Ini Tips Buat Band Kamu Yang Lagi Promo

Promosi dan publikasi adalah salah satu bagian dari proses berkarya bagi kamu yang menjalankan profesi sebagai musisi atau anak band. Tapi kamu sadar enggak sih, ini adalah tahap yang paling menentukan dalam rangkaian berkaryamu.

Ibarat pertandingan sepakbola, promosi adalah momen saat kamu hendak menendang pinalti atau mengeksekusi bola saat tinggal berhadapan dengan seorang penjaga gawang. Katakanlah, penjaga gawang itu media, apapun bentuk medianya. Seringkali, proses dari kamu membuat lagu, merekam, melakukan olah suara (mixing dan mastering) hingga lagu tersebut tinggal dikemas sudah berjalan mulus. Namun, eksekusi saat mengedarkannya ke media seolah-olah membuat situasinya jadi seperti kamu menendang bola terlalu keras hingga melebar dari atas gawang.

Gol-nya adalah ingin karyamu didengar lebih banyak orang kan? Alih-alih didengar, materi promomu justru jadi daftar buang paling depan di meja redaksi media-media yang kamu kirimi materi tersebut.

Enggak mau hal itu terjadi, yuk kita simak deretan kekeliruan anak band dalam mengirim materi promo ke media:

1. Tidak Menaruh Substansi Promo di Badan Surel
Mengirim materi promo band saat ini sangat simpel. Sambil rebahan pun kamu bisa melakukannya via surat elektronik (surel, atau email). Nah, kejadiannya sama seperti kamu melamar kerja ke HRD. Bila kamu tidak menyertakan maksud dan tujuanmu di badan surel (body email), maka orang yang menerima surelmu pasti kebingungan maksudmu apa, kok tiba-tiba mengirim lagu?

Nah, mulai dari sekarang, biasakan menulis maksud dan tujuanmu di badan surel, ya.

2. Menggunakan Bahasa yang Berbelit-belit
Ini juga sering terjadi. Merasa dirinya pujangga, banyak diantara materi promo musisi yang menggunakan bahasa yang bertele-tele. Idealnya, kamu cukup beritahu media yang kamu kirimi materi promo mengenai apa yang baru kamu kerjakan dan apa dampak yang kamu harapkan dari garapanmu itu.

Format paling sederhananya adalah seperti ini: kamu melakukan apa pada tanggal berapa dan apa yang menginspirasimu untuk membuat itu. Bila ada cerita unik di balik penggarapannya, kamu bisa selipkan di bawah materi promo.

3. Menggunakan Bahasa Inggris
Memang betul. Kita dituntut menguasai bahasa Inggris karena itu merupakan bahasa Internasional. Tapi kamu percaya enggak? Mayoritas media promo yang secara utuh menggunakan bahasa Inggris justru jadi materi promo di garda terdepan untuk diacuhkan media lokal.

Meskipun lagumu secara penuh menggunakan bahasa Inggris, meskipun kemampuan bahasa Inggrismu sangat fasih, tapi kita masih tinggal di Indonesia lho. Jadi, mulai dari sekarang cintai bahasa kita sendiri yuk!

4. Tidak Mendeskripsikan Karya Secara Gamblang
Calon pendengarmu itu bukan paranormal yang bisa menerka hasil karyamu lho. Meski konsep membuat orang lain jadi bertanya-tanya akan karya yang kamu ciptakan itu dianggap keren, tetap harus ada deskripsi yang melatarbelakangi karyamu. Apalagi ini untuk dipromokan ke media.

Bila ada personil band-mu yang ingin menuangkan unek-uneknya selama proses pembuatan lagu, tulis saja dalam materi promo. Malah, hal itu bisa jadi pemantik para awak media untuk menggali proses berkaryamu, lho.

Yuk, jangan malas bercerita!

5. Mengirim Naskah Promo dalam Format yang Kurang Pas
Percayalah. Media apapun yang akan mempublis karyamu hanya perlu keterangan apa yang kamu buat. Seringkali materi promo rilis yang sederhana namun jelas tujuannya akan mudah dipromosikan dan mendapat umpan balik memuaskan ketimbang materi promo yang terlihat keren namun sulit dimengerti.

Boleh saja mengirim format promo dalam bentuk PDF, misalnya. Tapi, sertakan materi mentahnya agar memperbanyak opsi pengembangan promomu oleh kawan media, ya.

6. Materi Promo yang Tidak Lengkap
Sampai hari ini, redaksi media kerap bingung karena materi promo dari band (terlebih band baru) hanya mencantumkan lagunya saja. Ya! Lagunya saja tanpa ada keterangan foto, keterangan mengapa lagu ini dibuat dan keterangan rinci lainnya.

Lalu, bagaimana media tertarik untuk memuat ulasan tentang kamu bila kamu saja tak niat untuk diulas?

Nah, bila kamu sudah banyak membuat karya namun selalu tak tembus saat melakukan promo media, ada baiknya mengoreksi diri: mungkin saja kamu melakukan hal tersebut saat mengirim materi promo ke media.

Bila merasa pernah melakukannya, jangan diulangi, ya. Sebaiknya, yuk kita coba buat karya dan memulai melakukan skema promo yang lebih baik.

Tetap semangat berkarya ya!

Back to top button