Meski Berstatus Side Project, 5 Band Ini Nggak Kalah Keren Dari Band Utamanya!

Banyak banget musisi yang nggak cukup main di satu band aja, friend. Kalau boleh sok tahu, mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah para musisi ini ingin mengekplorasi gaya bermusik mereka yang lain melalui band side project-nya. Atau, bisa jadi tujuannya adalah untuk melanjutkan kiprahnya di ranah musik, karena band sebelumnya hiatus untuk sementara. Bisa jadi juga karena emang karena iseng doang. Yaa, banyak penyebabnya lah, friend!

Nah, nyambung ke bahasan tadi, kali ini saya mau ngasih 5 band side project dari beberapa musisi yang nggak kalah keren dari band utamanya. Nih langsung aja simak, friend!

Fiddlehead (Patrick Flynn – Have Heart)

Saya yakin, kamu pasti udah nggak asing lagi sama nama Have Heart. Unit hardcore asal Boston, Amrik ini udah sering banget mondar-mandir di flyer gigs hardcore skala kecil sampai skala besar di berbagai belahan dunia. Tapi kamu tahu nggak, kalau Patrick Flynn sang vokalis punya sebuah side project lintas generasi bersama Alex Henerry gitaris dari Basement?

Perbedaan umur yang kentara antara mereka berdua nggak jadi halangan buat bikin sebuah unit musik baru. Muncul dengan nama Fiddlehead, mereka mainin musik post-hardcore. Uniknya, ini jadi warna lain kalau merunut latar belakang band mereka berdua sebelumnya. ‘Springtime and Blind’ yang menjadi debut studio abum mereka wajib kamu dengerin, friend!

Glitterer (Ned Russin – Title Fight)

Ned Russin dan Title Fight udah nggak bisa dipisahin citranya. Setelah hiatusnya Title Fightdi tahun 2015 yang ditandai dengan rilisnya album ‘Hyperview’, Ned secara mandiri mendirikan Glitterer. Dia juga memboyong Ben Russin yang juga salah satu eks-personel dari Title Fight.

Sedikit melenceng dari band sebelumnya, Gliterer memainkan musik elektronik pop dengan nuansa yang berbeda. Proyek musik ini kayaknya sedikit bisa mengobati para penggemar Title Fight, karena seenggaknya bisa ngingetin ke nuansa suara Ned Russsin di album Floral Green, yaaa walau terkesan sedikit lebih lembek.

Death of Lovers (Dominic Palermo & Kyle Kimball – Nothing)

Kuartet post-punk ini digawangi oleh tiga anggota dari Nothing, yaitu Dominic Palermo, Nick Basset (mantan bassist Nothing), dan Kyle Kimball. Menghadirkan CC Loo di posisi keyboard menjadikan Death of Lovers terdengar berbeda dari band yang mereka gawangi sebelumnya.

Tidak seperti Nothing, kali ini mereka membawakan musik-musik beratmosfer gelap khas post-punk era 80-an. Death of Lovers dapat diselipkan ke dalam daftar putarmu yang berisi band-band semacam Bauhaus atau Killing Joke. Mantep, friend!

No pressure (James Parker Canon – The Story So Far)

Suaranya yang khas membuat saya langsung mengenali saat pertama kali mendengarkannya. Yep, James Parker Cannon yang lebih dikenal sebagai vokalis dari band pop-punk The Story So Far adalah sosok yang saya bicarakan. Baru-baru ini dia mempublikasikan proyek sampingannya yang bernama No Pressure.

Nuansa lagu di side project-nya ini menurut saya sangat identik dengan nuansa ‘Proper Dose’, album terakhir yang The Story So Far torehkan pada tahun 2018 silam. Lima lagu di dalamnya dapat dicerna dengan mudah jika kalian sudah merindukan suara Canon. Yaa, itung-itung sambil selingan nunggu The Story So Far bikin lagu atau album baru lagi.

Drug Church (Patrick Kindlon – Self Defense Family)

Dinaungi label independen ternama asal Amerika Serikat, Run For Cover Records, membuat saya tak ragu dengan kualitas band yang dibentuk pada tahun 2011 ini. Musik yang Drug Church mainkan terdengar lebih agresif dan berisik dibanding Self Defense Family. Unit post-hardcore ini sudah melepas beberapa katalog sejak 2012.

Gimana, friend? Itu adalah 5 rekomendasi band side-project yang enggak kalah keren dari band utamanya, tapi ini semua menurut saya sendiri loh. Jadi ada kemungkinan beda sama pendapat kalian. Hehehe. Gimana menurut kalian? Apa ada side-project yang lebih keren?

*Ditulis oleh Reza Ilham.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button