RICH NEWS

Gugatan Temaram di Album Instrumental, “Praise The Darkness” 

Pasca empat tahun absen dalam perilisan album, Temaram akhirnya kembali dengan album sophomore mereka. Lain dengan album perdananya, kali ini mereka menelurkan paketan musik instrumental yang dibaptis dengan nama Praise The Darkness berisikan tiga trek. Album ini merupakan rentetan gugatan mereka dalam kehidupan bernegara.

Trio berisikan Nugraha Adam (drum), Yudha (gitar) dan Iqbal (gitar) memberdayakan kembali materi endapan yang sudah mereka pendam sejak 2018. Pekatnya ambience gelap dalam irama stoner/doom rasanya masih menjadi formula terjitu untuk menyampaikan amarah mereka, begitu pun yang mereka tuangkan dalam album ini.

Gambaran sebuah mimpi buruk yang telah dilalui di balik negara itu sendiri terbentuk. Beberapa perkara yang meliputinya pun menjadi jalan terjal untuk kita lalui sebagai warga negara. Di sini, melalui tiga trek, mereka juga menceritakan tiga perkaranya tersebut yang tertuang dalam ramuan musik instrumental.

Praise The Darkness (2021)

“Oilslamicstate” adalah perkara keserakahan yang dilegitimasi negara. Tentang restu pada perusak Sumber Daya Alam (SDA) yang mengambil banyak kehidupan. Lewat distorsi kotor nan lengket Temaram seperti memaparkan betapa menjijikannya perusak itu.

“Burn” memperkarakan nasib muram orang-orang yang melawan. Mereka, yang berdiri di baris depan perlawanan terhadap congkak dan keserakahan kerap berakhir sunyi. 

Perlawanan adalah jalan pintas menuju pemakaman. Yang lebih beruntung barangkali diasingkan sampai tandas hidupnya. Introduksi yang lamban namun menekan lalu mengapi di pertengahan lagu dengan pola, riff, dan atmosfer yang sama sekali berbeda semacam tanda bahwa api perlawanan terwariskan di tiap generasi.

“Dan “Heals” adalah perkara rakyat yang harus bisa menyembuhkan borok negaranya sendiri. Kami merangkum cerita itu ke dalam musik dan ambience instrumental yang disuguhkan. Kalau didengarkan seksama, tiga lagu itu memiliki ambience yang berbeda,” kata Yudha.

“Puas rasanya kami bisa merekam lalu memindahkan banyak peristiwa yang disembunyikan di balik wajah dan slogan heroik di tengah anak muda itu ke apa yang kami yakini (musik). Semoga kita tidak menjadi bagian dari banyak perkara itu,” sambung Iqbal.

Praise The Darkness dirilis via Otakotor Records, label asal Yogyakarta yang banyak dijebol band-band stoner. Untuk dengarkan via streaming digital, kamu bisa klik tautan di bawah ini, friend!

Back to top button