‘Jentaka’, Lagu Persembahan dari For Revenge untuk Para Introvert

Nama-nama seperti Jimi Multhazam, Cholil, dan Ugoran Prasad merupakan beberapa nama yang cukup berjasa bagi saya dalam mengenalkan beberapa diksi yang tidak umum dalam Bahasa Indonesia melalui lagu-lagu yang mereka ciptakan. Namun sepertinya, daftar tersebut akan bertambah dengan kehadiran Boniex Noer dari For Revenge di dalamnya.

Diksi yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah keadaan atau tema dari lagu-lagu For Revenge, terutama sejak momen comeback-nya di tahun ini menurut saya cukup menarik dan unik. Pada awal tahun kita disambut oleh ‘Derana’ dan ‘Serana’, kemudian dilanjutkan oleh single ‘Perayaan Patah Hati’, dan pada Jumat (20/11), kuintet post-hardcore asal Bandung tersebut merilis Jentaka.

Awalnya saya salah mengartikan dengan menganggap judul tersebut adalah sebuah typo dari kata jenaka, namun asumsi saya ternyata salah, friend. Judul single terbarunya memanglah ‘Jentaka’ yang menurut KBBI memiliki arti celaka; sengsara; sial. Nggerus banget ternyata maksud dari judulnya.

“Lagu ini adalah tentang para introvert yang menyembunyikan kesedihannya di depan orang lain. Makna lagu ini akan lebih terjelaskan di short movie Jentaka nanti,” ungkap Boniex. Menarik nih, friend, ternyata For Revenge masih punya hadiah akhir tahun buat kita semua.

Untuk menyampaikan narasi tersebut, mereka mengajak Faizal Permana alias Ical dari Kilms untuk menyumbangkan suaranya. Momen tersebut juga menjadi momen yang cukup menarik di mana Pras (gitaris Slap It Out) kembali bekerja sama dengan Ical (mantan vokalis Slap It Out).

“Jauh sebelum saya balik ke For Revenge, saya salah satu pengagum karakter vokal Ical. Kebetulan, gitaris For Revenge sekarang, Pras, punya hubungan yang intim sama Ical. Hahaha. Nggak ada salahnya kan membiarkan mereka reuni di For Revenge?” terang Boniex menjelaskan alasan mereka mengajak Ical.

Secara musik, masih dalam satu nuansa pada single sebelumnya, ‘Perayaan Patah Hati’, For Revenge kembali memasukan unsur beat elektronik dan bebunyian dari Saxophone pada aransemen musiknya. Hal tersebut semacam jadi penyegaran di tengah banyaknya band yang mengusung musik serupa dan hanya menggempur kita dengan raungan distorsi dan breakdown tiada henti.

Berdasarkan hal tersebut saya jadi penasaran, apakah ini formula baru yang akan terus digunakan oleh For Revenge pada rilisan selanjutnya? Atau bahkan akan melakukan eksplorasi yang lebih jauh lagi? Sementara mah disimpen dulu aja pertanyaannya, mending dengerin dulu aja single terbaru dari For Revenge, ‘Jentaka’ di bawah ini!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button