Converge Jadi Korban Salah Sasaran Karena Dikira Perusahaan Penyedia Layanan Internet

Memang ya, nama dari sebuah band itu benar-benar penting sebagai identitas. Tak jarang kita kesulitan mencari informasi tentang band kesukaan kita karena namanya terlalu umum, terlalu banyak digunakan, atau bahkan beririsan dengan hal lain yang sama sekali nggak ada urusannya dengan musik. Seperti yang baru saja terjadi pada Converge yang secara tiba-tiba laman Facebook-nya diserbu oleh para penduduk Filipina dan melakukan aduan terhadap permasalahan jaringan internet yang mereka rasakan.

Iya, kamu nggak salah baca. Band mathcore panutan aa-aa skena itu dapat aduan soal jaringan internet. Usut punya usut, ternyata mereka jadi salah sasaran karena memiliki nama yang sama dengan perusahaan penyedia internet asal Filipina yang juga bernama Converge. Walaupun begitu, Converge, nggak ambil pusing soal masalah tersebut dan malah menanggapinya dengan santai melalui postingan di Facebook.

Hey everyone… still just a hardcore band over here. Covid has not forced us to become an internet provider in the…

Posted by Converge on Friday, January 15, 2021

“Halo semuanya… masih sebuah band hardcore di sini. COVID tidak memaksa kita untuk menjadi penyedia layanan internet di Filipina, tapi kami harap semua yang ada di Filipina dapat mendapatkan akses internetnya kembali. Selagi kamu di sini, silahkan klik tautan ke web kami untuk membeli kaos atau lainnya,” ujar Converge.

Peristiwa salah alamat ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kalangan musisi, karena sebelumnya juga, band post-metal ISIS sempat mendapat bombardir komentar karena banyak orang yang mengira bahwa ISIS yang dimaksud adalah sebuah organisasi teroris yang sempat ramai beberapa tahun lalu. Hadeh, dikira netizen Indonesia aja yang doyan ngelawak, ternyata netizen luar negeri juga sama aja. Hee.

Show More

Related Articles

Back to top button