Emo Bukanlah Pakem Suatu Genre Musik, Melainkan Narasi Dalam Liriknya

Masih hangat rasanya saya terlibat dalam sebuah forum sotoy bersama tiga orang teman yang sama-sama mempertanyakan sebenarnya bagaimana, sih, musik emo itu terdengar? Atau apakah sebenarnya musik emo itu hanya sebuah genre pelengkap yang tidak memiliki spesifikasi khusus?

Untuk mengawali tulisan ini, mari kita melihat ke 30 tahun yang lalu, ketika era Rites of Spring dan Embrace yang diyakini sebagai penanda lahirnya genre ini, meskipun mereka sepenuhnya menolak disebut sebagai band yang membawakan emocore pada saat itu, tetapi menurut saya mereka lah yang patut bertanggung jawab atas lahirnya genre yang abu dan bias ini.

ccpopculture.com

Kenapa sih abu dan bias? Saya nggak tau sih, ketika saya secara personal mendapati pertanyaan seperti, “terdengar kayak gimana, sih, musik emo tuh?”, mungkin saya hanya bisa menggaruk kepala dan mengerutkan dahi. Lalu jika saya menjawab dengan dangkal “ya, musik emo tuh, musik dengan lirik emosional”, tapi coba pikir deh, statement itu dapat dengan mudah dipatahkan, bukannya semua lirik itu emosional? Karena lirik adalah perasaan dan keresahan personal terhadap suatu hal? Walau sebenarnya jawaban yang paling masuk akal adalah itu.

Lalu bagaimana, sih, spesifikasi musik emo itu? Dan bagaimana dia terdengar? Jujur, saya sendiri mendapati kebiasan dalam genre ini, akan lebih mudah bagi saya jika ditodong oleh pertanyaan semacam, “bagaimana sih musik metal atau jazz itu sebenarnya?” Karena kedua musik tersebut memiliki ciri khas dan pembeda untuk seperti apa seharusnya mereka terdengar, sedangkan emo? Saya cukup bingung untuk mendeskripsikannya.

Jika merunut kepada sejarah yang diyakini, mungkin post-hardcore bisa dijadikan jawaban atas pertanyaan “bagaimana musik emo itu terdengar, sih?” lalu buat band-band emo yang muncul setelahnya menurut saya mereka hanya mengambil elemen pada ramuan lirik dari permainan musik post-hardcore era Rites of Spring dan Embrace pada kala itu saja. Ya, sebenarnya enggak semua cuma ngambil dari segi lirik, sih, ada juga yang sampai mengacu kepada gaya bermusiknya juga.

Secara teknikal jika membandingkan musik yang dimainkan pada setiap eranya, band yang katanya mainin musik emo itu toh berubah-berubah juga, mulai dari yang mengacu pada musik post-hardcore, lalu kemudian memasukkan unsur bebunyian twinkle, alternative, sampai di era modern yang menurut saya kental dengan nuansa powerpop-nya, mereka semua tak luput dari labeling emo, walau mereka membawakan gaya musik yang berbeda, tetapi secara lirikal mereka ya sama, so emotional~

Istilah emo terkesan memberi kalian kebebasan untuk mendeskripsikan bagaimana mereka terdengar. Karena sebenarnya banyak sekali turunan yang dihasilkan oleh post-hardcore sebagai kitab utama dari musik emo itu sendiri, saking banyaknya turunan, pada akhirnya malah membuat genre tersebut semakin bias dan rancu.

Paling mudah sih, sekarang menilai musik emo itu hanya dari lirik dan nuansa yang band itu bawakan, atau paling gampang ya berdasarkan self-proclaimed dari si band itu sendiri. Saya sebenarnya hanya kebingungan untuk menjelaskan secara teknis bagaimana mereka terdengar, yang saya yakini, saya bisa menilai band ini adalah band emo atau bukan melalui persona dan nuansa yang mereka tawarkan saja.

Persepsi orang memang berbeda-beda dalam term musik ini, saya pernah masuk dalam perbincangan yang membahas apakah band semacam Nothing yang membawakan musik alternative yang dipenuhi oleh elemen musik shoegaze, bisa dibilang sebagai band emo? Karena secara penuh, lirik mereka sangat dramatis dan putus asa. Tema lirik yang biasa kita temukan pada band-band emo pada umumnya.

bandofnothing.com

Lagi-lagi saya selalu menemukan titik buta dalam pembahasan seperti itu, jawaban-jawaban seperti “ya, bisa-bisa aja”, malah makin membuat saya kebingungan, bagaimana sebenarnya musik ini terdengar, bukankah ketika mereka sudah memiliki keutuhan nama genre, mereka sangat bisa dengan mudah dideskripsikan, tapi jujur saja hal tersebut nggak terjadi pada musik emo.

Menurut saya secara personal, penggunaan term emo pada saat ini hanya sebagai pelengkap saja, mereka lebih mudah dikenal ketika dimasukan sebagai elemen pelengkap jika disandingkan oleh sebuah genre untuk menjelaskan musik yang dibawakan oleh sebuah band tersebut. Contohnya, Nothing adalah sebuah band alternative yang banyak memasukkan elemen emo pada lirik dan vibes yang mereka bawakan, ataupun Movements sebagai sebuah band pop-punk yang memasukkan elemen emo yang sangat kental pada musiknya.

Mereka tidak bisa dijelaskan untuk pertanyaan macam bagaimana secara instrumen mereka terdengar? Atau hal yang bersangkut paut dengan tektek bengek teknis, emo sudah meluas masuk dalam satu ketuhan genre dan menambahkan nama mereka dibagian belakang secara diam-diam. Mereka adalah formulasi yang merajut lirik dan vibes yang akan menciptakan garis buram, dan itu semua cuma masalah penilaian personal saja.

Menurut kamu gimana friend kebingungan nggak kalo dapat pertanyaan, Bagaimana musik emo itu terdengar?

Oleh Reza Ilham

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button