Joan of Arc Akan Bubar Setelah Merilis Album Terakhirnya, ‘Tim Melina Theo Bobby’

Berita yang cukup menyedihkan datang dari salah satu band emo veteran asal Amerika, Joan of Arc. Pada Rabu (23/9), setelah berkarir selama kurang lebih 25 tahun, mereka akhirnya mengumumkan pembubaran dirinya setelah merilis album terakhirnya, Tim Melina Theo Bobby’ pada Desember mendatang. Jika dibandingkan dengan beberapa proyek musik yang diisi oleh Kinsella bersaudara lainnya, Joan of Arc adalah yang paling panjang umur, karena yang lainnya rata-rata hanya berusia seumur jagung saja.

Sebuah pengumuman yang cukup menimbulkan perasaan campur aduk. Sedih, karena mereka memutuskan untuk mengakhiri karirnya, tapi juga senang karena sebelum hal itu terjadi, mereka semacam memberi salam perpisahan dulu melalui albumnya nanti. Jadi nggak ujug-ujug banget lah bubarnya, kayak band-band yang lain.

Pengumuman tersebut juga dibarengi dengan perilisan single utama pada album tersebut, yaitu ‘Destiny Revision’. Selain momennya yang cukup membuat haru, visual pada single tersebut juga seakan menjadi bensin untuk menambah perasaan tersebut. Pada video ‘Destiny Revision’, diperlihatkan foto-foto hasil dokumentasi dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi oleh Joan of Arc sepanjang karirnya. Tempat-tempat tersebut adalah Detroit, Prague, Rijeka, dan Tokyo semuanya diperlihatkan pada video tersebut. Serta yang paling berkesan adalah tempat legendaris, Berghain di Berlin, tempat di mana kuartet tersebut bermain terakhir kali. Nuansanya sentimental banget kan, friend?

Secara narasi, ‘Destiny Revision’ bercerita tentang pengalaman personal dari Tim Kinsella, sang frontman, untuk menerima dan beradaptasi ketika keinginan yang kita bayangkan dalam hidup tidak dapat tercapai sebagaimana mestinya. Dalem banget~ Walaupun mungkin setiap komponennya memiliki cerita yang berbeda, tapi semua komponen pada single terbarunya tersebut seakan melengkapi satu sama lain dan bergabung menjadi sesuatu yang utuh. Sebuah pengalaman yang menarik, apalagi setelah tahu semua cerita di balik lagunya.

Yak, udah cukup sedih-sedihannya. Buat sekarang, mari kita nikmati bersama, sebuah pembuka dari ucapan perpisahan yang manis dari Joan of Arc, ‘Destiny Revision’.

Related Articles

Back to top button