Gracehowl Gabungkan Punk-Rock dan Crossover Thrash Pada Single 'I Wanna Be A Robot' • RICH MUSIC by REACH & RICH
RICH NEWS

Gracehowl Gabungkan Punk-Rock dan Crossover Thrash Pada Single ‘I Wanna Be A Robot’

Saya selalu takjub dengan keberadaan seseorang yang bermusik sendiri dalam format band, atau bahasa kerennya mah, one-man band. Entah apapun genre yang dibawakan, saya rasa effort yang dikeluarkan sama besarnya. Karena orang tersebut harus merekam berbagai instrumen yang dibutuhkan secara mandiri. Beberapa nama one man band lokal yang saya tahu adalah The Battlebeats dan Vvachrri (walaupun sekarang udah jadi format full-band). Akhirnya saya menemukan lagi one-man band yang bisa ditambahkan pada list tersebut, yaitu Gracehowl.

Gracehowl merupakan proyek solo dari Yana Setya Nugraha yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band math-rock/emo Bandung, hulica. Namun ternyata, Gracehowl telah dimulai jauh sebelum Yana bergabung di hulica, tepatnya pada tahun 2014 silam. Pada Sabtu (10/10) kemarin, Gracehowl baru saja merilis single terbarunya, I Wanna Be A Robot’.

Single tersebut dikabarkan akan menjadi salah satu track dari EP yang akan segera dirilis dalam waktu dekat yang berjudul ‘Post-Naivety’. Memainkan musik yang terpengaruh oleh band-band punk-rock Jepang seperti Dustbox, Ken Yokoyama, Hi-Standard, dan lainnya, Gracehowl siap menggeber dan memicu para pendengarnya untuk turun ke arena moshpit. Selain itu, unsur crossover trash yang coba dimasukan pada ‘I Wanna Be A Robot’ semakin menguatkan hasrat tersebut.

Walaupun berdurasi cukup singkat, yaitu di bawah 2 menit, tapi ternyata pesan yang ingin disampaikan Gracehowl melalui ‘I Wanna Be A Robot’ cukup banyak dan dalam.

“Lagu ini sebenernya berisi soal curhatan urang yang sering dapat omongan karena dibilang terlalu idealis, nggak realistis. Padahal sebenernya mah hal itu balik lagi ke masing-masing orang. Kalau ngerasa hidup selalu nggak cukup, mungkin hidup yang dijalanin terlalu terpaku soal kepemilikian, sampai akhirnya nggak sadar kalau hidup yang dijalani itu bersifat normatif, tanpa ninggalin apapun di dunia. Kalau kata NOFX mah, ‘possesions never meant anything to me’,” ungkap Yana panjang lebar.

“Selain itu, maksud dari penggalan lirik ‘no time for me to grow up’ juga sebenarnya bukan menolak untuk menjadi dewasa, tapi planning hidup yang urang punya udah terlalu mateng, jadi tinggal dijalani tanpa harus ada perubahan (karena jadi dewasa biasanya mengacu pada perubahan). Jadi intinya mah, lewat lagu ini pengen nunjukin bahwa, udah nggak perlu ribet banget ngurusin orang lain, urang udah tahu caranya harus gimana, nanti tahu ada hasilnya aja,” tambahnya.

Wah lumayan juga pesan yang mau disampaikan. Buat yang udah penasaran, nggak perlu banyak lama lagi, langsung aja nikmati single terbaru dari Gracehowl, ‘I Wanna Be A Robot’ lewat tautan di bawah ini!

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button