanya cukup merogoh habis isi dompet, apalagi jika diikuti biaya produksi lainnya. Tapi, jangan dulu menyoroti perihal peralatan dan tetek-bengeknya dalam membuat musik, sadarilah, nge-band itu emang mahal!

pinterest.com

Dimulai dari stigma umum paling dasar yang sampai saat ini masih kita labeli sebagai salah satu ikon anak metal, yaitu rambut gondrong. Dalam merawat rambut, nyatanya banyak hal yang perlu diperhatikan juga. Tak semudah pikiran kita untuk tidak pergi ke tukang cukur dalam kurun waktu 2-3 tahun, kecuali jika kalian lebih memilih untuk berkepala plontos, karena hanya ada dua pilihan itu.

Perawatan rutin harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu, baik itu per bulan, per minggu, bahkan harian. Kamu perlu terus memberikan asupan rambut dengan berbagai suplemen agar tetap sehat dan terlihat bagus saat panjangnya mulai menyentuh pundak. Untuk menjaganya, ternyata kalian perlu menyiapkan dana secara konstan agar keperluan rambut panjang selalu terpenuhi. Karena kalau hal tersebut nggak dilakuin, dijamin rambut kamu bakalan rusak nggak berbentuk, dan ada kemungkinan juga jadi tempat tinggal buat makhluk lain, alias ketombe atau lainnya.

Mulai merambah ke pakaian. Kaos band favorit, aksesoris tubuh, hingga segala gimmick yang diperlukan agar terlihat sebagai makmum metal paling taat (selain melakukan ritual-ritual tertentu). Kalau kamu merupakan penggemar berat dari nama-nama semisal Entombed, Bolt Thrower, atau Dismember, rilisan kaos vintage dari mereka pasti akan kamu anggap sebagai sebuah harta karun, dan jangan kaget jika harga-harganya melambung tinggi akibat tidak dirilis ulangnya katalog tersebut. Merogoh kocek dari 1-2 juta rupiah adalah sebuah hal wajar.

Bolt Thrower vintage t-shirt (etsy.com)

Tentunya, kalian sudah paham betul akan harga kaos band vintage yang mungkin harganya terbilang tinggi tanpa saya perlu menjelaskannya panjang lebar. Bagaimana pun, kaos band merupakan konsumsi wajib bagi para pendengar musik, dan metalhead pada khususnya, apalagi jika kaos tersebut merupakan rilisan lama, pasti memiliki nilai yang lebih tinggi lagi.

Kalau kaos band saja dirasa kurang cukup, mungkin kalian perlu menambahkan leather jacket atau denim jacket ke dalam daftar belanja metal kalian. Jangan salah juga, harga kedua item tersebut nyatanya cukup mahal. Harganya berkisar mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah (entah berapa nominal pastinya) perlu kalian siapkan untuk melengkapi kebutuhan fesyen sebagai seorang metalhead.

Nggak cukup sampai di situ, rasanya masih kurang kalau jaket kamu tampak polos. Menyematkan berbagai patch dari band-band favorit guna ‘mempersenjatai’ penampilan agar terlihat totalitas rasanya tak dapat dihiraukan begitu saja. Harganya di pasaran lokal mungkin nggak terlalu mahal, sekitar 75.000-150.000 rupiah, atau bahkan lebih. Namun, layaknya tato di badan, jika sudah pasang satu akan menimbulkan efek ketagihan yang terus-menerus, alias bersifat adiktif. Sialan, bisa kamu bayangkan berapa rupiah yang perlu dikeluarkan untuk memadati seluruh bagian jaket. Jaminan totos pokoknya itu mah.

Battle Vest (kerrang.com)

Di samping itu, battle vest merupakan ‘keperluan’ terpisah. Biasanya tersimpan rapi dalam lemari sampai akhirnya ada sebuah helatan metal (baik skala kecil maupun besar) yang berhasil mencuri perhatian, barulah ‘seragam’ tersebut dikenakan ketika gigs berisikan band favorit menghampiri. Jadi apa perlu menelanjangi dompet kembali untuk mendapatkan battle vest? Jika kamu meminta pendapat saya, maka jawabannya iya. Berapa lagi nominal yang perlu dicapai untuk memenuhi itu? Lihat saja dari penampakannya dan silahkan kalkulasikan sendiri.

Kaos band udah, leather/denim jacket udah, battle vest udah, tapi masih kerasa kurang sah. Kalau itu hinggap dalam benak kamu, mungkin saatnya berburu aksesoris tubuh untuk melengkapinya. Beberapa opsi akan langsung menggandrungi pikiran, entah itu spike wrist, bullet belt, atau aksesoris lainnya. Artinya, masih ada biaya lainnya yang akan menghantui kamu.

Jika kita coba merunut seluruh biaya yang diperlukan untuk berdandan ala metalhead yang totalitas, mungkin akan terlalu kompleks, dan saya sendiri pun terbilang awam untuk membongkar itu semua. Intinya, setiap hobi atau kegemaran terhadap sesuatu selalu diikuti dengan biaya yang tak dapat disebut murah. Mungkin, itu juga hanya soal pilihan untuk menjadi totalitas atau standar-standar saja. Semua porsinya silahkan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Bagi siapapun yang menganggap metal sebatas aliran musik belaka, saya dapat katakan kalian salah besar.

Jadi, gimana? Setelah tahu semua rincian tersebut, apa kamu sekarang berminat jadi anak metal?

Oleh: Ilham Fadhilah

Related Articles

Back to top button