Beberapa Cover Album Yang Saking Terkenalnya, Normies Pun Pasti Tahu Bandnya!

Dalam sebuah proses produksi album sebuah band, mungkin memilih sampul album adalah proses yang biasanya paling terakhir dilakukan. Meramu musikalitas secara teknis dan urusan tektek bengek sound mungkin adalah hal yang terpenting dalam proses pembuatan album. Tetapi secara visual kalian setuju nggak sih kalo sampul album adalah representasi awal isi keseluruhan dari sebuah album musik?

Sampul album selalu memiliki daya tarik tersendiri. Bisa dibilang, aspek tersebut adalah medium bahasa visual dalam pembentukan sebuah kesan bagi siapa pun yang melihatnya. Untuk membuat sampul album yang menarik biasanya sebuah band melakukan kolaborasi dengan desainer atau seniman untuk merepresentasikan bentuk idealisme musik band tersebut kedalam sebuah seni gambar dan desain.

Hematnya sampul album adalah bentuk visual hasil interpretasi pesan musik di dalamnya. Bahkan sampai ada juga band-band yang secara konseptual menggarap lagu sampai sampul album supaya in line dan satu warna.

Jujur saya bukan orang yang muncul dari background sebagai pelaku musik. Saya hanya menyukai musik dan menaruh sedikit rasa ketertarikan terhadap rilisan fisik. Dalam proses digging rilisan fisik terkadang saya banyak menemui rilisan yang sudah rilis sejak lama dan biasanya saya beli karena sampul albumnya menarik. Dari pengalaman saya ngobrol dengan sesama kolektor rilisan fisik, ada juga orang yang tertarik pada musik pada awalnya dikarenakan nilai estetika visual albumnya. Ya kayak saya sama juga sih.

Nyambung ke cover album, nggak jarang juga loh orang-orang lebih mengingat sampul album dari pada lagu-lagu di dalam albumnya. Contohnya masih ingat sampul album fenomenal dari salah satu unit post-punk, Joy Division nggak? Konon sampul album Unknown Pleasure ikonik yang dibuat oleh Peter Seville itu terinspirasi dari gelombang radio yang dia lihat di buku ‘The Cambridge Encyclopaedia of Astronomy‘.

Sumber : Pinterest

Hingga saat ini, guratan garis-garis itu betul-betul melekat dengan nama Joy Division. Mungkin normies-pun bakal tahu tentang cover album ini walau nggak tahu bandnya, padahal bandnya sudah bubar sejak lama. Saking ikoniknya, nuansa dari sampul album tersebut masih sering seliweran di ranah industri fashion. Brand-brand besar seperti Pleasures dan Dr. Martens pernah melakukan kolaborasi dengan Joy Division dengan menampilkan nuansa sampul album dari ‘Unknown Pleasures’ ke dalam produk mereka.

Pleasures x Joy DivisionSumber : Pleasuresnow.com

Dalam kasus Joy Division, kamu bisa lihat dampak besar yang diberikan oleh aspek di luar musik yang mereka sajikan. Kalau yang kasusnya mirip kaya gini sih banyak, mulai dari albumnya The Velvet Underground And Nico dengan gambar pisang hasil olah seniman Andy Warhol yang memiliki makna erotis itu dan hingga sekarang masih eksis di ranah pop culture. Atau sampul album ‘Dark Side Of The Moon’ dari Pink Floyd yang sampai saat ini masih mondar-mandir di bagian depan tote bag teteh-teteh indie karena desainnya yang eye catching.

Dampak besar itu nggak selalu berkonotasi positif. Nggak sedikit juga band yang mengeluarkan sampul album yang terbilang sangat kontroversial. Kalian masih ingat sampul album Burzum pada album Aske yang bergambarkan sebuah foto gereja terbakar? Gereja dalam sampul album itu adalah gereja yang memang sengaja dibakar oleh Varg pentolan bandnya sendiri. Sinting nggak tuh?

Lalu Rage Against The Machine di album self titled-nya yang dirilis pada 1992 menampilkan foto seseorang yang membakar dirinya hidup-hidup. Foto yang diambil oleh Macolm Browne pada Juni tahun 1963 itu diambil dalam sebuah protes terhadap penganiayaan yang dilakukan pemerintahan Vietnam kepada para biarawan Buddha di masa itu. Meski kontroversial untuk di jadikan sebuah sampul album,  gambar ini menjadi sangat iconic bagi band mereka.

Sumber : Wikipedia

Saya memiliki asumsi pribadi mengenai fenomena ini. Jika pemilihan sampul album mungkin hanya dianggap sebagai bahan pelengkap sebuah keutuhan album, itu salah besar, Karena pada akgirnya, cover album akan memiliki dampak yang cukup besar bagi sebuah karya album musik.  Menarik sih sebenernya kalau pada kenyataanya cover album lebih menarik dan terkenal daripada lagu-lagu di dalamnya. Padahal musisi atau band itu menawarkan emosi/karya lewat medium lagu. Nggak kayak pelukis atau seniman yang menawarkan bentuk visual sebagai mediumnya.

Jadi apa kamu setuju jika nilai dari sebuah sampul album itu begitu besar dan nggak kalah dari lagu-lagu di dalamnya?

*Oleh Reza Ilham

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button