Fractured, Talenta yang Geliatnya Wajib Diantisipasi Di Tahun 2021

Mungkin saat ini kita sudah cukup jarang menemui band-band post-rock yang memiliki atmosfer mengawang. Terakhir kali, rasanya nama Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) yang sempat menjadi satu “sosok” dalam musik sejenis ini untuk beberapa tahun ke belakang. Namanya ramai diperbincangkan dan malahan sempat dinobatkan sebagai salah satu unit post-rock terkemuka dalam negeri.

Sebenarnya post-rock sudah bukan lagi suguhan yang segar dalam dunia musik. Namun rasanya untuk di kancah lokal, cukup sukar menemukan band-band yang memiliki atmosfer serupa dengan UTBBYS atau post-rock pada umumnya. Sepertinya kancah musik ini perlu lebih banyak lagi ‘amunisi’ oleh nafas-nafas baru yang bermunculan dari berbagai penjuru mata angin dalam negeri.

Baca juga: 50 Band Potensial asal Bandung yang Mencuri Perhatian

Sampai akhirnya saya menemukan Fahri Septian (gitar/vokal), Ichan Maulana (gitar), Irfan Perdana (bas), Hafidz Zulfahmi (keyboard), dan Harits Bestarimo (drum) yang tergabung dengan nama Fractured. Saya rasa, mereka layak untuk disebut sebagai salah satu perpanjangan nafasnya. Band asal Bandung ini memberdayakan nuansa post-rock yang dibawakan oleh nama-nama seperti Explosions In The Sky, This Will Destroy You, If These Trees Could Talk, atau Caspian dalam materi mereka.

sumber: dokumen Fractured

Terbentuk pada tahun 2016. Nama mereka sendiri sebenarnya terinspirasi oleh salah satu judul lagu dari band cinematic post-rock asal Swedia, Lights & Motion. Di tahun ini mereka merilis “Feels”, sebuah mini album berisikan lima trek yang salah satu lagunya sempat mereka rilis sebagai single perdana pada tahun 2017 lalu.

Secara musikal, sebetulnya mereka menyuguhkan porsi yang layak dalam meramu nuansa post-rock yang memiliki atmosfer mengawang. Suasana yang dihasilkan bekerja secara baik sebagaimana musik-musik instrumental ini kita ketahui dari berbagai nama yang saya katakan di atas.  Setidaknya, ini dapat menjadi referensi lokal terkini jika nama yang ada di kepala kamu itu-itu saja.

Bukan rahasia kalau musik instrumental memang tidak seeksplisit itu dalam menyuarakan emosi yang tersirat di dalamnya. Semua seolah bergantung kepada pendengarnya dalam memaknai setiap detik lajunya musik. Tanpa sepatah lirik pun rasanya kita sudah dapat mengetahui bahwa musik post-rock bekerja dalam gelombang emosi yang  terkandung dalam instrumentalnya.

Baca juga: Tips Menjadi Music Snob Teladan Nan Budiman

Dalam ‘Feels’, mereka sudah cukup menyampaikannya dengan baik. Deretan pedal yang tersusun rapi itu menghasilkan sound yang memuaskan dalam bagaimana mereka menggunakannya untuk membangun suasana musik. Mungkin tidak terdengar baru atau fresh, mengingat kebanyakan band post-rock bekerja secara serupa.

Pemaknaan mengenai suatu pesan yang terkandung begitu relatif dalam suguhan  post-rock instrumental, sebagaimana komposisi musik di dalamnya. Tidak begitu kelam namun menimbulkan kesan ironis nan dramatis yang cukup menonjol. Begitulah rasanya ketika saya mencoba menghabiskan keseluruhan isi ‘Feels’.

Meskipun begitu, mereka tetap memainkan post-rock yang energik. Di berbagai part mereka menunjukan sebuah kepasrahan, namun di bagian  lain, justru kesan menggebu-gebu yang didapat. Semuanya mengalir seperti gelombang emosi yang dapat pasang dan surut dalam diri. Menggambarkan perasaan yang begitu kompleks namun dituangkan tanpa sepatah kata, sedikitnya saya sudah dapat merasakan gelombang emosi dalam musik mereka.

Sebagi torehan pertama, saya rasa ini mejadi awalan yang bagus. Meskipun saya tidak merasakan ada unsur kebaruan atau ciri khas tersendiri yang ada di dalam musikalitasnya. Atau mungkin saya yang belum menyadarinya?  Siapa tahu. Yang jelas, mereka sudah memiliki materi yang mumpuni untuk menginjakan kakinya di ranah post-rock skala lokal.

Baca juga: Sekelumit Tentang Alternatif Parameter Kesuksesan Bermusik

Tidak dapat dipungkiri, memang unsur kebaruan dan ciri khas tersendiri itu memiliki makna yang berbeda-beda. There’s nothing new under the sun. Eksplorasi berlebihan tidak selalu mebawa kepada hasil yang memuaskan. Terkadang, membiarkannya dalam takaran yang ‘pas’ dapat menciptakan sebuah unsur keterbaruan itu sendiri. Atau sedikitnya,karakter itu terbangun dalam diri masing-masing personel.

Saya rasa Fractured sudah mencapai tingkat itu. Sebagai band post-rock instrumental, saya dapat katakan ini merupakan nama yang patut diantisipasi keberadaannya. Jika kamu penyuka musik sejenis. Wajib rasanya untuk menenggak setiap trek yang sudah terkemas rapi dalam EPFeels’ dan biarkan perasaan kamu mengalir tanpa melalui kata-kata.

Oleh Ilham Fadhilah

Related Articles

Back to top button