Nerd Mencoba Menyebarkan Musik Midwest Emo Agar Terdengar Lebih Luas

Secara pribadi, saya cukup menyukai musik-musik emotive beserta turunannya. Sehingga saya akan sangat senang ketika menemukan band yang berada pada lingkaran musik tersebut. Dari sekian banyak surel submisi yang masuk, perhatian saya seketika tertuju pada Nerd, sebuah band asal Bekasi yang membawakan musik midwest emo karena mereka bilang bahwa ‘genre ini belum ramai didengarkan oleh kalangan umum di Indonesia’.

Saya merasa kurang setuju akan pendapat Nerd melalui notes yang dituliskan pada surel tersebut. Karena nyatanya, arus midwest emo telah dimulai pada tahun 2013 yang diawali dengan kemunculan woodcabin. dan juga whatthesparrowdidtoyou yang (sayangnya) berumur tidak terlalu panjang. Lalu kemudian setelah kedua band tersebut menghilang, akhirnya term midwest emo kembali muncul dan bahkan mencapai popularitasnya sekitar tahun 2015-2017 dengan kehadiran Beeswax dan juga eleventwelfth. Kepopuleran tersebut rasanya masih bertahan hingga saat ini, dan menurut saya sudah banyak juga yang mengetahui lagu yang cukup fenomenal milik eleventwelfth, ‘Your Head As My Favorite Bookstore’. Tapi, CMIIW ya, friend, siapa tahu saya yang salah~

Anyway, Nerd memainkan musik yang diakui banyak terinspirasi oleh band-band seperti Tiny Moving Parts, Movements, Neck Deep, dan beberapa band lainnya. Band-band tersebut rasanya sudah menjadi acuan wajib bagi band-band baru yang ingin memainkan musik irisan antara pop-punk dan emo. Sehingga pada akhirnya, output dari band baru tersebut biasanya tidak jauh dari influence-nya tersebut.

Daripada penasaran dan menerka-nerka, akhirnya saya mencoba mendengarkan kedua single dari Nerd, yaitu ‘Frustated’ dan ‘Lost’. Asumsi saya pun akhirnya terbukti. Pada ‘Frustated’, Nerd menyuguhkan aransemen bertempo sedang dengan komposisi lagu yang mengingatkan saya kepada salah satu lagu Neck Deep, yaitu ‘In Bloom’. Karakter midwest emo yang biasa berfokus pada sound gitar yang twinkly tidak terasa, ‘Frustated’ terasa hanya menjadi another pop-punk song penghias playlist rekomendasi dari Spotify.

Sedangkan pada ‘Lost’, mereka mulai berani bereksperimen pada sound dan aransemen yang disajikan, sehingga musik yang dibawakan terdengar lebih dinamis. Entah perasaan saya atau gimana, tapi pada ‘Lost’ ini, Nerd terasa lebih memikirkan secara matang mengenai konsep musik yang akan dibawakan. Walaupun pada akhirnya belum bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, hal tersebut tetap saya apresiasi.

Karakter suara Ichal, sang vokalis, cukup membekas pada benak saya. Terlebih pemilihan nada yang dia gunakan pada kedua lagu tersebut berhasil menjadi earworm di telinga saya. Tapi, ada sedikit hal yang cukup mengganjal, yaitu pelafalan lirik yang masih terdengar kurang fasih atau bahkan pelafalan yang salah, sehingga terkadang terasa sedikit mengganggu. Hal tersebut tentunya bisa dilatih, jadi bukan sebuah masalah yang besar sebenarnya.

Jika membicarakan mengenai narasi yang dibawakan, rasanya Nerd masih bermain aman dengan membawakan cerita-cerita personal seperti rasa frustasi dan kehilangan. Sebuah tema umum yang sudah banyak dibawakan oleh berbagai band. Sebenarnya hal tersebut nggak salah sih, hanya saja saya cukup menyayangkan karena mereka tidak melakukan eksplorasi lebih dalam pada cara mereka membungkus narasi klise tersebut agar terdengar lebih menarik.

Saya rasa Nerd perlu belajar banyak dari para seniornya baik dari segi penulisan lirik ataupun aransemen musik. Agar musik mereka tidak terdengar generik dan akhirnya mudah dilupakan oleh banyak orang. Sebuah hal yang tentunya nggak mau dirasakan oleh band manapun.

Sebagai band yang baru saja terbentuk beberapa bulan, rasanya masih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan oleh Nerd untuk kembali mematangkan formula musik mereka. Dan kabarnya, mereka saat ini sedang mempersiapkan sebuah album yang akan dirilis pada tahun ini. Saya tentunya akan menunggu suguhan terbaru dari Nerd pada rilisan tersebut.

Instagram @nerdmusic.id

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button