Rekomendasi 5 Band ‘Tulilulit’ Keren Yang Namanya Mungkin Kamu Belum Pernah Dengar Sebelumnya

Musik ‘tulilulit’? Apaan tuh?

Hmmm saya coba jelaskan sedikit deh. Istilah musik ‘tulilulit’ sebenernya sebutan para scene kid –yang lama-lama normies pun mulai pake – di pertengahan tahun 2000an yang merujuk ke musik rock yang pake elemen synthesizer di musiknya. Itu lho, musik-musik pop rock ala Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers yang sempet menjamur di Indonesia di tahun-tahun segitu. Nah karena musik genre itu kental banget sama sound ‘tulilulit’ di bagian-bagian lagunya, akhirnya banyak orang yang menyebut musik synth rock/pop punk jadi musik ‘tulilulit’. Aya-aya wae.

Ngomongin musik ‘tulilulit’, dua band yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya bisa dibilang yang “bertanggung jawab” kenapa sub genre dari musik pop punk tersebut bisa terkenal di Indonesia. Tapi nggak dipungkiri kalau band-band sejenis bisa dipastikan mengambil referensi dari band-band luar negeri. Ya contohnya kayak Four Year Strong atau Forever The Sickest Kids. Yaaa, malahan kayaknya band-band lokal yang sejenis rata-rata pasti mengambil referensi dari band yang saya sebutkan tadi sih. Mungkin karena band-band itu yang sering dibahas di media dan kaosnya sering dijual di toko-toko kaos band impor kali ya. Makanya mereka yang sering muncul ke permukaan melulu dan jadi topik standar bahasan genre musik itu. Padahal masih banyak kok band-band ‘tulilulit’ yang nggak brewokan dan pake baju warna neon nggak kalah keren sama mereka.

Nah, itulah sebabnya saya memberikan lima band ‘tulilulit’ yang recommended banget tapi –kayaknya sih – nggak banyak orang yang tahu lewat daftar kali ini. Siapa tahu, lewat daftar ini kamu bisa mendapatkan rekomendasi band “baru” untuk didengarkan dan jadi inspirasi buat kamu dalam menulis musik. Okay, here we go!

1. The Tattle Tales

via last.fm

Ketika banyak band di pertengahan tahun 2000an berlomba-lomba untuk punya lagu yang paling easycore dengan memasukan banyak breakdown dan ‘tulilulit’ yang berhamburan di setiap verse-nya, band asal New York ini dengan entengnya tetap enjoy membawakan musik pop punk enerjik yang ditaburi dosis synthesizer yang pas nan manis.

Walau pun kurang terkenal, The Tattle Tales punya fanbase yang oke di Eropa dan Jepang. Malah dua album mereka dirilis secara retrospektif oleh label Jepang. Sayangnya, band ini udah bubar di tahun 2011 silam nih. Tapi lagu-lagunya recommended banget buat didengerin nih.

2. Beat Crusaders

via pinterest.com

Kalau kamu suka nonton anime, harusnya sih tahu siapa band bertopeng ini. Band yang asalnya sukses di jalur indie ini eksistensinya makin melejit ketika mereka menjajal industri musik mayor di tahun 2000an. Beberapa lagu mereka pun sempat digunakan sebagai lagu pembuka beberapa serial anime seperti Bleach dan Kappa Mikey yang membuat nama Beat Crusaders semakin terkenal.

Musik synth rock milik Beat Crusaders menggabungkan riff punk yang simpel tapi efisien dengan isian synth yang mengganti beberapa part lead gitar dengan ciamik. Oh saran saya, mending kamu dengerin album-album Beat Crusaders saat mereka masih indie dengan formasi yang masih berempat. Lebih nge-punk!

3. Ozma

via pointmag.com

Weezer seharusnya bangga dengan kehadiran Ozma di ranah musik cutting edge internasional. Karena Ozma berhasil menjembatani scene punk dengan geek rock yang biasanya sulit bergabung secara filosofi dan genre musik. Kok bisa? Ya bisa dong, karena mereka sempat tergabung lama di label rekaman milik bassist-nya The Vandals, Kung Fu Records. Dari aspek itulah Ozma bisa mendapatkan pendengar dari segmen yang beragam. Keren.

Band asal California, AS ini memainkan musik rock yang midtempo berbalut riffriff synth yang catchy banget. Cocok banget buat kamu yang suka musik rock ala Weezer dan lirik-lirik cerdas bertaburkan referensi dari film-film fiksi ilmiah.

4. Reggie And The Full Effect

via amazon.com

Proyek one man band dari pemain keyboard The Get Up Kids, James Dewees ini bisa dibilang salah satu pionir musik ‘tulilulit’. Memulai proyek solo ini sebagai pengisi waktu ketika band utamanya istirahat, Dewees pun akhirnya iseng menulis lagu dan merekam semuanya sendirian. Lama-lama, semuanya malah dikerjain pake niat dan akhirnya malah jadi proyek yang serius.

Lagu-lagu Reggie And The Full Effects genre-nya macem-macem, friend. Tapi kebanyakan sih masih di lingkup pop punk, emo, bahkan hardcore. Yep, kamu nggak salah baca. Reggie punya lagu hardcore yang pake ‘tulilulit’.

5. Zolof The Rock & Roll Destroyer

via Wikimedia Commons

Mirip kayak Ozma, band ini jadi jembatan antara scene power pop sama emo. Cuma alasannya bukan karena label rekaman tempat bernaung mereka, tapi karena salah satu personil di awal karirnya merupakan seorang sosok punggawa di masanya. Yakni Anthony Green dari Saosin.

Meski ada personilnya yang emo, musik Zolof The Rock & Roll Destroyer jauh banget dari emo. Malahan musik yang mereka mainin ceria banget dan enak dipake buat joged sendirian di kamar. Belum lagi vokal milik Rachel Minton yang manis banget. Lengkap udah senjata power pop yang dimiliki oleh band asal Philadelphia, AS ini.

Dari lima band di atas, mana yang udah pernah kamu dengerin, friend? Semoga rekomendasi musik kali ini bisa menghibur dan menambah wawasanmu ya! Keep digging more music!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button