Bitzmika Menghancurkan Batasan Antara Punk Rock dan Jazz

Kalau ngomongin musik jazz, kayaknya yang ada di dalem pikiran tuh nada-nada njlimet dan kunci-kunci gitar yang memusingkan. Bukan jazz kacangan kayak penyanyi favorit para dedek-dedek indie kaleng ya, tapi the real jazz! Bahkan nggak sedikit institusi dan lembaga pendidikan musik di dunia yang punya studi khusus tentang genre musik tersebut. Saking nyekill-nya tuh kali ya.

Tapi saya pernah ngobrol sama seorang musisi session jazz yang nggak mau disebutin namanya. Doi lulusan suatu universitas musik ternama di Amerika Serikat dan kebetulan emang ngambil pengutamaan komposisi jazz. Tapi sosok doi jauh dari kolot dan serius, kayak tipikal musisi jazz “beneran”. Dia mah sruntulan aja, selo dan enak diajak ngobrol. Saya inget salah satu ucapannya yang kayak gini kalau nggak salah, “sebenernya mah jazz teh nggak perlu skill tinggi. Yang penting mah enak dimainin dan nyambung pas jamming.” Dia pun seenaknya nyeletuk, “ya jazz ama punk mah nggak jauh beda. Yang penting ada bunyi, semua happy”. Gokil, filosofis banget yak.

Nah karena saya ojol-ojol inget obrolan sama sang akademisi jazz tersebut, saya pun jadi inget sama salah satu band yang kemarin baru aja rilis suatu “single saga”. Band tersebut adalah Bitzmika. Band asal Bandung ini sebenernya dikenal sebagai band punk rock yang sering menggabungkan elemen surf rock pada lagu-lagunya. Tapi di single mereka yang terbaru ini, mereka malah mainin musik free jazz malahan ada elemen hip hop-nya. Ngaco sih.

Asli ngaco. Dibandingin sama EP mereka yang pertama, Majestic Prince Of Aljabr, single terbaru mereka ini jauuuuuuuuuuuuuuuuh banget sound-nya. Nggak tahu emang konsep atau cuma usil. Karena setahu saya, Bitzmika emang terkenal dengan attitude mereka yang suka iseng dan sruntulan. Ngomongin EP mereka yang pertama tadi, lagu-lagu di EP tersebut emang bernuansa mid-tempo punk rock dan beberapa tembang jangly surf rock. Nah single Bitzmeejazz ini apaan? Nggak ada hubungannya sekali sama garis merah genre musik yang biasa mereka mainin. Sableng.

Saya pun jadi merasa omongan teman jazz saya terasa masuk akal ketika mendengarkan single terbaru Bitzmika ini. Mungkin memang betul, punk itu bisa berbentuk apa saja. Nggak hanya sebatas kepentok di satu genre musik rock aja. Bisa banyak bentuknya. Ya salah satunya, mungkin dalam bentuk free form music atau so-called “jazz” yang dibawain sama Bitzmika di single barunya.

Lagi-lagi saya harus merunut ke musisi luar negeri karena apadaya, tren musik di sana memang sudah visioner. Bitzmeejazz mengingatkan saya kepada band seperti No Means No. Sebenernya band tersebut mempunyai akar musik punk rock, tapi secara komposisi emang jauh dari cuma sekedar punk rock. No Means No bereksplorasi sangat jauh sama musiknya dan akhirnya malah nggak kedengaran punk rock sama sekali. Mungkin itu analogi yang sesuai dengan apa yang Bitzmika lakukan sekarang. Going further from punk rock is actually punk. At least to me.

Foto: https://www.instagram.com/aldiansjah/

Dengarkan musik Bitzmika di sini.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button