Lika Liku Penampilan Band Sidestream di Televisi Nasional

Tadi pagi pas lagi cek Twitter, salah satu teman saya nge-twit tentang salah satu momen paling ja’ing di ranah program musik televisi. Yaitu pas momen unit chaotic metalcore asal Jakarta, Thirteen, waktu mereka tampil di Dahsyat sekitar 10 tahun yang lalu. Bayangin deh, band sidestream kayak Thirteen main di acara televisi nasional macam Dahsyat? DAHSYAT FRIEND! LALALA YEYEYE~

Sumber: https://twitter.com/magruderjazz/status/1339044422189608960

Tanpa harus menonton tautan video di twit-nya, saya masih ingat betul bagaimana Alm. Olga Syahputra bereaksi terhadap musik yang Thirteen mainkan. Ya sudah bisa ditebak, ketika dua dunia yang jauh berbeda bertabrakan, tinggal tunggu waktunya untuk meledak saja. Tindakan almarhum pada waktu itu menuai banyak kontroversi, terutama dari para pendengar musik di ranah sidestream. Karena mereka rasa, almarhum sotoy dan nggak sopan sama Thirteen. Yaaa, kalau dipikir-pikir di masa ini, mungkin almarhum cuma bersikap spontan aja dengan situasi di studio kala itu dengan tujuan supaya tetep lucu di depan kamera. Who knows.

Fenomena band-band bermusik sidestream yang tampil di acara televisi beberapa tahun lalu mungkin terasa mengherankan. Waktu itu belum ada grey area di mana so-called musik independen sudah bisa diakses oleh siapa pun dan didengarkan oleh kalangan mana pun. Meski di era transisi, pola pikir elitis akan satu band atau suatu jenis musik tidak boleh terekspos untuk kalangan normies menjadi hal yang lumrah di masa itu. Tapi kalau boleh jujur, kehadiran beberapa band sidestream di televisi di masa itu menjadi sensasional ketika pada akhirnya mereka menghujam karang komersil dan eksposur masif dari berbagai target audience. Dan lucunya, band-band yang ‘dipertahankan’ oleh para panglima skena ini malah enjoy-enjoy aja dengan popularitasnya setelah masuk TV. Talking about plot twist right here!

Baca juga: 5 Momen Punk Paling Gila Sepanjang Sejarah Pertelevisian

Beda cerita dengan hari ini. Mungkin karena tren televisi pun sudah mulai bergeser dan ada beberapa stasiun TV yang memang berusaha untuk melakukan inovasi, alternatif bintang tamu musisi di sebuah program bisa dibilang menjadi sesuatu yang prestisius. Dahsyat dan beberapa program musik lainnya keukeuh dengan gimmick dan pola siaran yang ditujukan untuk penonton di segmennya yang, yaaa, kamu tahu lah ya. Kini beberapa acara talk show malam pun mulai mengundang band-band sidestream untuk menghiasi gemerlap set shooting-nya dan memanjakan penonton di studio mau pun di rumah. Salah satu acara yang kini rating-nya sedang melangit adalah Tonight Show di NET TV. Acara yang dipandu oleh dua eks-member Clubeighties tersebut kerap kali menampilkan aksi dari berbagai band-band sidestream sebagai salah satu segmennya. Mulai dari Morfem sampai Hoolahoop pernah main di Tonight Show. Fenomena ini mengingatkan saya kepada praktek yang sering dilakukan oleh evening talk show di Amerika sana. Mereka sering banget ngundang band-band cutting edge buat main di program mereka. Entah itu sebagai momentum promosi dari band-nya atau pun ada permintaan langsung dari pegawai kreatif programnya.

Meski pola undangan band sudah berubah, masih ada fenomena yang terulang dari kejadian 10 tahun lalu: band yang muncul di TV sering “dikultus” oleh para snob dan elitis dan tindakan pembawa acara yang membuat beberapa pendengar musik dari band tersebut geram. Well, poin yang kedua kayaknya udah nggak separah kayak dulu sih, tapi masih ada aja yang kayak gitu. Tapi meski dua hal tersebut masih suka muncul hari ini, sebenernya hal itu tetep aja menguntungkan buat pihak musisinya. Pada akhirnya, kemunculan mereka di televisi memang akan menghasilkan benih popularitas yang lambat laun akan mekar. Tinggal gimana aja ngurusnya supaya ‘the television effect’ itu tetep terasa sampai si band-nya bisa sukses’ Yaaa, kembali lagi, suksesnya mau komersil atau nggak, itu mah bebas. Tapi harus diakui setelah merunut dua momentum yang berbeda tentang fenomena ini, televisi masih menjadi salah satu media yang lumayan berpengaruh banget buat sebuah band.

Baca juga: Mending Nulis Lirik Lagu Bahasa Indonesia atau Inggris Ya?

Saya pun teringat obrolan dengan dua teman saya, Kuya dan Abyan dari The Panturas. Mereka sempat diundang ke Tonight Show dan saya pun bertanya kepada mereka mengenai apakah impact dari muncul di TV itu masih seedan kayak 10 tahun lalu. Kuya pun menjawab, “Masih lah euy. Soalnya yang nonton acara TV itu teh dari semua kalangan. TV tea atuh bro, hiburan rakyat.” Abyan menambahkan, “Gimana yak, seneng nggak seneng sih masuk TV mah. Senengnya band aing jadi lebih banyak yang tahu. Nggaknya, jadi banyak orang random yang minta foto. Eh tapi seneng deng dimintain foto juga. Nggak tau lah. Gitu pokoknya mah.” Mendengar kedua jawaban itu dari mereka membuat saya menggaruk dagu dan sedikit ngawang, sepertinya sampai kapan pun televisi masih ada di setiap rumah per satu keluarga di Indonesia, televisi akan terus menjadi suatu tembakan promosi yang hasilnya nggak terduga dengan kecepatan dan jarak tembak yang sangat jauh. Gokil.

Related Articles

Back to top button