Sebagai Penghargaan Untuk Sebuah Mahakarya, Kami Mengulas Semua Lagu Di Album Kuta Rock City Milik Superman Is Dead

Nggak berlebihan rasanya kalau mengklaim album debut Superman Is Dead di mayor label itu memang sebuah mahakarya. Gimana nggak? Meski pun secara sound nggak megah ala produksi high-budget hasil kucuran dana label mayor, Kuta Rock City berhasil membombardir tren dan industri musik Indonesia di pertengahan tahun 2000an silam. Lihat aja deh, setelah album yang dirilis Sony Music Indonesia itu rilis, mulai banyak orang-orang di Indoensia yang menjadi sok-sok nge-punk dan memulai band punk-nya sendiri. Semua itu karena Superman Is Dead! No debat, plis!

Selain itu, kesuksesan Kuta Rock City juga menjadi portal untuk band-band ber-genre cutting edge lainnya untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan distribusi dan treatment dari label mayor. Band-band seperti Rocket Rockers, Burgerkill, sampai Endank Soekamti berhasil dilirik oleh para pelaku bisnis label mayor. Ya, karena demand para pendengar musik nasional akan musik ‘keras’ jadi naik lagi gara-gara Kuta Rock City.

via Google Image

Seperti yang saya sebutkan di atas, Kuta Rock City memang jauh dari sempurna kalau disimak dari segi teknis dan produksi. Tapi ayolah, lagu-lagu di album tersebut memang asyik dan catchy. Semua orang yang pertama kali mendengarkan “Punk Hari Ini” bisa terhipnotis dengan mudahnya di bagian reff ketika Bobby Cool meneriakkan “ku benci semua yang tak pasti”. Atau sahutan vokal “Kuta Rock City!” yang dilakukan oleh Eka Rock pada lagu yang berjudul sama.

Kebetulan beberapa pekan lalu, album tersebut baru saja menginjak umur 17 tahun sejak pertama kali rilisnya di tahun 2003 lalu. Untuk merayakannya, saya memutuskan untuk mengulas semua lagu yang terdapat di album band asal Bali tersebut. Mulai dari “Punk Hari Ini” sampai track penutup, “Superman Is Dead”. Oke, kita mulai!

1. Punk Hari Ini

Lagu pembuka yang anthemic ini mengingatkan saya ke pola chord lagu NOFX yang berjudul “Leave It Alone”. Tapi secara konten lirik, jauh banget dari NOFX. “Punk Hari Ini” merupakan lagu kritik yang ‘jleb’ buat posuer yang sok-sokan bergaya punk dan memuja Blink 182 (yang sampai hari ini masih dianggap nggak punk oleh banyak punks). True punk rock anthem.

2. Kuta Rock City

Sebuah lagu homage untuk suatu kecamatan di Bali yang pola hidupnya nggak Indonesia banget. Penggalan lirik “where is all my cash?” emang bener-bener menggambarkan kehidupan Kuta sebagai party spot untuk banyak orang. Secara musik, saya suka banget sama solo gitar di lagu ini.

3. Burn For You

Sebagai sebuah lagu cinta yang bercerita tentang pasangan yang disfungsional, lengkap dengan bumbu alkohol dan setting rujukan ala sinetron FTV. Progresi tempo yang naik turun jadi favorit saya dari lagu ini. Cuma sayang, vokal Tinka sebagai tokoh perempuan di lagu ini kurang nyaman di telinga saya. Ah, mungkin saya kurang punk untuk suara perempuan yang dipaksakan untuk menjadi punk seperti itu.

4. Graveyard Blues/Vodkabilly

Pertama kali mendengarkan saya teringat lagu instrumental Green Day yang berjudul “Espionage”. Pola lagu instrumental ala surf rock memang overused tapi nggak tahu kenapa selalu enak kalau digubah dan didengarkan kembali. Mungkin hal itulah yang SID pikirkan ketika menggarap lagu ini. Lagu instrumental tersebut menjadi appetizer untuk lagu selanjutnya yang lebih gokil, yakni “Vodkabilly”. Setelah beberapa kali mendengarkan “Vodkabilly”, saya yakin kalau Superman Is Dead memang band yang musikalitasnya wahid. Nuansa punk dicampur dengan riff rockabilly terasa mantap terangkum dalam satu lagu lagu yang komprehensif.

5. This Is Unlove

Ngebut, marah, dan gruffy. Vokal Bobby di lagu ini ngotot banget dan melengkapi dengan ciamik lagunya yang memang temponya cepat. Oh iya, kalau diperhatikan, lagu-lagu SID kebanyakan memang berkutat seputar cinta ya. Kayak yang satu ini. Meski banyak penggunaan kata “love” di lagu-lagunya, SID tetep bisa gagah membawakannya. Keren.

6. Runaway Stripper

Tembang pop punk dengan progresi chord yang sangat simpel. Mengingatkan saya kepada band-band rilisan Lookout! Records di tahun 90an. Lagu ini pun berhasil membuktikan kalau SID juga bisa menulis lagu pop punk yang catchy. Liriknya pun lumayan jenaka.

7. Here I Am

Oke, Kuta Rock City memang album yang keren tapi saya rasa lagu ini rasanya seperti hanya sekedar filler saja. Cuma buat ngisi durasi aja. Nggak terlalu istimewa. Typical punk rock song with typical nihilistic lyrics. Semoga Rudolf Dethu tidak marah ketika membaca ulasan saya tentang lagu ini.

8. Money Money Money

Setelah mendengarkan “Here I Am” yang lurus-lurus aja, saya dikagetkan dengan teriakan “money money money!” di intro lagu ini. Riff gitarnya keren, tapi kayak ada yang kurang. Mungkin saya terlena karena banyaknya solo gitar keren di lagu-lagu sebelumnya. Mungkin lagu selanjutnya bakal asyik.

Promotional Photo Superman Is Dead di tahun 2003 (via Google Image)

9. Cerita Semalam

Nah ini! Saya salut dengan kepiawaian JRX dalam menggarap lirik bahasa Indonesia dengan cara dia sendiri. Nggak picisan, tapi nggak norak juga. Tapi nggak tahu ya, untuk ukuran tahun 2003 lagu ini keren banget. Tapi kalau didengarkan kembali hari ini, emang agak geli juga kalau dibandingkan dengan “Sunset Di Tanah Anarki” yang liriknya lebih gagah dan JRX banget. Overall, it’s a good song with good melody.

10. Ephedrine King

Nyekill abis. Saya suka banget sama solo gitar menuju paruh akhir lagunya. Lagi-lagi SID membuktikan kalau musikalitas mereka emang keren. Dari segi lirik, saya salut mereka cukup berani untuk membahas narkotik secara gamblang. Mungkin karena liriknya bahasa Inggris, jadi lebih leluasa kali ya.

11. All Angels Cry

Lagu bertempo sedang dan singalongable. Cocok buat dimainkan pas lagi gigitaran sama temen-temen rumah di pos ronda sambil ngopi dan makan pisang goreng. Secara narasi lirik, lagu ini bagus. Lagu ini menceritakan tentang harapan akan masa depan yang lebih cerah. Oh, kamu harus mendengarkan sound keyboard ala pemain elektun kondangan yang digubah menjadi keren di lagu ini!

12. Fuckin’ Hero

Saya yang waktu itu masih duduk di bangku SMP ketika mendengarkan lagu ini merasa heran dengan liriknya. Katanya membahas hero tapi apa hubungannya hero dengan “stealing my style in the name of attention”? Setelah umur saya bertambah dan literasi saya sedikit bertambah (alias sotoy), saya menyadari lagu ini bercerita tentang orang terpandang yang disukai banyak orang dan SID jengah akan keberadannya. Analogi hero masih membingungkan saya sampai hari ini. That ain’t hero, that’s just a trendy person, I guess.

13. The Broken Song

Ya, saya suka lagu pop. So what. Dan saya rasa lagu ini menjadi salah satu lagu pop (yang dimainkan secara gagah) favorit saya sepanjang masa. 3 kunci, lirik galau, dan melodi vokal yang mudah dinyanyikan. Hmmm, mungkin kalau JRX menjadi penulis lagu profesional, dia juga bisa sukses kali ya?

14. My Girlfriend’s Pregnant

Untuk sebuah lagu punk, lagu ini punya topik yang menarik. Yakni hamil di luar nikah. Konklusi lirik lagunya pun cukup menarik. Alih-alih melakukan aborsi karena bingung untuk menanggung beban, tokoh laki-laki di lagu ini memutuskan untuk menikahi pacarnya. Ya, walau dari segi musik masih tipikal punk rock, setidaknya lagu ini terselamatkan dengan garapan liriknya yang keren.

15. Musuh & Sahabat

Lagu anthemic yang cocok dinyanyikan ketika mabuk nongkrong bareng temen. Dipikir-pikir SID sering sekali menggunakan diksi ‘bersulang’ di lagu-lagunya. Sama halnya dengan lagu yang ini. Mungkin mereka memang penikmat minuman yang ulung. Sepertinya diksi tersebut punya magis tersendiri untuk lagu-lagunya SID.

16. Superman Is Dead

Track penutup album Kuta Rock City ini masih bernuansa punk rock ngebut. Tapi ada twist yang menarik di bridge menuju penghujung lagunya (ah tipikal lagu SID), tiba-tiba mereka memasukkan potongan lagu nasional “Gugur Bunga” yang dinyanyikan ala oozin ah’s Bad Religion. Merinding! Sebuah analogi yang tepat untuk lagu yang membahas soal pahlawan palsu.

Itu dia ulasan mengenai semua lagu di album Kuta Rock City milik Superman Is Dead. Gimana menurutmu, apakah Kuta Rock City layak disebut sebagai sebuah mahakarya punk rock? Kalau menurut saya sih, layak dong. Soalnya album ini berhasil membuka jalur lebih besar untuk para musisi bergenre cutting edge untuk bisa melaju ke tempat yang lebih jauh di karier mereka. Terima kasih untuk albumnya yang keren dan membuka harapan untuk musik cutting edge agar bisa tetap hidup, Superman Is Dead!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button