Green Day, Pearl Jam, dan Musisi Lainnya Meminta Para Politisi Untuk Meminta Izin Sebelum Menggunakan Karya Mereka

Beberapa waktu lalu, Linkin Park sempat membuat gugatan terhadap Donald Trump karena menggunakan materi lagunya tanpa izin untuk kepentingan kampanye. Namun, sebelumnya juga telah banyak musisi yang mendapatkan perlakuan serupa dengan menggunakan materi mereka tanpa izin, band-band tersebut di antaranya adalah Panic! At The Disco, Neil Young, Rolling Stones, dan beberapa musisi lainnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Green Day dan Pearl Jam telah bergabung bersama Rolling Stones, Aerosmith, dan Courtney Love menuntut partai politik di Amerika untuk meminta persetujuan terlebih dahulu dari para musisi sebelum menggunakan musik mereka tanpa izin pada acara kampanye.

Artist Rights Alliance (ARA) membuat sebuah terbuka yang ditujukan kepada komite nasional, kongres, dan senator dari partai demokrat dan juga republik di Amerika untuk menyorot hak-hak para artis dan penggunaan musik mereka pada berbagai acara politik.

“Kami telah melihat banyak sekali musisi yang terseret pada urusan politik di luar keinginan mereka dan terpaksa untuk melakukan sebuah langkah agresif untuk melarang penggunaan musik mereka – biasanya lagu yang disiarkan ketika masa kampanye,” tulis ARA.

“Hal tersebut bisa membuat para fans menjadi bingung dan kecewa dan bahkan mengancam pendapatan jangka panjang yang bisa didapatkan oleh musisi tersebut – dan sebagian besar, itu tidak benar. Para politisi ingin mewakili kepercayaan publik harus bertindak lebih baik – dengan meminta persetujuan sebelum mengeksploitasi karya dari para musisi.”

Wah, semakin keras ternyata perlawanan yang dilakukan sama pihak musisi nih, friend. Sebuah hal yang memang sudah seharusnya dilakukan untuk melindungi karya mereka masing-masing. Dan buat kita sebagai para pendengarnya juga harus belajar dong menghargai karya para idola kita dengan tidak melakukan pembajakan yang serupa~

Related Articles

Back to top button