Senjata Rancid Yang Sukses Meledakkan Bom Punk Rock Ke Seluruh Dunia
RICH NEWSRICH OPINION

…And Out Come The Wolves, Senjata Rancid Yang Sukses Meledakkan Bom Punk Rock Ke Seluruh Dunia

Bahasan mengenai musisi yang sell out memang masih tabu di tahun 90an silam. Oh iya, sell-out di sini maksudnya bukan karena dia laku jualan kue, friend. Sell out itu adalah situasi ketika suatu band atau seorang musisi yang rela berkompromi dengan idealismenya untuk menerima pihak major label mengatur beberapa aspek musiknya. Kasarnya mah, rela menjual idealismenya buat bisa masuk ke industri. Nah karena anggapan sell-out kayak gitu, biasanya sih banyak orang dari suatu sirkel tertentu nggak suka sama band-band yang masuk mayor label. Contohnya kayak Green Day deh. Waktu mereka masuk major, banyak banget kecaman yang mereka dapet. Bahkan sampe diancem yang nggak-nggak sama fans-fans pas mereka masih main di kancah underground.

Tapi menurut saya, justru masuknya Green Day ke label mayor adalah pembuka gerbang utama untuk band-band keren lainnya dari segmen punk agar bisa dikenal oleh khalayak lebih ramai. Toh di satu sisi nggak ada yang salah kalau suatu band lebih dikenal. Penonton mereka bakal lebih banyak, yang beli merch bakal lebih banyak, otomatis band-nya lebih makmur dan lebih semangat berkarya. Tapi ada juga kalanya kalau band yang sell-out itu malah jadi sok rockstar dengan attitude dan karya yang jelek banget. Nah itu sih yang bikin bete.

Nyambung ke fenomena Green Day sell-out di tahun 90an, di zaman itu ada juga band-band punk yang malahan masih ada di jalur independen tapi kecipratan kesuksesan Green Day. Salah satunya adalah band punk veteran kebanggaan East Bay, California, Rancid.

Rancid

Sekitar setahun sejak dirilisnya Dookie, Rancid pun kebetulan berhasil merilis album ketiga mereka yang bertajuk …And Out Come The Wolves. Album yang dirilis Epitaph Records tersebut memang jadi semacam bom penutup untuk ledakan musik punk di industri musik yang terjadi di era tersebut. Jadi mau nggak mau, Rancid pun jadi kena eksposur karena musik yang mereka mainin nggak jauh beda sama apa yang Green Day mainin.

Selain faktor aji mumpung tren di masa itu, sebetulnya dari aspek musik dari album fenomenal milik Rancid itu berpengaruh banget, friend. Meski mereka emang terkenal dengan citra dan nuansa lagunya yang nge-punk banget, lagu-lagu di album itu punya kualitas produksi yang proper banget dari segi kualitas lagu dan sound. Nuansa album …And Out lumayan beda dibanding kedua album mereka yang terdahulu, self-titled dan Let’s Go. Faktor inilah yang juga bikin Rancid menjadi bisa diterima oleh kuping-kuping normies musik.

Di sisi lain, lewat album …And Out, Rancid berhasil membawa citra punk yang lebih edgy dan bengal ke ranah publik. Kalau Green Day yang secara fashion masih casual nan slengean ala grunge, Rancid punya dandanan yang lebih autentik soal punk rock. Tim Armstrong dan Lars Frederiksen dua-duanya punya rambut mohawk yang ikonik. Kayak mereka berhasil bikin normies ngeh kalau hairstyle mohawk itu identik dengan punk. Itu berkat Rancid, friend.

Bukan maksud mendiskreditkan band-band street punk yang udah lebih dulu mengeluarkan image statement yang sama dengan Rancid, tapi Rancid-lah agent of change yang sukses untuk mendobrak tembok normies untuk membuka mata mereka tentang punk rock dengan cara yang lebih elegan lewat musiknya. Terima kasih, Rancid.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button