Anomali Istilah Melodic Punk di Indonesia.

Pada awalnya, saya setuju dengan istilah melodic punk yang sering menjadi istilah tetap dalam medeskripsikan musik-musik yang dimainkan oleh Bad Religion, Rise Against, atau NOFX. Mungkin,saya tidak tumbuh besar di tahun’90-an sehingga menyebabkan saya pertama kali berkenalan dengan band yang sering dijuluki melodic punk yaitu Rufio. Silahkan, kalian boleh tertawa.

Pertama-tama, saya ingin memberikan sedikit intermezzo. Saya cukup payah jika diminta untuk membahas melodic punk. Mengingat band-band yang memiliki musik melodic punk ini jarang saya dengarkan atau mencari tahu lebih dalam tentang mereka. Oke, saya hanya akan memaparkan mengenai istilah melodic punk yang saya serap dulu di medio pertengahan 2010-an sampai hari ini.

Melodic punk, di tempat saya tinggal secara sederhana mungkin dapat digambarkan sebagai musik yang memiki ketukan cepat, fill gitar yang catchy, dan vokal yang cenderung bernyanyi ketimbang berteriak. Istilah ini sebenarnya cukup memiliki garis buram dan sering bertabrakan dengan  melodic hardcore yang sudah sempat saya bahas di tulisan sebelumnya.

Namun, band-band yang  sering saya temukan di masa putih biru seperti Nudist Island, Neverall, Foodcourt, atau Sendal Jepit memiliki musikalitas yang masuk akal jika dikategorikan dengan deskripsi mengenai melodic punk di atas. Bagi saya pribadi, untuk sekelas bocah SMP yang hanya sekedar mencari musik underrated untuk keren-kerenan di kalangan teman sekolah, sah-sah saja untuk menelan mentah-mentah segala istilah yang tengah bergaung di sekitar. Terlebih melodic punk saat itu memiliki agresi jiwa muda yang kentara dan terkesan ugal-ugalan. Awalan yang cocok untuk berkelakuan bengal di lingkungan sekolah.

Tanpa menilik roots yang relevan di ranah melodic punk, saya cukup menggemari musik itu saat masih duduk di bangku SMP. Sampai akhirnya mengantarkan saya pada niatan untuk mulai sok tahu mencari band-band di luaran sana guna melengkapi daftar putar saya yang ‘underrated’. Snobisme di usia pubertas mengantarkan saya untuk berkenalan dengan Rufio, yang saat itu masih saya anggap sebagai ‘sang mega bintang’.

Rufio (via fanart.tv)

Konon, Rufio banyak mempengaruhi band-band lokal yang mengusung unsur melodic. Namun yang menjadi pertanyaan saya saat ini adalah: apakah melodic punk itu merupakan bentuk validasi yang relevan untuk disematkan pada band-band yang memiliki unsur punk nan melodic dalam musikalitasnya?

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya sudah sempat membahas bahwasanya melodic hardcore dan melodic punk itu memiliki garis buram yang tidak dapat diketahui pasti batasannya secara mutlak. Namun jika mencoba untuk menarik kesimpulan dari tulisan saya sebelumnya, apakah berarti melodic punk itu tidak pernah ada?

Sebenarnya saya sendiri masih belum menemukan definisi pasti dari melodic punk karena seringkali melebur dengan punk rock, istilah yang sudah lebih dulu muncul. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa istilah melodic punk sempat menjalar, setidaknya saat saya masih duduk di bangku sekolah. Meskipun entah bagaimana dengan saat ini. Saya rasa, memudarnya tren musik itu pun ikut melenyapkan istilah melodic punk dari ‘permukaan’. Rasanya, istilah melodic punk mungkin masih bersemayam di benak mereka yang sempat menggemari musik-musik serupa dan membiarkannya berlalu sebagai suatu ‘fase’.

Untuk hari ini, saya mungkin menilai melodic punk hanya sebagai bentuk simplifikasi dari musik punk rock yang memiliki fill gitar catchy dan ciri khas vokal yang ‘pop punk banget’. Mulai berbicara layaknya seorang snob bebal yang keras kepala. Saya rasa, punk rock merupakan istilah yang paling tepat untuk menyederhanakannya.

Jangan menilai bagaimana saya berusaha ‘mencuci otak’ kamu dengan istilah punk rock dari melodic punk yang awalnya mungkin sudah cukup melekat dalam benak kamu. Tidak dapat dipungkiri, di Indonesia sendiri seringkali menyorot bagaimana branding ketimbang kualitas sound sebuah band. Sehingga istilah melodic punk akan jatuh ke lubang punk rock jika kita coba telaah dari segi sound yang dihasilkan.

Nudist Island (via facebook.com)

Ngomong-ngomong, jika kamu merindukan nama-nama lama yang konon mengusung ‘melodic punk’ kembali hadir saat ini, ada kabar baik untuk kalian. Bintang tamu di program Rich Room Session nanti pada Minggu, 6 Desember mendatang adalah sebuah band lokal yang cukup legendaris di ranah melodic punk. So.. jangan sampai kelewatan. Saksikan Rich Room Session eksklusif hanya di www.richmusiconline.com

 

Oleh Ilham Fadhilah

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button