Daripada Nanti Nyesel, Mending Bikin Rilisan Fisik Dari Sekarang!

Di era yang dikit-dikit digital kayak sekarang, industri musik jelas banget kena imbas yang lumayan gede. Lihat aja deh, demand buat format rilisan musik fisik makin menurun (buat yang merasa kolektor rilisan fisik, tulisan ini bukan buat kamu. Jadi mending cek konten kami yang lain) karena kebanyakan orang sekarang lebih milih buat dengerin dan download lagu-lagu secara online. Katanya sih lebih praktis dan lebih gampang buat diakses. Emang sifat dasarnya manusia males kali ya, maunya semua urusan dibikin gampang.

Nggak cuma pendengarnya, para pelaku kancah musik pun jadinya ikut terbuai sama pola serba digital di masa ini. Semuanya harus ada format digital. Album, lagu, foto, materi promosi. Jualan karya pun harus pake format digital. Mungkin kalau dilihat dari perspektif bisnis, bisa jadi hal itu ditempuh karena pengin tetep relevan sama pasar dan perkembangan zaman kali ya. Tapi kesannya format digital itu malah jadi wajib gitu lho, friend. Sampai-sampai nggak satu atau dua kali doang keberadaannya dianggap lebih penting daripada rilisan fisik oleh banyak musisi. Lagi-lagi, semua itu dilakukan demi pasar.

Gara-gara fenomena pergerakan dan minat akan musik berformat digital yang rame banget di dua dekade terakhir ini, saya jadi punya pikiran ngawang yang kalau dikulik lagi mah agak masuk akal. Seenggaknya buat saya sendiri.

Gimana jadinya kalau suatu hari nanti server internet di seluruh dunia down dan semua data yang ada di sana nggak bisa diselamatin? Dokumen penting, data diri, data kantor, dan data-data lain semuanya raib! Termasuk ya, musik-musik yang formatnya cuma digital doang. Gimana tuh?

“Ah tidak koleksi MP3 Stafaband kuuuuuu” (via Google Image)

Saya jadi penasaran apa yang para pelaku industri musik akan lakukan kalau hari itu dateng. Apakah mereka bakal kalang kabut karena lupa bikin back up lagu-lagunya dalam format fisik atau malah nggak ngapa-ngapain karena nyesel kenapa nggak bikin format fisik aja dari dulu? Mungkin kamu bisa ngetawain saya karena imajinasi saya terlalu liar tapi nothing is impossible in this world, friend.

Oke deh, katakanlah kamu punya sebuah band yang udah punya banyak lagu dan disukai banyak orang. Semua lagu-lagumu cuma ada dalam format digital, nggak ada rilisan fisik. Angka play lagu-lagumu di layanan digital streaming pun lumayan fantastis. Terus tiba-tiba ada ‘kiamat’ internet dan semua data lagumu plus insight-nya lenyap, terus apa yang kamu punya sebagai bukti eksistensi musikmu? Nggak ada ‘kan? Berarti sia-sia dong apa yang kamu lakuin selama ini.

Baca Juga: Prediksi Tren Musik 2021 Versi Rich Music Online

Bukan maksud pengin menggurui atau ngasih doktrin yang maha benar, tapi saya rasa rilisan fisik dalam musik itu adalah hal yang wajib diproduksi oleh sebuah band atau seorang musisi. Bukan buat gimmick atau strategi jualan doang, tapi aspek pengarsipannya yang penting. Musik adalah salah satu bagian dari budaya yang penting dari kehidupan manusia. Musik jugalah yang menjadi suatu penanda mengenai budaya populer dari suatu peradaban masyarakat. Saya rasa, ketika tidak ada jejak musik dari suatu masa itu rasanya seperti masa tersebut tidak pernah hadir dalam sejarah sama sekali. Toh nggak ada buktinya kalau manusia mempunyai suatu produk budaya di masa itu, lalu apa yang bisa dikenang atau dipelajari selanjutnya?

via diskunion.com

Nggak dipungkiri, mungkin semua pola serba digital di kancah musik ini memang dilakukan demi pasar. Tapi alangkah baiknya semua pelaku musik nggak ngelupain buat produksi format fisik. Bebas deh rilisan fisiknya mau diposisikan sebagai produk primer atau sekunder dari bisnis atau musisinya sendiri, tapi rilisan fisiklah yang akan menyelamatkan keberadaan musik sampai nanti hari kiamat.

Jujur, saya pun nggak luput dari yang namanya adaptasi. Saya pun menggunakan format digital untuk beberapa kepentingan musik saya. Tapi senggaknya, saya nggak mau terbuai dengan format ‘serba mudah’ itu. Rilisan fisik tetaplah prioritas utama saya ketika hendak memproduksi sebuah rilisan. Seenggaknya, saya pengin musik yang saya mainkan terdokumentasikan dengan baik dan tetap punya bukti fisik mengenai apa yang saya mainkan dan seperti apa bentuknya.

Jadi gimana, apa kamu mau tetep terbuai oleh tren ini atau mau mulai sebuah perubahan buat jaga-jaga di masa depan?
via Reddit
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button