Meski Punya Satu Album, Band-band Ini Mampu Meninggalkan Legacy

Siapa bilang untuk menorehkan nama band kamu dalam list band terpenting sepanjang sejarah permusikan mesti memiliki setumpuk album dan pengalaman tour ke berbagai benua? Menelurkan karya secara rutin dan memperkaya jam terbang memang penting dalam karir sebuah band, namun ketika melihat daftar nama-nama di bawah ini, rasanya itu bukan satu-satunya kunci.

Sebagaimana nama-nama berikut, apa yang mereka mainkan saat itu mampu memberikan pengaruh besar seiring bergulirnya generasi. Entah itu bersifat eksperimental atau gelagat dari band itu sendiri. Meskipun sepanjang karirnya hanya berhasil menorehkan satu album.

Berikut nama-nama band berpengaruh dengan torehan satu album. Untuk mendengarkan albumnya, kalian bisa mengetuk sub judulnya ya!

Repulsion – Horrified (1989)

Salah satu ‘raksasa grindcore’ bentukan 1984 ini mungkin namanya tak asing lagi jika kamu merupakan seorang pengemar musik ekstrem berslogan “make noise not music”. Ilustrasi tengkorak keriput dengan satu mata dan rambut rontok tersebut cukup ikonik di kalangan para metalhead. Mengingat itu satu-satunya album yang mereka hasilkan atas nama Repulsion.

Pengaruh Horrified untuk kancah grindcore/goregrind cukup besar. Horrified beberapa kali mendapat atensi dari nama-nama besar seperti Relapse Records dan Necros Records (sub-label dari Earache Records) untuk dirilis ulang diskografinya.  Mereka juga seringkali dinobatkan sebagai pionir grindcore selain Napalm Death. Truly masterpice.

Rites of spring – Rites of Spring (1985)

Guy Picciotto dan para kolega satu band-nya berhasil menyematkan nama Rites of Spring sebagai nama bersejarah yang akan terus diingat oleh kancah hardcore punk sejak 1985. Lahir di Washington D.C menjadikan namanya cukup erat dengan Minor Threat, disamping Guy Picciotto dan Brendan Canty bergabung dalam grup yang digawangi Ian Mckaye selanjutya, yaitu Fugazi.

Menyelipkan lirik-lirik personal dalam dentuman musik hardcore punk pada akhirnya membuat banyak orang menyorot kiprah mereka. Selain itu, mereka pun dianggap pihak yang bertanggung jawab akan kelahiran istilah emocore/screamo, meskipun sebetulnya mereka menolak keras untuk dikaitkan dengan istilah dan pergerakan tersebut.

Hark! It’s A Crawling Tar-tar – Dorr Darr Gelap Communique (2005)

Dorr Darr Gelap Communique menjadi torehan satu-satunya dari unit hardcore punk berisikan lima orang ini. Ari (vokal), Dede (gitar), Kenji (drum), Uwep (bass) dan Billy (gitar) yang bangkit dari sisa-sisa Domestik Doktrin meleburkan beberapa unsur dari crust/d-beat, thrash metal, hardcore, hingga nuansa folk yang terdengar absurd namun catchy secara bersamaan.

Pasca format compact disc (CD) mereka dirilis oleh label DIY asal Singapura, Thrash Steady Syndicate, mereka membubarkan diri setahun setelahnya. Album ini banyak memberikan pengaruh terhadap generasi hardcore punk era 2000-an, khususnya di Bandung.

Operation Ivy – Energy (1989)

Tak sedikit orang beranggapan bahwa ska punk lahir dan dibesarkan oleh Rancid, namun sebetulnya para ska punker harus berterima kasih kepada Operation Ivy yang memulai pergerakan musik tersebut. Band asal Berkeley, California ini mungkin hanya menelurkan satu album penuh bertajuk Energy sebelum bubar pada 1989, namun siapa yang menyangka album itu bakalan banyak mempengaruhi band-band di generasi berikutnya.

Kesuksesannya dalam ranah mainstream pun mungkin hanya terbilang sedikit, tapi bukan itu poinnya. Sebuah album penghormatan kepada mereka sempat dirilis pada tahun 1997 dengan judul Take Warning: The Songs of Operation Ivy. Album itu diisi oleh nama-nama seperti Reel Big Fish, Long Beach Dub All Stars, The Aquabats!, dan lain-lain. Recommended pokoknya.

The Exploding Hearts – Guitar Romantic (2003)

The Exploding Hearts merupakan band asal Portland, Oregon yang dibentuk pada 2001. Berisikan Adam Cox (gitar/vokal), Matt Fitzgerald (bas), Terry Six (gitar), dan Jeremy Gage (drum), band ini hanya berhasil menorehkan satu album sepanjang karirnya. Album tersebut bertajuk Guitar Romantic. Album yang banyak menjadi inspirasi untuk band-band punk/power pop ini memiliki cerita tragis dibaliknya.

Tak lama pasca Guitar Romantic dirilis, tiga dari empat personel dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada 20 Juli 2003 silam. Tragedi tersebut terjadi karena mobil yang mereka tumpangi kehilangan kendali. Diduga sang pengemudi, Fitzgerald mengantuk dan menyebabkan kendaraan terlempar. Pasca kecelakaan tersebut, band memutuskan untuk bubar. Satu-satunya personel yang selamat, Terri Six, hanya mengalami cedera ringan akibat insiden tersebut. Sedih banget, friend.

Sex Pistols – Nevermind The Bollocks, Here’s the Sex Pistols (1977)

Siapa sih yang nggak kenal Sex Pistols? Saya rasa mustahil untuk para pendengar musik maupun normies tidak mengenali namanya. Sid Vicious adalah satu bassist favorit saya karena sempat mengatakan tidak bisa bermain bas seumur hidupnya, sekalipun ia seorang pemain bas dari band yang namanya melegenda ke berbagai belahan dunia. Ngehe.

Nevermind The Bollocks, Here’s the Sex Pistols menjadi album yang banyak mempengaruhi musisi di skala industri maupun secara umum. Kesembronoan Sex Pistols dan pengaruhnya (ke berbagai sektor) pasca rilisnya album itu menjadikan Nevermind… sebagai album terpenting sepanjang masa. Mungkin, kalian pun masih merasakannya hingga saat ini. Contohnya lihat saja pencitraan punk rock di berbagai media. Pasti rata-rata citra yang ditampilkan punya nuansa fashion atau attitude yang sama kayak Sex Pistols.

*Bagaimana? Apakah beberapa nama tersebut asing bagi kalian? Tak menutup kemungkinan dengan satu album sekalipun, nama band kalian ikut masuk dalam daftar nantinya!
Oleh: Ilham Fadhilah

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button