Beta Daemon, Sang Penyelamat New Wave (Underground) Indonesia

Yang namanya tren pasti datang dan pergi, friend. Mau itu pakaian, makanan, maupun musik. Semuanya pasti mengalami yang namanya perputaran alias rotasi. Biasanya sih, kalau udah bosen sama yang kekinian atau futuristik, masyarakat biasanya mulai menggali lagi tren-tren di masa lalu. Terus aja gitu porosnya, friend. Muter terus.

Nah kalau ngomongin musik, ada satu genre spesifik dari masa lalu yang lagi come back ke masa ini, yakni pop kreatif. Genre musik yang besar di era 70an ini sebetulnya lokalisasi akan istilah tren musik new wave/electronic pop di kancah musik internasional. Beberapa musisi new wave yang tersohor diantaranya ada Flock Of Seagulls, Duran Duran, dan Devo. Kalau buat Devo mungkin agak pengecualian kali ya, soalnya mereka bisa dibilang mainnya lebih ke ranah rock dan punk. Soalnya beatbeat lagunya emang mayan upbeat, friend.

Devo (via songssmith.wordpress.com)

Di Indonesia sendiri, tren musik new wave emang udah ada dari sejak zaman oma opa kita. Nama seperti Fariz RM atau Agus Sasongko sempat meramaikan blantika musik Indonesia dengan genre yang dianggap futuristik pada zamannya itu. Tapi tren new wave di Indonesia di era itu masih terbilang masih main aman gitu. Paling banter kayak pada bikin lagu pop tapi dikasih elemen synthesizer yang kentel banget, jarang gitu yang mau nyeleneh kayak Devo. Paling angin penyegaran musik new wave di Indonesia muncul tuh pas The Upstairs rame. Band yang diprakarsai oleh Jimi Multhazam tersebut memang bermain di ranah new wave yang alternatif, tapi secara keseluruhan musik new wave yang dimainkan The Upstairs masih terdengar “nyaman” di telinga. Mungkin karena memang aspek produksi yang mereka ingin memang seperti itu. Just saying.

Worry not, kemarin saya menemukan unit musik baru asal Jakarta yang bernama Beta Daemon dan saya langsung terkesima setelah mendengarkan single pertama mereka yang berjudul “Resonansi Sinar Gamma”. Pure raw electro punk in your face.

Banon dan Ape dari Beta Daemon

Selain itu, kualitas sound mentah di lagunya menjadi nilai plus tersendiri, friend. Realistis aja deh, banyak banget ‘kan musisi yang pengin banget hasil lagunya rapi dan nyaman didengerin. Makanya mereka suka lama banget menjalani proses mixing dan balancing demi hal itu. Ada yang lagunya beneran jadi enak didengerin dan pas di telinga, ada juga yang lagunya malah jadi lebay dan nggak natural banget. Kalau menurut saya yang sotoy ini, istilahnya kayak palsu aja gitu musiknya. Energi musiknya malah nggak dapet.

Nah si Beta Daemon ini melakukan apa yang seharusnya para musisi pahami sejak awal sebelum mereka ingin membuat sebuah karya musik. Bahwa esensi dari bermain musik dan memproduksi karya itu bukan masalah kesempurnaan secara teknis aja, tapi ada juga energi atau kejujuran yang bisa ditransfer dari karya tersebut dalam bentuk apa pun. Kalau skill-nya segitu, ya udah gitu. Nggak usah dipaksain supaya dibagus-bagusin. Ya dalam konteks Beta Daemon, mereka ngebiarin aja lagunya jadi raw supaya emang nggak ada filter atau topeng buat jadi “keren”. Dan dengan cara itu, mereka berhasil mewakili genre musik new wave yang edgy tanpa menjadi palsu dan pretensius. It is what it is and that’s punk as fukk.

Selain dari segi produksi, ada unsur historis juga sih kenapa Beta Daemon nge-punk banget. Vokalis Beta Daemon, Rachmat a.k.a Ape, memang awalnya adalah vokalis band punk seminal ibu kota bernama Tarrkam. Jadi nggak usah diragukan kredibilitas punk-nya, friend. Udah suratan takdir lah, friend.

Ape bersama Tarrkam (foto: https://www.instagram.com/titikxcerah/)

Inti dari racauan saya di atas adalah Beta Daemon keren dan layak kamu pantau pergerakannya. Wait, kamu kira Rich Music Online cuma bakalan ngebahas pop punk doang? Salah besar kalau kamu beranggapan gitu, friend. Saya bakal selalu berusaha untuk “menyusupkan” beberapa band dan musisi yang underrated dan underdog ke dalam sini. Buat apa? Memuaskan ego? Sedikit. Tapi lebih tepatnya buat bikin kancah musik Indonesia (terutama yang so-called cutting edge) lebih berwarna dengan memberikan eksposur kepada band-band yang tepat. Salah satunya, ya Beta Daemon. Stop everything you do right now and check them out.

Dengarkan musik Beta Daemon disini.

https://betadaemon.bandcamp.com/releases

Related Articles

Back to top button