‘Digdaya’ Jadi Album Ketiga Laze yang Penuh Energi

Album 'Digdaya' ini menampilkan energi buas Laze yang belum pernah tersampaikan sebelumnya.

Rapper dan penyanyi dengan empat nominasi AMI Awards, Laze (@laze92_)melanjutkan trek positifnya dengan resmi merilis album studio ketiganya, Digdaya, bersama Preachja Records (@preachja). Mengisahkan perjalanan diri menuju kesaktian tak terkalahkan yang sesungguhnya — digdaya — album ini menampilkan energi buas Laze yang belum pernah tersampaikan pada pendengar sebelumnya.

Album ketiganya ini diproduksi sebagian besar oleh dirinya sendiri dengan bantuan dari kolaborator lama Marcellino Aditya. Digdaya mempertemukan instrumentasi klasik Indonesia dengan drum dan beat modern pada 13 trek yang masing-masing memiliki kekuatannya sendiri. Dibuka dengan mewah oleh trek “Tipu Daya” yang mempersilakan pendengar masuk ke dalam Digdaya a la Laze lewat instrumentasi yang megah, album ini menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah rapper lainnya — rekan kolektif ONAR, Ayub Jonn (@ayubjonn) pada “Porsi Curah”, Dzulfahmi (@dzulfahmi98) dan Rand Slam (@randslam) pada single yang telah dirilis sebelumnya “Tanpa Perayaan”, Liam Amadeo (@liam.amadeo) dari duo Livingroom pada title track “Digdaya” dan “Merah Muda Biru”, serta rekan label, Akara (@kuakara) pada “Menciptakan Hening” dan Wicigo Shawty (@wicigoshawty) pada “Di Pinggir Jurang” yang juga telah dirilis terlebih dahulu.

Bagi Laze, Digdaya melambangkan proses penggalian kekuatan (dig; gali dalam bahasa Inggris + daya dalam bahasa Indonesia) lewat pelampiasan dan perlawanan terhadap diri sendiri, serta keraguan internal dan eksternal. “Besar harapan agar Digdaya jadi soundtrack perjuangan anda semua melawan naik turunnya kehidupan sambil meneguhkan jiwa,” ujar Laze pada unggahan Instagram-nya.

Related Articles

Back to top button