Lupakan Hayley Williams, Inilah 5 Vokalis Punk Perempuan Terkeren di Abad 21!

Eits, sebelum kamu komentarin artikel ini atau posting sosmednya karena vokalis cewek yang dibahas dan kesannya kayak sexist, tolong dibaca lebih seksama ya! Tulisan ini untuk mengapresiasi bahwa semua gender bisa setara dalam konteks bermusik dan bukan hanya citra maskulin yang terus dimajuin ke publik tentang genre musik rock. Read before you comment, okay.

Anyway, judul tulisan tersebut emang beneran adanya kok. Bukan nyinyir atau ngejek. Karena selama ini stereotip vokalis punk/pop punk cewek selalu identik ke sosok Hayley Williams. Like, please deh. Masih banyak kali yang lebih keren secara musik dan movement dibanding doi. Oke, nggak perlu lama-lama lagi, langsung aja ke daftarnya ya!

Brody Dalle

Di era 2000an awal ketika Warped Tour masih keren dan pop punk belum terlalu menye-menye, Brody Dalle menyeruduk tren musik punk yang kerap dianggap “musiknya laki-laki” bersama band punk-nya, The Distillers. Yang bikin The Distillers keren adalah musik mereka yang meski pun bernuansa punk rock straight-forward, penulisan lirik yang dibikin sama Brody terkesan puitis banget dan berlapis makna. Cek aja deh salah satu hits mereka “Beat Your Heart Out”.

Donita Sparks

Pas Nirvana lagi naik-naiknya dan dianggap sebagai dewa musik grunge di pertengahan 90an, banyak band-band grunge obscure yang akhirnya yang mulai dilirik oleh beberapa pendengar musik umum. Salah satunya adalah L7. Band grunge yang semua personilnya perempuan ini emang punya sound yang unik dibanding dengan band-band grunge di masa itu. Terutama suara vokalis Donita Sparks yang menghipnotis banget. Selain musiknya yang keren, beberapa aksi panggung mereka yang kerap kali menyuarakan kesetaraan gender beberapa kali mengundang kontroversi. Seperti ketika Donita melempar pembalutnya yang belum dibersihkan ke arah penonton di festival musik Lolapallooza 1996 silam. That’s punk as fukk!

Kathleen Hanna

Kalau ngomongin pergerakan perempuan di kancah musik punk, kamu nggak bisa ngelupain sosok Kathleen Hanna begitu aja. Dia yang terkenal sebagai vokalis dari band pionir riot girl Bikini Kill dan La Tigre nggak cuma cocok disebut sebagai vokalis punk aja. Dia punya label rekaman yang bernama Kill Rock Stars Records yang beberapa artis di dalamnya memiliki karya yang selalu menyerukan kesetaraan gender. Kathleen juga dikenal sebagai aktivis garis keras mengenai genderequality, sampai hari ini dia masih aktif turun ke jalan untuk menyuarakan hal yang dia perjuangkan tersebut.

Nadezhda Tolokonnikova

Pussy Riot emang lebih cocok dibilang sebagai sebuah kolektif art sih dari pada sebuah band. Tapi ya, mereka juga punya lagu jadi tetep sah lah buat dibilang sebagai sebuah unit musik. Meski keanggotaan personil Pussy Riot nggak jelas, satu nama yang selalu diasosiasikan dengan Pussy Riot adalah Nadezhda Tolokonnikova. Konon katanya dialah yang menginisiasi semua pergerakan Pussy Riot di awal pergerakannya dan terus menginspirasi banyak permepuan untuk tetap berada di garis depan.

Kim Shattuck

The Muffs adalah band pop punk yang berhasil menembus pasar musik tahun 90an dan 2000an dengan musiknya yang super nge-pop tapi tetep nge-rock. Salah satu daya tarik dari The Muffs adalah sosok sang gitaris dan vokalis, Kim Shattuck. Kim itu seperti sosok cewek yang terlalu keren buat diajak kencan tapi selalu asyik kalau diajak nongkrong bareng. She was totally awesome.

Namun kepergian Kim yang mendadak di tahun 2019 lalu memang meninggalkan kesan yang mendalam bagi dunia punk rock. Bahkan Fat Mike pun sampai membuat lagu tribute untuk kepergian Kim yang terlalu mendadak. We miss you, Kim.

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button