Cukup Vokal Berpendapat, 4 Musisi Ini Pernah Terjerat Kasus Hukum!

Sebagai seniman, para musisi tentunya memiliki sebuah idealisme yang pada akhirnya dituangkan melalui karya-karyanya. Hal tersebut tentunya sangat wajar, mengingat musik merupakan salah satu bentuk ekspresi yang dapat diberi muatan apapun, sesuai dengan sang pembuat karya. Selain itu, ada juga beberapa musisi yang tak hanya aktif mengemukakan pendapatnya melalui karyanya, tapi juga melalui pergerakan-pergerakan yang dilakukan di luar kegiatan bermusiknya tersebut. Akibat dari hal tersebut, tak jarang pada akhirnya menimbulkan sebuah masalah dan menyebabkan mereka terkena kasus hukum.

Pada tulisan kali ini, saya mencoba merangkum beberapa musisi yang terkenal vokal pada kegiatan aktivisme dan bahkan sampai berurusan dengan pihak yang berwajib. Berikut adalah beberapa musisi yang sempat berurusan dengan hukum. Mari kita mulai.

Atari Teenage Riot

via louderthanwar.com

Musisi pertama yang saya masukkan pada list ini adalah Atari Teenage Riot. Sebuah grup asal Jerman yang merupakan pelopor dari sebuah sub-genre bernama digital-hardcore. Sejak awal kemunculannya, trio tersebut sudah membawa muatan politis baik dari narasi lagunya, maupun dari pergerakan yang mereka lakukan di luar lingkungan musik.

Sejak tahun 90an, Atari Teenage Riot sudah aktif melakukan perlawanan terhadap paham neo-nazi yang sudah tersebar cukup luas pada masa itu. Salah satu hal paling memorable yang pernah dilakukan oleh Atari Teenage Riot adalah ketika mereka bermain “mengiringi” perjalanan para demonstran anti-fasis di Berlin pada awal Mei 1999, lalu kemudian ditangkap karena hal tersebut.

Pussy Riot

via theguardian.com

Jika berbicara mengenai kelompok musik yang paling berani dan blak-blakan dalam mengungkapkan pemikirannya pada satu dekade terakhir ini, maka Pussy Riot adalah jawabannya. Sebuah kolektif musik punk-rock dan performance art asal Rusia yang terdengar sangat vokal ketika membicarakan isu-isu seperti feminisme dan LGBT. Namun, tak jarang juga mereka melakukan protes terhadap pemerintahan Rusia.

Sudah beberapa kali, anggota dari kolektif tersebut terkena melakukan sesuatu hingga terkena kasus hukum. Beberapa di antaranya adalah penahanan atas tuduhan hooliganism yang terjadi pada demo di Moscow Cathredal pada tahun 2012 dan mungkin yang paling populer adalah ketika 3 personil dari Pussy Riot menerobos lapangan ketika pertandingan Piala Dunia antara Prancis melawan Kroasia pada 2018 silam untuk mencari perhatian dari Vladmir Putin.

Paul Simonon (ex-The Clash)

via viralsharebee.com

Jika beberapa musisi lainnya ada pada list ini karena terlibat dalam suatu aksi perlawanan atau demonstrasi, lain halnya dengan Paul Simonon. Mantan personil The Clash tersebut terpaksa berurusan dengan pihak berwajib ketika melakukan suatu misi lingkungan bersama Greenpeace.

Pada tahun 2011, Paul yang mewakili grup bandnya, The Good, The Bad, and The Queen, bersama 17 orang aktivis pecinta lingkungan hidup lainnya melakukan sebuah “penyergapan” terhadap sebuah kilang minyak di sekitar Greenland. Tujuan mereka sebenarnya baik, yaitu ingin mempertanyakan apa langkah dari perusahaan tersebut dalam menangani kebocoran yang mencemari lingkungan. Namun, perusahaan tersebut kemudian menghubungi pihak kemanan, dan tim dari Greenpeace termasuk Paul akhirnya ditangkap untuk beberapa waktu.

Jello Biafra (ex-Dead Kennedys)

via amazonaws.com

Pada saat masih aktif sebagai vokalis dari band punk rock kenamaan, Dead Kennedys, Jello Biafra sempat tersandung sebuah kasus karena dituding telah menyebarluaskan konten “berbahaya” kepada anak di bawah umur pada album ‘Frankenchrist’.

Uniknya, tuntutan yang diberikan oleh sebuah kelompok bernama Parents Music Resource Center (PMRC) tersebut bukanlah mengenai musik ataupun lirik pada album tersebut, melainkan mempermasalahkan sebuah poster karya H.R.Giger berjudul ‘Landscape XX (P***s Landscape)’ yang disertakan pada album tersebut.

Jello percaya bahwa tuntutan tersebut memiliki muatan politis di dalamnya, yaitu untuk mengirimkan pesan kepada musisi lain yang konten musiknya dianggap ofensif. Oleh karena itu, beberapa musisi melakukan dukungan terhadap Jello, dan setelah melakukan beberapa kali persidangan, para jaksa akhirnya berubah pikiran dan menutup kasus tersebut.

Nah, itu dia friend, keempat musisi yang pernah terkena kasus hukum. Menurut kalian gimana, apakah musisi harus terus berpegang teguh pada idealismenya dengan walaupun akan bergesekan dengan hukum, atau para musisi sebaiknya main aman saja, agar tidak berurusan dengan kasus hukum?

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button