Nggak Ngerti Lagi Deh, Para Drummer Punk Lokal Underrated Ini Keren Banget!

Nggak. Saya nggak bakalan ngebahas drummer-drummer kayak JRX atau Akmal Tobing. Mereka mah udah sering diekspos di berbagai pemberitaan. Mau itu tentang band mereka atau memang suatu tulisan feature mengenai kemampuan ngulek drum mereka. Kali ini saya mau ngenalin kamu ke lima drummer punk lokal yang nggak kalah keren sama mereka dan seharusnya mereka lebih diapresiasi. Gini lho, mungkin secara eksposur mereka udah kalah jauh sama drummer-drummer dari berbagai band punk favoritmu. Tapi kalau urusan skill, boleh diadu lah! Langsung aja kita menuju daftarnya!

Athif Aiman (Saturday Night Karaoke)

Foto: Bayu Rizki

Drummer dari unit pop punk/punk rock asal Bandung, Saturday Night Karaoke, ini mungkin kalau dilihat dari fisik emang culun banget. No offense ya. Stereotipnya udah lengkap banget soalnya. Kacamata tebel, rambut cepak, dan pembawaan sosialnya yang kocak. Tapi dibalik semua itu, kemampuan drumming-nya gahar, friend!

Selain punya kemampuan dan energi yang mumpuni, kemampuan dia buat main drum kecepatan 1/3 ala Ramones (downstroke hi-hat) jadi keunikan tersendiri. Soalnya kebanyakan pemain drum “melodic punk” atau “pop punk” di sini (atau mungkin di seluruh dunia) males buat main 1/3 karena pegel, padahal itu teknik yang paling canggih di dunia punk rock dan Athif bisa mengeksekusinya dengan mantap.

Bagas Encek (Tarrkam)

Foto: Riuh Zine

Nama Bagas di kancah musik independen maupun sidestream Jakarta udah nggak asing lagi. Doi banyak banget band dan session-nya deh! Sampe-sampe doi dijuluki sebagai drummer sejuta band. Tapi wajar sih, dengan kemampuan drumming-nya yang all around dan bisa nge-blend di berbagai genre musik, Bagas jadi salah satu drummer yang patut diperhitungkan di kancah musik secara umum.

Tapi yang istimewa adalah ketika Bagas bermain dengan Tarrkam, band punk yang lagu-lagunya njlimet bin ajaib. Bagas kayak bukan main ngiringin musiknya, tapi dia main sebagai salah satu pilar musiknya. Isian drum dan pola-pola ganjil yang dikombinasikan dengan beat punk bikin saya takjub akan sosok Bagas. Kata siapa drummer punk sebenernya nggak jago-jago amat? Fak lah!

Helmy Fadillah (Rejected Kids, Fast Crash)

Foto: IgnasXbc

Ada istilang bilang size doesn’t matter dan ternyata memang betul adanya. Bukan maksud body shaming atau gimana nih, postur tubuh Helmy memang terlihat udah kelihatan kayak bapak-bapak (kayak saya, there you have it) tapi meennnnnn, skill drum-nya gokil banget. Mulai dari beat ngebut ala thrashcore sampai melodic punk bisa dia mainkan!

Kamu bisa ngecek karya drumming terbarunya di album Fast Crash yang terbaru. Nih bayangin deh, Fast Crash ‘kan udah terkenal sama komposisi lagunya yang ribet ala Japanese punk kekinian, Helmy bisa ngimbangin komposisi itu dengan berbagai fill in yang terdengar rumit tapi pas dia mainin langsung kelihatannya gampang.

Ikhsan Assaat (Failing Forward)

Foto: Facebook Ikhsan Assaat

Drummer yang satu ini bisa dibilang living legend dan bikin kangen. Lho kenapa bikin kangen? Ya soalnya dia udah tinggal di London dan jarang banget pulang ke Indonesia. Dulu dia tergabung sama band proto-easycore asal Jakarta, Failing Forward. Tapi mungkin kalau kamu merhatiin scene melodic punk Indonesia secara lebih mendalam, mungkin kamu pernah nemuin dokumentasi atau bahkan nonton langsung dia ngisi drum di band-band kayak Speak Up, No Label, bahkan Pee Wee Gaskins.

Sama kayak Helmy, Ikhsan adalah seorang drummer yang ajaib. Dia bisa memainkan fill in drum yang rumit tanpa kesulitan. Coba deh dengerin lagu-lagu Failing Forward, meski mereka memainkan easycore, banyak banget isian drum yang keren-keren dan ahead of its time. Setelah hijrah ke London, kini Ikhsan fokus di karirnya sebagai seorang engineer. Ya semoga Ikhsan bakal sering main ke Indonesia deh, supaya bisa nonton doi main lagi.

Nah itu drummer punk lokal keren versi saya. Sebelum kamu ngoceh atau komentar di sosmed “si ini lebih keren, si itu lebih keren”, ya ini drummer favorit versi saya. Kalau kamu punya daftar lainnya yang menurut kamu lebih pantas dan lebih layak disebut keren, tulis dong. Pake blog, pake wordpress, pake apa lah. Daripada cuma komentar flaming di kolom IG. Just saying. Anyway, read hard and be smart!
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button