Kalian Ingat Nggak, 5 Band Emo Ini Pernah Manggung di Indonesia, Loh!

Nggak bisa dipungkiri lagi keinginan saya untuk datang ke acara musik belakangan ini makin menjadi-jadi. Setelah 6 bulan lebih hanya bisa menikmati berbagai dokumentasi konser dari layar monitor. Lama kelamaan pusing juga, friend! Walaupun belakangan sudah ada beberapa yang membuat acara, tapi saya masih belum berani buat datang ke perkumpulan orang banyak, alhasil saya lebih milih #dirumahaja sampai keadaan benar-benar aman. Kalian juga harus gitu, dong. Biar pandemi ini segera beres dan bisa hura-hura lagi tanpa ada beban.

Anyway, selama pencarian saya mencari berbagai video dokumentasi konser, saya menemukan sebuah fakta menarik, bahwa ternyata cukup banyak band-band emo yang pernah berkunjung ke Indonesia pada berbagai kesempatan. Hal tersebut saya temukan secara nggak sengaja, entah gimana ceritanya akhirnya algoritma Youtube membawa saya pada penemuan fakta tersebut. Misterius sekali.

Seperti di banyak negara lain, Indonesia juga sempat terkena dampak dari pergerakan musik emo pada tahun 2000an. Mungkin hal tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab para promotor tertarik untuk membawa band-band emo untuk manggung di Indonesia. Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba membangkitkan ingatan sekaligus memberi informasi mengenai beberapa band emo yang pernah manggung di Indonesia. Mari kita mulai~

Alesana

Nama Alesana tentunya sudah tidak asing bagi para pendengar musik emo yang sudah aktif mengeksplorasi sejak tahun 2000an. Lagu-lagu dari salah satu band emo paling tersohor pada masanya tersebut saya yakin banyak menghiasi playlist musik kalian. Entah itu hanya beberapa lagu, atau bahkan beralbum-album.

Pada tahun 2011 silam, salah satu brand clothing asal Bandung, PSD, memboyong Alesana untuk bermain di acaranya yang bernama ‘Supergig!’. Tapi bukan cuma tampil sendiri, pada kesempatan itu mereka juga berbagi panggung bersama Set Your Goals dan Suicide Silence. Ah, masa muda~

The Used

Berbeda dengan band lainnya pada list ini, The Used telah berkunjung ke Indonesia sebanyak 2 kali, yaitu pada tahun 2008 dan 2019. Butuh waktu 11 tahun untuk akhirnya membawa The Used kembali menyapa para penggemarnya di Indonesia. Sebuah penantian yang pastinya berbuah manis, terutama bagi para penggemarnya yang sudah mendengarkan mereka sejak lama.

Selain My Chemical Romance, pelantun ‘Burried Myself Alive’ dan ‘Blue and Yellow’ tersebut juga cukup berhasil memberikan influence terhadap cara bermusik ataupun berpakaian para remaja pada masa itu. Sehingga kehadirannya tentu menjadi sebuah momen ‘naik haji’ yang tidak boleh terlewatkan.

Dashboard Confessional

Kepopuleran film Spiderman pada pertengahan tahun 2000an sukses juga melambungkan nama para pengisi OST-nya. Salah satu yang terkena dampak tersebut adalah Dashboard Confessional yang mengisi film tersebut dengan lagu berjudul ‘Vindicated’. Pada era tersebut mereka seakan menjadi band alternatif bagi yang ingin bersedih ria tapi nggak mau mendengarkan lagu emo yang berisik.

Pada kunjungannya tahun 2010 silam tersebut selain menjadi kali pertama mereka berkunjung ke Indonesia, juga menjadi kali pertama mereka berkunjung ke Asia Tenggara. Sebuah fakta yang cukup membanggakan tentunya. Bahkan mereka sampai kaget oleh bagaimana respon dari para penontonnya di Indonesia ketika mereka tampil karena cukup di luar dugaan mereka. Keren.

My Chemical Romance

Kalian pernah berpakaian serba hitam dengan rambut polem dan kuku yang dicat berwarna hitam? Saya yakin kalian terinspirasi oleh dandanan dari My Chemical Romance pada masanya. Ya, sebesar itu memang pengaruh mereka terhadap scene emo pada era 2000an. Meskipun banyak yang mendebat bahwa emo yang populer pada era tersebut bukanlah merupakan ‘real emo’. Tapi itu topik lain, bisa panjang banget kalau dibahas di sini.

Berselang 2 tahun setelah merilis album keduanya, ‘The Black Parade’, My Chemical Romance memilih Indonesia sebagai salah satu titik dalam rangkaian tur promonya pada saat itu. Kepopuleran video klip hits-nya seperti ‘Helena’ dan ‘Welcome to the Black Parade’ yang sangat sering diputarkan pada saluran MTV pada kala itu sukses menyedot perhatian dari kurang lebih 5000an penggemarnya untuk menonton mereka secara langsung. Apakah kalian jadi salah satunya?

American Football

Ketika ditanya mengenai penyesalan terbesar apa yang saya alami ketika tahun 2019, saya tidak ragu akan menjawab karena saya kelewatan untuk menonton American Football secara langsung! Secara pribadi, American Football cukup berpengaruh dalam proses eksplorasi saya terhadap band-band emo era 90an, seperti Mineral, Sunny Day Real Estate, Texas Is The Reason, dan beberapa band lainnya.

Band yang sempat bubar, lalu kemudian rujuk kembali tersebut berkesempatan untuk mengunjungi Indonesia pada Agustus 2019 lalu. Bertepatan dengan momen comeback sekaligus merayakan perilisan album keduanya tersebut pastinya bikin banyak orang nggak menyia-nyiakan kesempatan untuk menonton American Football, dan hasilnya, berdasarkan informasi yang saya dapat, tiket pada konser tersebut sold out tak bersisa. Nggak kebayang ada berapa banyak orang yang nangis ketika mendengarkan ‘Never Meant’ dimainkan secara langsung. Kalau saya ada di sana, mungkin saya adalah salah satunya.

Nah, itu dia kelima band emo yang pernah berkunjung ke Indonesia pada berbagai kesempatan. Mari bersama berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan acara musik dalam skala besar ataupun kecil bisa terselenggara lagi. Makanya, mending pada #dirumahaja dulu yaa sampai wabahnya benar-benar menghilang! Nggak kasian apa sama sobat-sobat yang udah kangen moshing dan sing along di konser?

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button