Malevolence Tampilkan Sisi Emosional Melalui Musik Video ‘The Other Side’

Melakukan sesuatu yang berada pada zona nyaman kita memang menyenangkan, karena kita tidak perlu takut terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan. Tapi ada kalanya kita harus berani untuk keluar dari zona nyaman tersebut dan mencoba sesuatu yang baru. Seperti yang dilakukan oleh Malevolence pada single-nya yang berjudul The Other Side. Track tersebut dijadikan penutup pada EP yang dirilis pada bulan April yang lalu dengan judul yang sama. Dan pada Minggu (26/7), mereka merilis single tersebut ke dalam bentuk musik video.

Namun, tidak seperti lagu lainnya yang terasa penuh energi dan semangat, pada ‘The Other Side’, kuintet metalcore tersebut mencoba menurunkan tensinya dan lebih mengekspos sisi emosional dengan pembawaan musik bertempo lebih pelan dan terasa sangat melodis.

Berbicara mengenai ‘The Other Side’, Alex Taylor sang vokalis berkata, “’The Other Side’ adalah sebuah Langkah besar bagi kami untuk keluar dari zona nyaman, baik secara musikal ataupun visual. Siapapun yang telah mengikuti kami sejak awal, pasti sadar bahwa kami telah mencoba memasukan sound yang lebih melodic pada materi sebelumnya, tapi tidak pernah benar-benar menggunakannya secara penuh hingga sekarang.”

“Kami sangat khawatir bagaimana ‘The Other Side’ akan diterima oleh para pendengar kami, karena tampaknya suatu perkemabngan adalah sesuatu yang jarang disambut pada dunia metal. Namun, kami sangat percaya bahwa kami memiliki banyak hal untuk ditawarkan sebagai musisi selain riff-riff yang berat dan juga bagian yang memicu moshing, dan kekuatan dari lagu tersebut akan cukup untuk memenangkan bahkan para metal purist yang paling skeptis sekalipun.”

Walaupun Malevolence memilih untuk melakukan pendekatan yang jauh berbeda dari sound yang biasa mereka bawakan, karakter tersebut tidak sepenuhnya hilang, pada beberapa bagian juga masih terasa heavy dan agresif dengan raungan distorsi gitar dan teriakan emosional dari sang vokalis. Kedua kombinasi tersebut terasa sangat pas dan tidak memaksakan.

Sepertinya, selain mencoba keluar dari zona nyaman, alasan mereka memilih sound seperti itu juga karena narasi yang ingin disampaikan melalui lagunya tersebut cukup sedih nan sendu.

“Secara lirik, lagu ini bercerita mengenai kehilangan seseorang, apakah kita merujuk pada hubungan romantis, atau berkabung, hal tersebut terbuka untuk interpretasi masing-masing pendengar,” tambahnya.

Jadi masuk akal kan yaa, kenapa Malevolence mencoba pendekatan sound yang berbeda dari biasanya, biar singkron gitu antara narasi dan juga nuansa dari lagunya. Buat kamu yang udah nggak sabar pengen ikutan sedih-sedihan, langsung aja cekidot musik video dari ‘The Other Side’ berikut!

Related Articles

Back to top button