Hampir Mati Akibat Korona, Drummer Band Metal Ini Pensiun Jadi Pemuja Setan

Ada-ada saja cerita tentang korona ini. Ya, drummer Death Angel Will Carroll berhenti jadi pemuja setan. Will Carol hampir meninggal akibat terpapar virus korona setelah menggelar tur konser The Bay Strikes Back selama lima minggu di Copenhagen, pada Februari silam.

Setelah rangkaian tur di Milan dan Hannover dibatalkan akibat wabah korona merebak di sana, sejumlah anggota band dan kru merasa pegal-pegal dan kelelahan ketika ingin kembali ke negara asal. Kondisi Carroll kala itu langsung tidur sesampainya di apartemen. Ia tidak bangkit dari kasur selama lima hari. Ketika bangun, suhu badannya mencapai 39,2°C. Dia juga kesulitan bernapas. Carroll tak ingat sama sekali ketika dibawa ke Rumah Sakit California Pacific.

Lelaki 47 tahun itu dirawat 12 hari di ruang ICU. Dia dibuat koma dan dipasangkan ventilator untuk membantu pernapasannya. Selama tak sadarkan diri, Carroll bermimpi mengunjungi tempat-tempat mengerikan. Sebelum sakit, dia menyukai musik satanik dan mendaku diri pemuja setan.

Carroll diberi tahu seberapa serius kondisinya waktu itu. Tenaga medis bahkan tak yakin dia bisa bertahan hidup. Dikutip dari berbagai media, Ahli paru Dr. George Horng memberi tahu Carroll adalah pasien COVID-19 dengan kondisi terparah di rumah sakit.

Wah, menarik juga ya perubahan yang dialami Carroll setelah kena korona. Meski di Indonesia, kehadiran virus korona seperti enggak mengubah apa-apa, kita tetep harus hati-hati ya!

Sumber Foto: vice.com.

Back to top button