‘Pop’ Dalam Pop Punk: Di Mana Unsur Pop-nya?

“Ramones tuh nggak pop punk! Itu punk rock! Real pop punk itu Neck Deep ato Man Overboard!”

Kutipan itu saya ambil dari salah satu postingan yang ada di forum musik luar negeri yang cukup mahsyur untuk ukuran musik cutting edge di segmennya. Tapi postingan di thread yang berjudul “Pop punk Only” itu sebenernya bikin saya agak mikir sih, istilah pop punk itu lebih tepat ditempelkan kepada jenis musik seperti apa ya? Karena dipikir-pikir, Ramones juga punya lagu yang catchy & harmonisasi vokalnya sangat kental ala musik pop & doo wop 60an. Tetapi lagu-lagu dari Blink 182 & New Found Glory banyak yang mudah dinyanyikan & irama lagunya memang enak untuk dinikmati. Dirunut dari status musisi, keduanya juga sama-sama populer di eranya masing-masing. Jadi sebenarnya istilah pop punk ini lebih tepat disematkan ke genre musik yang seperti siapa & terdengar seperti apa?

Saya jadi teringat salah satu ucapan Alm. Djokie Suryaprogo di helatan Archipelago Festival beberapa tahun lalu, beliau berkata “musik pop merupakan musik keniscayaan manusia terhadap jaman.” Ucapan ini merupakan pencerahan yang sangat menarik dan bisa dijadikan tolak ukur yang tepat. Musik pop yang memang selalu berkembang dari masa ke masa dari berbagai macam aspek –mulai dari teknologi rekaman, eksperimen instrumen yang dimainkan, pola penulisan lagu-  bisa saja menjadi salah satu kunci akan pemahaman khalayak massa mengenai istilah pop punk dari masa ke masa.

Saat Ramones memainkan musik ini di tahun 70an, musik pop yang populer pada masa itu adalah musik pop yang mungkin kita sekarang sebut oldie, yakni karya-karya dari musisi yang mengutamakan keharmonisan bagian vokal –atau bahkan ada sub genre yang disebut doo wop pada masa itu- seperti musisi macam Beatles, Beach Boys atau Bay City Rollers sehingga Ramones pun –yang sering bilang bahwa Beach Boys adalah inspirasi bermusik mereka- sering memasukan elemen pop pada musiknya dan pada akhirnya lagu-lagu legendaris macam “Oh Oh I Love Her So”, “I Wanna Be Your Boyfriend” atau “She’s The One” terlahir & menjadi favorit banyak orang. Saking sukanya mereka dengan Beach Boys, mereka bahkan sempat meng-coverDo You Wanna Dance?” milik Beach Boys di album Rocket To Russia.

Ramones sering dianggap sebagai salah satu pionir pop punk (via britannica.com)

Lain halnya saat New Found Glory mempopulerkan musik pop punk ala mereka yang digubah lebih modern & garang dengan sedikit tambahan breakdown plus ketukan drum ngebut ala California punk rock di tahun 2000an awal, mereka muncul & tumbuh besar saat musik pop akhir 90an merupakan hal yang populer pada jamannya. Penulisan lagu mereka sangat mengacu ke formula pop 90an yang minim akan harmonisasi vokal & repetisi chorus seperti musik pop klasik 60an. Musik pop pada jaman tersebut lebih mengutamakan dance beat & cara menyanyi yang mudah diingat. Ambil contoh lagu-lagu dari banyak boyband & penyanyi pop solo yang muncul di jaman itu macam Backstreet Boys, Christina Aguilera dan lainnya. Rata-rata musik pop pada era tersebut mengutamakan irama lagu yang upbeat dengan vokal yang minim harmonisasi, karena tren pada masa itu adalah danceable music sehingga seringkali bagian harmonisasi vokal dihiraukan & irama yang diutamakan.

Bisa jadi gaya musik pop pada era tersebut diaplikasikan banyak band pop punk yang muncul pada jaman itu –atau bahkan sampai saat ini karena pamornya lebih besar & minat penikmat musik untuk berdansa lebih besar– untuk mengutamakan dentum ketukan drum dibanding harmonisasi vokal & NFG menjadi salah satu contoh konkret mengenai fenomena pop punk di masa ini. Lagu macam “Understatement” atau “My Friends Over You” yang sangat upbeat memang sangat mudah diingat & dinyanyikan. Gaya pop punk ala NFG yang berbeda & unik ini banyak menginspirasi band-band pop punk di masa setelahnya karena mungkin elemen musik pop pada jaman itu & sekarang masih relevan juga masih lebih segar ketimbang elemen pop klasik 60an yang terlalu mushy.

Salah satu band pop punk modern yang influensial, New Found Glory (via gettyimages.com)

Lalu kenapa harus Ramones & New Found Glory yang diambil sebagai contoh? Secara kasat mata, dua band tersebut merupakan barometer untuk musik pop punk pada jamannya masing-masing dan banyak band pop punk lainnya yang terinspirasi untuk bermusik dari karya dua band tersebut. Contoh jelasnya adalah gelombang pop punk Berkeley di tahun 90an yang soundnya sangat kental ala Ramones –bahkan sampai munculnya istilah Ramonescore di ruang lingkup tersebut- yang sempat meledak rilisannya lewat munculnya label Lookout! Records & Mutant Pop Records yang masif memproduksi rilisan band-band yang sound pop punknya mirip Ramones. Sebut saja seperti Green Day, The Queers, Screeching Weasel atau Mr T Experience. Band-band tersebut memiliki garis merah yang sama, mereka memainkan musik pop punk yang mengutamakan harmonisasi vokal & pola lagu yang simpel ala pop 60an. Seperti apa yang Ramones lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Green Day merupakan salah satu band pop punk yang mengikuti garis musik Ramones (Foto: Murray Bowles)

Lalu akhirnya New Found Glory mempopulerkan pop punk yang lebih danceable –atau moshable?- dan lebih terasa berenergi. Hari ini siapa yang tidak mendengarkan band-band macam Four Year Strong, Man Overboard, Neck Deep atau The Story So Far? Semua band tersebut mengambil blue print pop punk mereka dari apa yang New Found Glory sudah lakukan. Formula pop punk New Found Glory pun menjadi hal yang segar saat pertama kali muncul & akhirnya digandrungi oleh banyak orang di masanya.

Salah satu band pop punk gelombang modern, The Story So Far (via overdrive.ie)

Akhirnya,  kedua band tersebut bisa disebut band pop punk dengan penjelasan & preferensi yang harus lebih detail. Karena apa yang mereka buat & lakukan memang merujuk dari referensi musik pop pada jamannya masing-masing.

Musik pop yang selalu dinamis memang menjadi kunci utama mengapa istilah pop punk tetap menjadi anomali sampai saat ini. Pemahaman & penerimaan genre ini akan selalu berubah seiring para pendengarnya yang memiliki preferensi yang berbeda sesuai jaman & jajaran musik populer yang sedang digandrungi di masanya masing-masing. Namun pada akhirnya, pop punk jenis apapun memiliki kesamaan : selalu catchy & enak dinyanyikan.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button