Apakah Kamu Pernah Menemui Tipe-tipe Gitaris Band Ini?

Sebagai pemain gitar yang masih belajar dan males ngulik, seringkali saya bosan kalau harus terjun ke percakapan yang terlalu serius membahas setting-an gitar. Nggak tahu kenapa, menurut saya sih bosen aja gitu kalau harus ngebahas gitar apa yang bagus buat musik ini, routing pedal harus kayak gimana, atau merk ampli yang ‘wah’ itu kayak gimana. Senggaknya itu anggapan saya sebagai gitaris yang pemalas.

Tapi kayaknya gear talk kayak gitu emang obrolan yang lumrah sih di tongkrongan permusikan. Bahkan udah banyak musisi yang mulai bikin konten video yang khusus membahas tetek bengek dunia pergitaran. Sampai akhirnya karena sering terjerumus ke obrolan kayak gitu, mau nggak mau saya pun jadi punya pemahaman sendiri akan tipe-tipe gitaris di sebuah band berdasarkan setting-an gitarnya. Eits, buat kamu yang merasa sebagai gitaris dan jengkel sama ‘penerawangan’ saya, santai aja cuy. Ini mah hanya opini aja kok. ‘Kan saya mah masih belajar. Oke, ini beberapa tipe gitaris yang saya biasa saya temui

Tipe gitaris ‘col-bun’

via gearpatrol.com

Jangan mikir ngeres dulu, friend. Col-bun itu artinya colok bunyi. Umumnya, saya sering menemui tipe gitaris ini di band-band punk dan hardcore punk. Pokoknya colok ampli, volume di maksimalin, overdrive dari ampli pol, langsung jreng!

Biasanya, tipe gitaris ini nggak peduli tentang sound gitar yang ia hasilkan dari permainannya. Yang penting kenceng dan tetep nge-blend sama permainan band-nya. Mau suaranya kayak mesin buldozer juga nggak apa-apa, yang penting tetep beraksi.

Tipe gitaris super rapi

Gosek terusss biar kinclong (via acousticguitar.com)

Pernah nggak kamu merhatiin gitaris yang sebelum manggung selalu ngelap gitarnya biar keliatan agak kinclong? Mungkin hal itu wajar dilakukan oleh gitaris pada umumnya ya. Tapi kalau tipe yang ini, perlengkapan kebersihannya udah kayak jasa cleaning service online. Lap semi basah, semprotan lantai, wax coat buat mobil semuanya dibawa demi bikin gitar dia keliatan ‘mencrang’.

Pas manggung, doi pasti bakal hati-hati banget sama gitarnya. Soalnya takut kebadug sama kabinet atau sama stand mic. Tiap jeda lagu, dia pasti memerhatikan gitarnya yang super mengkilat dengan senyum di wajahnya. Hmmm, kayaknya tipe yang ini lebih cocok buka perusahaan cleaning service daripada jadi pemain band. Apik banget, cuy.

Tipe gitaris tukang pamer

“Nih gue kasih lagu paling muruluk setoko ini!” (via youtube.com)

Ini tipe yang paling nyebelin. Konteks pamer disini nggak hanya pamer gear ya, seringkali lengkap sama pamer skill kalau lagi manggung atau nyobain alat di toko musik. Pas manggung, tipe gitaris ini nggak tahu tempat buat mainin solo atau lead gitar. Mau di intro, verse, bahkan sampai crescendo, pokoknya harus ada gitar muruluk. Euh.

Kalau kamu nggak sengaja ketemu sama dia di toko musik lagi nyobain gitar, sudah dipastikan lick gitar blues super njlimet bakal dia mainin berulang-ulang. Dia nggak akan berhenti sampai ada orang yang memuji permainannya.

Tipe gitaris penimbun pedal

“Gimana bawanya entar pas naik motor yak…” (via diegocaponera.com)

Dengan dalih ingin mengeksplorasi sound, gitaris ini rela memboyong satu kotak besar berisi banyak pedal (biasanya sih minimal sepuluh) ke panggung mana pun demi kualitas musik yang ingin ia hasilkan ketika manggung. Nggak peduli seberapa berat dan lelahnya membawa kotak pedal raksasa itu. Saya sering menemui tipe gitaris ini di band-band alternatif rock, shoegaze, bahkan britpop. Tapi nggak tahu kenapa, sound gitar mereka terdengar begitu-begitu saja bagi saya. Ya, mungkin ilmu pergitaran saya masih cetek.

Gitaris ini ikhlas menghabiskan sisa uang akhir bulannya untuk membeli sebuah efek butik yang eksklusif demi pamer di Instagram mendapatkan sound ‘ngawang’ impiannya. Dia pun akan selalu memutar lagu-lagu My Bloody Valentine setiap hari untuk meyakinkan dirinya kalau pedal yang banyak itu adalah kunci untuk menjadi pemain gitar yang hebat. Oke.

Tipe gitaris mapan

“Ah nggak mahal kok gitarku, harganya cuma tiga tahun gajimu, mas.” (via reverb.com)

Setiap akhir pekan di waktu libur dari pekerjaannya di kantor bursa saham, gitaris yang satu ini siap tampil dengan maksimal untuk bermain di sebuah gig akhir pekan. Ketika dia berada di panggung, kamu menyadari kalau gitar yang ia mainkan adalah sebuah gitar limited series dengan beberapa modifikasi yang kalau ditotalkan harganya nggak murah. Ya apa daya, gitaris tersebut memang sudah mapan secara finansial.

Walau permainannya tidak sebagus gitaris lain, kehadirannya di atas panggung selalu memukau. Karena para penonton akan kerap memuji gitar mahalnya dan memaakannya kalau nada sumbang atau fill in ngaco yang dia mainkan itu hanya aksi panggung belaka. Karena para penonton kerap beranggapan kalau gitarnya bagus, pasti permainannya juga bagus. Gitu ceunah.

Gimana friend, pernah nemuin tipe gitaris yang mana nih? Buat kamu yang baca terus ngerasa tersinggung, sekali lagi ini mah sekedar pengamatan amatir saya aja. Mungkin tipe-tipe gitaris ini memang punya gaya dan visinya masing-masing, it’s all about perspective. Aseeek.
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button