Berkesan Dan Fenomenal, Konser Lima Band Punk Ini Bersejarah Buat Indonesia!

Udah bukan rahasia kalau Indonesia emang bukan tujuan tur yang menarik buat band-band internasional. Malahan konon katanya, banyak orang luar negeri yang nggak tahu kalau di Indonesia ada kancah musik yang aktif dan pesat. Ya maklum sih, citra Indonesia di luar negeri emang udah terlalu lekat sama hal-hal yang berbau kebudayaan konvensional dan tradisional. Kayak wisata alam atau tarian daerah, friend.

Itu baru anggapan secara umum aja, friend. Saat dibawa ke ranah yang lebih cutting edge, kayak musik punk, reputasi Indonesia beberapa tahun ke belakang emang masih dianggap antah berantah. Makanya agak susah untuk bisa nonton band-band punk internasional bisa manggung ke Indonesia di zaman-zaman itu.  Tapi bukan berarti nggak ada banget band punk yang pernah main ke Indonesia, friend. Buktinya lambat laun mulai banyak band-band punk yang manggung kesini. Nah diantara beberapa konser, menurut saya inilah lima konser band punk di Indonesia yang fenomenal dan berkesan banget buat saya dan banyak penikmat musik cutting edge di sini. Oke langsung aja kita bahas konser yang pertama yaitu…

Green Day (1996)

via Sute Hai Magazine

Banyak orang yang nggak tahu kalau band punk yang fenomenal ini pernah menggelar konsernya di Indonesia. Tepatnya di Jakarta pada tahun 1996 silam. Konser yang diadakan di JCC Hall tersebut berhasil menyedot sekitar 6000-an penonton yang konon acaranya dibumbui dengan kerusuhan.

Kedatangan Green Day untuk konser di Indonesia bisa dibilang aji mumpung dan hoki. Di tahun itu, Green Day memang sedang melakukan rangkaian tur untuk promosi album Insomniac. Dan tentu para pendengar musik Indonesia pun sudah familiar dengan lagu-lagu hits mereka dari album sebelumnya, Dookie. Bisa dibilang, inilah salah satu konser yang disebut legendaris dan membuka jalur untuk band-band punk lain bisa manggung di Indonesia.

NOFX (2007)

via abrorkebumenoutsider.blogspot.com

Kalau kamu pernah nonton serial Backstage Passport, sudah jelas pasti kamu tahu kalau NOFX pernah kesini dan berbagai cerita anekdot di belakang panggungnya. NOFX pernah manggung ke Jakarta di tahun 2007 lalu dan banyak banget cerita menarik yang hadir dari perspektif organizer maupun penonton lokal.

Konser ini sempet dianggap bakalan cuma jadi urban legend karena ada rumor nggak bakalan jadi, friend. Di tahun-tahun segituan, Indonesia lagi sering kena serangan bom teroris yang mengatasnamakan suatu golongan yang anti terhadap segala sesuatu yang kebarat-baratan. Nah, pas NOFX diberitakan bakalan konser di Indo, banyak pihak otoritas yang khawatir kalau kehadiran mereka bakalan mengundang kerusuhan atau teror yang lainnya. Maklum, NOFX terkenal suka bikin jokes yang lumayan sensitif buat beberapa golongan kepercayaan. Tapi akhirnya konser NOFX pun sukses digelar dan berjalan tanpa kerusuhan yang berarti.

MxPx (2008)

via antarafoto.com

Setelah sukses digempur oleh NOFX setahun sebelumnya, di tahun 2008 Indonesia disuguhi kabar gembira bahwa MxPx akan tampil di Jakarta. Kedatangan band asal Bremerton, Amrik ini ke Indonesia bisa dibilang proses dan ceritanya lebih adem dibandingkan NOFX dan Green Day. Nggak ada anekdot atau pun konflik sejak sebelum, sesaat, dan setelah konsernya.

Ya mungkin kamu ingat kalau MxPx sebetulnya sudah main ke Indonesia sampai tiga kali. Meski konser mereka yang kedua sebenernya rangkaian All-Star, cuma Mike Herrera sebagai personil MxPx yang tampil. Tapi konser MxPx di tahun 2008 menjadi istimewa karena itu pertama kalinya mereka ke Indonesia dan pertama kalinya juga konser sebuah band punk berjalan lancar tanpa ada kerusuhan. Momen yang saya ingat di konser tersebut adalah ketika MxPx membawakan coverShould I Stay Or Should Go” dari The Clash dan banyak penonton yang nggak tahu lagunya. Bodor.

Misfits (2010)

via tempo.com

Nggak ada yang nyangka kedatangan band horror punk asal Amrik ini ke Indonesia. Iyalah, udah terlalu banyak gosip dan berita miring soal keberlangsungan band ini. Mulai dari kisruh asal personil sampe pembagian royalti gono gini di dalem bandnya. Tapi di tahun 2010, Misfits beneran menyambangi Ancol, Jakarta dengan formasi “alakadarnya”. Personil yang asli dari Misfits yang dateng cuma ada Jerry Only yang merangkap tugas sebagai bassist dan vokalis. Di posisi gitar diisi oleh Dez Cadena, yang dikenal sebagai salah satu personil band hardcore punk legendaris Black Flag. Dan ada Goat yang mengisi posisi Drum. Harusnya Robo yang mengisi posisi drum, tapi visanya bermasalah, jadi yaaa. Padahal kalau Robo yang ngisi, bakal lebih gokil lagi.

Beda sama konser-konser yang udah dibahas di atas, konser ini punya kesan yang kurang mengenakkan. Penampilan mereka terkesan maksa banget. Wajar sih, formasi Misfits yang datang ke Indonesia waktu itu emang formasi perjuangan. Nggak ada sosok vokalis yang ikonik kayak Glenn Danzig atau Michael Graves sebagai face of the band. Jadinya kurang nampol banget aksinya. Semua lagu temponya geber banget dan jadi kurang nyaman pas didengerin. Sayang banget mengingat status Misfits sebagai salah satu band punk ikonik sepanjang masa.

Bad Religion (2011)

via newbornfire-zine.blogspot.com

Kehadiran band punk legendaris ini di Indonesia bisa dibilang lucu. Mereka didaulat untuk bermain di sebuah festival yang bertajuk Big Wave Festival. Dan itu bukan bagian yang lucu, lucunya adalah mereka didaulat untuk menjadi salah satu headliner dari tiga band tamu di festival itu. Tebak siapa dua band di acara itu? Yellowcard dan Panic At The Disco. Gila.

Konser tersebut dihadiri dengan dua golongan penonton yang cukup kentara penampilannya. Ada yang memang terlihat ingin menonton Bad Religion, karena terlihat dari setelan pakaian dan kisaran umur sang penonton. Ada juga dedek-dedek gemes nan uchuld yang memang dateng demi Yellowcard dan Panic. Bodor banget sih. Pas giliran Bad Religion manggung, depan panggung yang awalnya didominasi dedek-dedek itu mulai dikudeta oleh om-om punk yang beringas. Satu momen yang saya ingat dari konser ini adalah pemandangan ketika beberapa personil Sendal Jepit nemplok ke barikade depan dan menatap penuh makna ke atas panggung alias cengo. Ya maklum lah, Bad Religion ‘kan influence mereka secara keseluruhan sebagai band.

Gimana friend? Ada yang pernah nonton konser-konser ini? Kalau pernah, wah beruntung banget kamu! Semoga band-band di atas bakalan konser ke Indonesia lagi ya pas suasananya udah kembali membaik. Aminnn~

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button