Mungkin Banyak yang Lupa, Keempat Band Ini Memulai Gelombang Electonicore Pada Tahun 2010an

Kalau kalian ingat, pada awal era 2010an, entah bagaimana awal mulanya, mendadak cukup banyak band dari berbagai genre yang ramai memasukkan unsur elektronik pada musiknya. Mulai dari se-simple menggunakan sound effect, penggunaan pattern drum sintesis, sampai penggunaan bebunyian melodius yang berasal dari synthesizer. Kalau saya boleh sok tahu sih, mungkin karena pengaruh dari musik EDM yang cukup berkembang pesat pada era tersebut dan pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi para musisi dari scene lainnya untuk mencoba bereksperimen dengan hal tersebut.

Salah satu yang paling mudah diingat adalah bagaimana band pop-punk yang mulai muncul pada akhir era 2000an banyak menggunakan bebunyian synthesizer sebagai salah satu instrumen utama selain gitar, bass dan drum. Eits, tapi bukan itu aja, friend. Pengaruh elektronik juga nyatanya sampai ke ranah musik lebih keras, yaitu metalcore.

Secara teori, mungkin agak susah mencerna bagaimana caranya memformulasikan antara kedua genre musik yang cukup bersebrangan tersebut. Tapi pada prakteknya ternyata di luar dugaan, cukup berhasil memberikan nuansa yang segar di tengah band-band metalcore ‘tradisional’ pada era tersebut. Saking masifnya pergerakan atau style tersebut, pada akhirnya menghasilkan sebuah sub-genre baru yang dikenal dengan istilah electronicore. Penggabungan antara kata electronic dan metalcore.

Nah, pada tulisan ini saya ingin mengajak kalian semua bernostalgia mengingat kembali band mana aja sih yang mulai mempopulerkan sound tersebut. Hingga pada akhirnya saat ini formula tersebut sudah semakin dimatangkan oleh berbagai band. Tanpa berlama lagi, mari kita mulai.

Attack! Attack!

via riserecords.com

Attack! Attack! merupakan gerbang perkenalan saya dengan musik yang kemudian saya tahu sebagai electronicore. Tentunya pada saat pertama kali mendengar, saya cukup mengerenyitkan dahi, bagaimana mereka mengombinasikan vokal yang diberi autotune, dentingan piano, dan beat elektronik dengan musik yang penuh distorsi, breakdown, dan tentunya scream vokal. Tapi setelah cukup lama didengarkan akhirnya saya menyukai mereka pada saat itu.

Namun, bukan hanya hal tersebut yang menjadi ciri khas penampilan Attack! Attack!, friend. Gerakan tersinkronisasi yang mereka lakukan pada setiap panggungnya, lalu gaya khas dengan melakukan kuda-kuda sambil headbang sukses menjadikan mereka salah satu meme populer pada era tersebut. Bahkan, saking iconic-nya, gaya bermainnya tersebut dikenal dengan istilah crabcore. Karena ketika mereka melakukan hal tersebut, yaa keliatan kayak kepiting gitu, friend. Coba deh ditelaah dengan seksama.

Enter Shikari

via readdork.com

Bersama Attack! Attack!, Enter Shikari menjadi salah satu nama yang penting pada pergerakan musik electronicore pada akhir tahun 2000an. Sejak awal kemunculannya pada tahun 2007, band asal Britania Raya ini sudah memperkenalkan musiknya dengan menggunakan bebunyian synthesizer yang cukup kental sebagai instrumen yang memberikan unsur melodius pada lagu-lagunya.

Bebunyian synthesizer yang cukup kental pada sepanjang lagunya yang digabungkan dengan perpaduan antara clean dan unclean vokal menjadi ciri khas dari Enter Shikari. Sebuah formula yang kemudian banyak diikuti oleh generasi setelahnya.

Abandon All Ships

via alchetron.com

Abandon All Ships memulai karirnya sebagai band yang mengusung metalcore, sebagai band cover dari Norma Jean. Seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya membentuk jalannya sendiri dan pada akhirnya bereksperimen dengan memasukkan bebunyian synthesizer sebagai pengisi breakdown ala metal yang mereka lakukan.

Secara penulisan lirik, Abandon All Ships memiliki suatu keunikan, yaitu seringnya menggunakan tema keagamaan pada lagu-lagunya. Hal tersebut membuat mereka sempat dianggap sebagai sebuah band christian, namun jika diteliti lebih jauh lagi, mereka juga masih sering menggunakan perkataan yang kasar dan sugestif. Karena hal tersebut, akhirnya anggapan itu berlalu begitu saja.

Sky Eats Airplane

via last.fm

Bermain pada sebuah garis tipis antara metalcore dan post-hardcore, Sky Eats Airplane memiliki peran yang cukup besar dalam mendorong pengaruh dari bebunyian 8-bit atau chiptune untuk digunakan dalam musik metalcore. Pada saat mereka mengeluarkan album perdananya, keberadaan dari elemen tersebut seperti sebuah momen reset untuk musik metalcore. Karena mereka menawarkan sesuatu yang segar bagi para pendengarnya yang bosan mendengarkan gempuran breakdown pada sepanjang lagu.

Nah, itu dia keempat band yang berpengaruh terhadap gelombang electronicore yang terjadi pada awal era tahun 2010. Saya yakin masih banyak band yang luput dari pantauan saya, jadi mohon dimaklum aja yaa. Kalau menurut kalian, band electronicore mana sih yang jadi favorit sampai saat ini?

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button