Lagu ‘In The End’ Digunakan Sebagai Materi Kampanye, Linkin Park Lakukan Perlawanan Terhadap Donald Trump

Donald Trump memang telah lama dikenal sebagai sosok kontroversial di dunia. Pendapatnya mengenai pandangan politik, kemanusiaan, dan hal lainnya sering kali dinilai bersebrangan dan selalu memicu kontra dari pihak lain. Namun, tidak sampai di situ, pada Sabtu (18/7), Trump bersinggungan dengan Linkin Park karena penggunaan lagu tanpa izin untuk kampanye yang dilakukannya.

Lagu yang digunakan pada video kampanye yang diunggap pada media sosial Twitter tersebut adalah ‘In The End’. Meskipun tidak menggunakan versi aslinya, melainkan versi cover, hal tersebut tentu memicu kemarahan dan perlawanan dari Linkin Park selaku pemilik asli lagunya.

Versi cover tersebut dibawakan oleh Tommee Profitt featuring Fleurie dan Jung Youth yang ternyata juga tidak mengetahui sama sekali mengenai diunggahnya video mereka oleh Dan Scavino, social media director dari Gedung Putih yang kemudian di-retweet oleh Presiden Amerika tersebut.

Setelah retweet dari Donald Trump tersebut, Linkin Park langsung bereaksi melalui akun Twitter-nya dan menyatakan sikap bahwa mereka sama sekali tidak mendukung aksi dari Donald Trump.

Tidak lama setelah twit tersebut keluar, video yang diunggah oleh Dan Scavino kemudian di-take down oleh pihak Twitter. Perlawanan yang dilakukan Linkin Park tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan oleh mendiang Chester Bennington mengenai ketidaksukaannya terhadap Trump dan menyebut Trump sebagai ancaman terhadap Amerika Serikat.

Selain itu, beberapa waktu yang lalu, melalui sesi wawancara bersama Angry American, dia juga menyatakan perasaannya bagaimana merawat anak ketika masa kepresidenan Trump.

Ternyata, Linkin Park bukanlah korban pertama yang lagunya digunakan dengan tanpa izin, sebelumnya Neil Young, Queen, Panic! At The Disco, Rolling Stones, dan beberapa musisi lainnya juga sempat menegur Trump atas penggunaan musik mereka. Bahkan beberapa di antaranya menempuh jalur hukum dalam mengurus kasusnya.

Wah, lumayan bercabang ternyata masalahnya ya, friend. Saya rasa ini bukanlah hal yang bisa ditolerir lagi, terlepas dari sosoknya yang kontroversial, seharusnya sebagai pemerintah bisa lebih bijak dan paham terhadap isu-isu copyright.

Kalau menurut kamu, gimana friend?

Related Articles

Back to top button