Penuh Energi Berapi-api Yang Siap Meledak, Inilah Taruk

Meledak. Mungkin itu satu kata yang bisa mendeskripsikan musik milik unit hardcore crossover asal Bandung yang bernama Taruk. Ya, nama yang cocok dengan musik yang mereka mainkan dan kemasan visual yang mereka tampilkan lewat artwork-nya.

Band yang digawangi oleh Karel (vokal), Bobby Prasetyo (gitar), Zulyadri Rakhman “Boy” (bas) dan Matin Mahran “Adul” (drum) ini terbentuk pada bulan Januari 2018 lalu. Mereka mengklaim musik yang mereka mainkan sebagai Hate ‘N Roll. Apapun itu nama musiknya yang mereka klaim, kami di Rich Music sepakat kalau Taruk itu memainkan crossover. Dan tentunya, kami punya alasan kenapa kami berani menyebut musik Taruk dengan istilah tersebut.

Setelah menyimak EP perdana mereka yang berjudul Sumpal secara seksama, Rich Music menemukan dua elemen utama pada musik Taruk. Yaitu ngebutnya hardcore punk dan sedikit sentuhan riff metal. Nah, dua elemen tersebut memang umum terdengar di band-band crossover atau yang seringkali disebut thrashcore. Pokoknya kalau kamu suka musik rock yang enak buat ngebut di circle pit tapi tetep pengin headbang tipis-tipis, musik yang dimainkan ala Taruk ini cocok banget.

Cover EP Sumpal via Bandcamp

Satu hal yang sangat menarik dari Taruk bagi kami adalah kemampuannya dalam menggarap lirik dengan menggunakan bahasa Indonesia yang mumpuni. Ambil contoh lagu mereka yang berjudul “Pesta Durga, Kegelapan Adalah Surga Terakhir”. Bagian lirik “dentum liar, bising belaka, wacana sampah. Yang ada bersenang-senang” ini menjadi instant favorite untuk kami di Rich Music. Lirik tersebut terkesan pendek tapi sebetulnya sangat menggugah theatre of imagination. Terkesan lebay sih, tapi saat kami membaca narasi dari lirik lagu tersebut, kami merasa seperti masuk ke sebuah gig musik yang liar dan kacau. Layaknya sebuah gig garapan kampus yang serba bebas. Pasokan alkohol tanpa batas, asap rokok dimana-mana, dan dilengkapi dengan lantai dansa dipenuhi penonton yang menggila ketika menonton band favorit mereka. Intinya, kami suka penulisan lirik dari Taruk. Kudos.

Ah, rasanya ingin segera kondisi pandemi ini selesai dan bisa menonton Taruk secara langsung. Karena layaknya api yang dikurung dalam suatu bejana, suatu hari api itu akan memercik sebuah ledakan. Sama halnya seperti musik Taruk yang siap membuatmu untuk meledak.

Dengarkan musik Taruk disini:
 https://taruklebam.bandcamp.com/releases

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button