Mike Ness, The Real Dandy Punk Rocker Yang Fenomenal Dan Bad-Ass

Mau disebut snob atau apa pun, saya terima deh lewat tulisan ini. Tapi saya rasa, saya harus meluruskan apa yang kerap kali menjadi miskonsepsi banyak orang mengenai fenomena fashion dan lifestyle di sebuah kancah punk rock regional. Banyak yang menyangka kalau tren punk rocker bertubuh kekar, penuh tato, dan identik dengan gaya rambut slick dibaluri pomade itu datangnya dari Superman Is Dead. Oke, mungkin mereka mempopulerkan gaya itu untuk khalayak nasional. Tapi nggak banyak orang yang tahu kalau Superman Is Dead sebenernya sedikit meng-copy gaya dari band yang bernama Social Distortion.

via bstars.eu

Social Distortion adalah sebuah band punk rock dari Orange County, California yang sudah aktif sejak tahun 80an silam. Awalnya mereka memainkan musik punk rock yang straightforward ala Stiff Little Fingers dan pada akhirnya mulai sedikit merubah gaya musiknya menjadi agak country-esque/rockabilly punk di medio 90an. Boleh dibilang, nuansa country punk lah yang sebetulnya membuat mereka melejit dan berkesan bagi para pendengar musik global.

Dari sekian banyak bongkar pasang personil, tersisa Mike Ness saja yang masih bertahan dari formasi awal sampai akhir. Yaaa, pada dasarnya memang dialah otak dari Social D. Dia yang nulis lagu, dia yang bawa citra band-nya jadi agak rockabilly. Pokoknya Mike Ness adalah kompasnya Social D. Titik.

Sosok Mike Ness bisa dibilang ikonik, friend. Selain berkesan dari cara bermain dan karakter vokalnya yang ‘gagah’ banget, fashion statement yang ia usung pun menginspirasi banyak punk rocker di seluruh dunia untuk berdandan bersih dan ‘laki banget’ kayak dia. Contoh gampangnya seperti yang saya udah sebutin di paragraf awal, yaitu Superman Is Dead. Semua aspek statement SID mulai dari fashion, musik, bahkan sampai elemen pelengkapnya kayak gimmick lowrider itu mereka ‘curi’ sedikit dari Social D. Sah sah aja sih, karena untungnya SID emang punya perawakan dan musikalitas yang mumpuni untuk meng-copy Social D.

Kok mirip ya? Hmmm (via tamanpelikan.blogspot.com)

Contoh lain musisi lokal yang mencontoh Mike Ness adalah Buluk Superglad. Meski nggak tumpek blek meng-copy Social D dan Mike Ness, Buluk banyak mengambil aspek-aspek dari band asal Amerika Serikat itu. Contohnya dalam penulisan lagu. Lagu Kisah Lama dari album debut Superglad secara nuansa itu sangat terasa seperti lagu King Of Fools milik Social D dari album Somewhere Between Heaven And Hell. Sebenernya dari fashion pun, Buluk mencoba untuk mengaplikasikan beberapa elemen Mike Ness. Sefenomenal itu Mike Ness lho, friend.

Mike Ness emang punya persona dan looks yang berbeda dibanding sama punk rockers mahsyur lainnya. Ketika banyak punk rockers mahsyur lebih memilih untuk terlihat casual dan sruntulan sebagai anti-fashion statement. Ness memilih untuk lebih memerhatikan cara berpakaiannya. Mungkin karena salah satu sosok yang dia idolakan adalah mendiang musisi country legendaris, Johnny Cash. Cash terkenal dengan penampilannya yang ‘garang’ dibandingkan musisi country lainnya. Bayangin aja deh, saat musisi country lain identik sama gaya ala koboy, Johnny Cash kayak mafia dandanannya, friend. Setelan baju serba item, rambut klimis, dan aksi panggung yang cool banget. Nah bandingin sama Mike Ness deh. Kurang lebih sama ‘kan?

Hmmm kalau dipikir-pikir dan diperhatiin lebih teliti, Mike Ness emang keren. Dia berani ngambil statement yang beda dibanding para pentolan punk rock kebanyakan. That’s actually punk. Ketika mengambil pilihan alternatif untuk berani mengekspresikan diri sendiri, bukan cuma ikut-ikutan karena tren. Oh iya, kalau kamu belum pernah dengerin musiknya Social Distortion, saya sarankan untuk segera mendengarkannya. ‘Kan udah sering nih dengerin Blink, Green Day, dan Neck Deep-nya. Sekali-kali coba deh dengerin musik-musik baru atau lama yang lebih jauh lagi runutannya, friend. It might change your life.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button