RICH NEWSRICH SUBMISSION

Bawakan Musik Pop Punk Modern, Claps Hand Sajikan Lagu yang Dinamis

Kemunculan band-band seperti Neck Deep, Real Friends, The Story So Far, dan lainnya yang membawakan modern pop-punk pada beberapa tahun yang lalu tidak dipungkiri berhasil menjadi katalis untuk banyak band yang kemudian muncul dan membawakan style serupa.

Mungkin ada ratusan atau bahkan ribuan band di dunia ini yang terinspirasi oleh band-band tersebut lalu memutuskan untuk mengaplikasikan style tersebut pada bandnya masing-masing. Dari sekian banyak band tersebut, salah satu di antaranya adalah Claps Hand asal Bogor.

Band yang terbentuk sejak tahun 2016 ini telah mengeluarkan 2 buah single, dan 1 buah EP. Pada single terdahulunya, ‘Menyapa Dunia’ dan ‘Dari Hati’ mereka membawakan sound yang cukup berbeda dengan apa yang mereka bawakan pada EP terbarunya, ‘Sapiens’ yang baru saja dirilis tahun 2020 ini namun tetap pada jalur pop-punk.

Pada ketiga rilisan tersebut, cukup terdengar perkembangan dari segi produksi dan juga aransemen yang dipilih oleh Claps Hand. Jika pada karya yang dirilis pada tahun 2018 mereka membawakan aransemen pop-punk yang terdengar lebih pop dan ringan, namun sejak 2019 mereka mengubah sedikit haluannya dengan membawakan style pop-punk dengan sound yang lebih modern dan juga dinamis. Suatu hal yang terdengar cukup jelas. Selain itu, dari segi penulisan lirik juga mengalami perubahan, dari awalnya berbahasa Indonesia menjadi berbahasa Inggris. Hal tersebut mungkin dilakukan agar lagunya bisa didengar oleh lebih banyak kalangan, terutama yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.

via uniteasia.org

Ketika ditanya apakah saya menyukai lagunya atau tidak, saya akan jawab suka. Para personilnya saya rasa telah mengerjakan tugasnya masing-masing dengan baik, terutama karakter suara sang vokalis yang terdengar sangat menyatu dengan aransemen musiknya dan tidak terlalu memaksakan. Pada bagian musiknya juga terdengar diaransemen cukup baik dengan tidak terlalu menonjolkan instrumen tertentu. Semuanya terasa pas dan seimbang. Hal tersebut sebenarnya bisa menjadi kelebihan dan kekurangan pada saat yang bersamaan, tergantung kita melihatnya melalui pandangan yang mana. Tapi, kalau ditanya apa tertarik untuk mendengarnya lagi atau tidak, saya mungkin akan menjawab tidak. Eits, jangan marah dulu, saya punya alasannya, friend.

Alasan saya menjawab seperti itu adalah karena walaupun lagunya enak, tapi tidak ada sesuatu yang membuat saya tertarik untuk mendengarnya berulang kali. Secara sound dan lirik, bisa dibilang cukup generic dengan membicarakan hal-hal romansa atau pembuktian diri yang dibalut dengan musik yang terdengar sangat familiar, karena telah sering dibawakan oleh banyak band yang membawakan aliran serupa. Selain itu, pada lagu-lagunya saya rasa kurang ada bagian yang berfungsi untuk nge-hook dan jadi earworm bagi para pendengarnya.

Menurut saya, ini adalah sebuah kebiasaan buruk dari band-band baru yang seringkali terlalu menduplikasi style bermusik dari band yang menjadi influence-nya, namun tanpa memasukan ciri khas dari mereka sendiri. Hal tersebut yang pada akhirnya membuat band tersebut jadi stuck dan akhirnya tidak berkembang. Kalau hal tersebut terjadi kan sayang banget, udah usaha sekian lama, tapi malah stuck di situ-situ aja. Kejadian ini tentu saja bukan hanya terjadi di scene pop-punk, tapi saya rasa terjadi di berbagai scene musik.

Walaupun begitu, saya tentunya selalu tertarik untuk menunggu pergerakan dan perkembangan dari band-band muda yang saat ini aktif. Saya harap ke depannya Claps Hand dapat mencoba untuk memformulasikan sound ciri khas mereka sendiri berdasarkan karakter dari masing-masing personilnya agar sound-nya tidak terdengar terlalu generic lagi.

Mau band kalian juga diulas seperti Claps Hand? Yuk, buruan kirimkan profile kalian pada laman submission dari Rich Music Online. Tinggal klik tautan ini yaa!

Instagram @clapshandmusic

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button

Adblock Detected

Anda terdeteksi menggunakan adblock. Silakan matikan terlebih dahulu adblock anda untuk melanjutkan