Fourtysixth Block, Band Melodic Punk Palembang Dengan (Sedikit) Cita Rasa Jepang

Ah, entah mengapa kalau saya mendengarkan band-band lokal yang memainkan musik punk ala Jepang itu agak dilematis. Di satu sisi, ada beberapa band yang berhasil memainkan musik tersebut dengan enak dan tetap terdengar mempunyai ciri khas dari band-nya sendiri. Di sisi lain, ada juga band-band yang terlalu keras berusaha untuk terdengar sangat mirip dengan band yang menjadi referensi mereka. Tapi pada akhirnya malah terdengar sangat generik. Setidaknya itu yang saya rasakan selama ini.

Ketika mendengarkan Fourtysixth Block, saya merasa senang sekaligus khawatir. Secara musikalitas, mereka mampu mengimitasi cara bermain Japanese punk yang sesuai dengan selera saya. Lagu-lagu mereka tidak terlalu banyak fill in gitar dan perubahan chord yang rumit plus harmonisasinya lumayan catchy. Namun ada kekhawatiran yang muncul di pikiran saya mengenai musik mereka. Saya takut kalau kedepannya, mereka akan menulis lagu yang generik karena terlalu mengacu ke band-band punk Jepang yang terkenal karena memainkan musik tersebut.

via instagram.com/fourtysixthblock

Tidak bisa dipungkiri, selalu ada tendensi dari suatu band untuk mengacu ke sound suatu band sebagai referensi. Tapi pada akhirnya, karya yang dihasilkan malah terdengar sangat sama dengan band yang dirujuk. Hal tersebut sering terjadi di ruang lingkup pop/melodic punk. Sudah terlalu banyak band lokal yang disandingkan dengan band referensi mereka. Band ini mirip NOFX lah, band itu mirip Neck Deep lah. Sering banget. Untuk kasus band asal Palembang ini, saya agak kesulitan untuk membandingkan band Jepang mana yang mereka gunakan sebagai referensi. Oke, mungkin ada beberapa lagu yang terdengar sangat Dustbox, tapi toh mereka tidak tumpek blek meng-copy apa yang Dustbox lakukan.

Buktinya ada di lagu “546 Yards” yang terdapat di mini album mereka, Waste Your Time. Sekilas lagu tersebut memang terdengar seperti lagu punk Jepang pada umumnya yang gitu-gitu aja. Lengkap dengan sahutan yang beriringan dan progresi kunci harmonis yang cepatnya. Tapi yang saya suka dari lagu tersebut adalah isian lead gitarnya yang sederhana dan menurut saya, itu nggak tipikal buat sebuah band Indonesia yang memainkan Japanese melodic punk. Karena sudah terlalu banyak band lokal yang berpikir kalau ingin terdengar seperti band Japanese punk, harus memainkan lead gitar yang super rumit dengan akor miring.

via instagram.com/rockincelebes

Bukan maksud untuk membandingkan dengan Fourtysixth Block, saya malah teringat dengan salah satu band melodic punk Jepang yang bernama Mongol800. Kemunculan mereka di kancah musik Jepang di tahun 2000an cukup fenomenal karena mereka memainkan musik melodic punk yang nggak ngebut. Malahan, salah satu lagu midtempo mereka yang berjudul Chiisana Koi No Uta sukses jadi salah satu lagu terfavorit bagi orang-orang disana untuk berkaraoke. Saya rasa, kalau Fourtysixth Block berani untuk tetap bermain simple dan cenderung lebih nge-pop, nama mereka bakal bisa lebih melambung. Karena benih-benih unik itu sudah sangat jelas terdengar di lagu-lagu mereka di EP Waste Your Time.

Cover EP Waste Your Time via bandcamp.com

Kabarnya, Fourtysixth Block sedang menggarap album penuhnya sekarang. Mendengar kabar tersebut, saya pun berharap kalau mereka akan membuat lagu-lagu yang keren untuk album perdana tersebut. Yaaa, bisa dibilang ekspektasi saya cukup tinggi terhadap mereka. Semoga mereka tidak akan jatuh ke lubang band yang generik.

Dengarkan musik Fourtysixth Block disini: https://open.spotify.com/artist/0OZ2mGb4fI0sv9mc6Bujln?si=RMwuoFS1QGuBF7WHbkl31A
Hubungi Fourtysixth Block disini: https://www.instagram.com/fourtysixthblock/?hl=en

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button