Hüsker Dü, Band Influensial yang Bikin Green Day Sembah Sujud

Teks: Ilham Fadhilah

Jika menyinggung istilah midwest emo, kemungkinan terbesar musik yang terbesit dalam pikiran kamu yaitu band dengan lagu berketukan ganjil diikuti pattern gitar yang cukup rumit dan sukar diterima telinga awam. Band yang cukup nempel dengan citra tersebut serta familiar saat ini untuk didengar yaitu American Football. Maksud saya, siapa yang sampai hari ini masih asing dengan intro “Never Meant karya band tersebut?

Saya rasa masih ada yang menjadikan karakter musik ala “Never Meantsebagai barometer musik itu layak menyandang istilah midwest emo atau bukan. Yah, meskipun jika begitu adanya, menurut saya itu sebuah miskonsepsi dalam istilah midwest emo itu sendiri. Sebenarnya, tidak melulu harus memainkan musik dengan ketukan ganjil dan pattern gitar rumit untuk menyebut musik itu midwest emo.

Istilah midwest emo itu sendiri sebenarnya layak untuk disematkan bagi mereka yang memainkan emo dan berasal dari bagian barat-tengah Amerika. Meskipun pendekatan musik yang mereka bawakan berbeda-beda. Ini bukan soal karakter musik atau sound yang dihasilkan, namun perihal lokasi tempat di mana mereka tumbuh dan eksis.

Midwest emo fan be like… (via lpassociation.com)

Ngomong-ngomong soal midwest emo, saya jadi kepikiran untuk membahas salah satu band legendaris yang (sebenarnya) layak untuk dicap sebagai salah satu penyulutnya, meskipun namanya tak pernah tertera dalam deretan nama band-band tersebut. Nama itu adalah Hüsker Dü, band kelahiran Minesotta, Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 1979. Bahkan, beberapa band yang muncul setelahnya seperti Jawbreaker atau Jets To Brazil saya rasa masih terpengaruh musik mereka meskipun lahir di wilayah berbeda (pinggiran barat Amerika), tepatnya di New York. Nggak perlu contoh yang terlalu obscure deh, band segede Green Day aja sampe memuja mereka. Buktinya, Green Day sempet merilis salah satu lagu cover Hüsker Dü beberapa tahun lalu dan memainkannya di sebuah program MTV. Gokil nggak tuh, friend?

Digawangi oleh personel tetap yaitu Bob Mold (gitar,vokal), Greg Norton (bas, vokal) dan Grant Hart (drum, vokal). Hüsker Dü mulanya memainkan musik-musik yang kental dengan suara hardcore, namun lambat laun mereka  bertransformasi menjadi terdengar seperti alternative rock. Tepatnya setelah mereka menelurkan album Candy Apple Grey tahun 1986.

Pionir midwest emo: Hüsker Dü (via wikipedia.org)

Pasca Candy Apple Grey, rasanya mereka sudah menjadi panutan sahih untuk sebuah band yang tengah melakukan eksplorasi sound emo lebih kental ke arah alternatif ketimbang gelombang emo ala Rites of Spring atau Embrace yang  tengah bergejolak di Washington D.C sana pada tahun yang sama.

Hüsker Dü lahir dari belahan Amerika yang lain bersamaan dengan The Replacements. Mereka tentunya membawa energi yang berbeda pula. Melihat dari sisi mana pun, musik mereka berbeda dengan band-band emo yang tengah tumbuh seumuran dengannya. Dan lebih tepatnya lagi, istilah emo saat itu belum terlalu masif. Bahkan masih dianggap sebagai ‘hinaan’.

Meskipun semuanya hanya hasil pengamatan, bahkan mereka sendiri tidak pernah mengecap bahwa band mereka itu emo. Namun saya rasa Hüsker Dü merupakan bagian penting jika menyinggung dunia emo sampai ke akar-akarnya. Sebenarnya sejak dua album lebih awal mereka yaitu Zen Arcade (1984) dan New Day Rising (1985), mereka sudah memainkan hardcore punk yang memicu istilah post-hardcore sebagai penyebutannya. Memainkan hardcore yang lebih lambat dan kontemplatif serta lirikal yang berbunyi personal. Dan satu yang masih saya percayai hingga hari ini, istilah post-hardcore tentu lekat dengan emo.

Kiri ke kanan: Greg, Grant, dan Bob (via sophiesfloorboard.blogspot.com)

Sebelum munculnya nama yang terkenal dari skena midwest emo seperti Sunny Day Real Estate atau Mineral. Hüsker Dü sebenarnya sudah menyalakan obor emo tanda menyalaknya musik tersebut dari tanah Amerika di bagian barat-tengah, namun namanya justru seakan tenggelam dan tergantikan oleh band-band setelahnya.

Kalau berbicara sejarah musik dan asal muasalnya, kadang selalu terasa banal karena selalu banyak perspektif dan opini yang menyelimutinya. Yaaa, mungkin seperti opini yang saya gembar gemborkan lewat tulisan ini mengenai Hüsker Dü yang sebetulnya punya kontribusi yang super signifikan terhadap perkembangan musik emo, terutama di kategori midwest emo. Tapi secara historis dan impact, nama Hüsker Dü tidak bisa dilewatkan begitu saja sebagai suatu bagian penting di sejarah musik tersebut.

Dengarkan Hüsker Dü di sini.

Related Articles

Back to top button