Akhirnya Bandung Punya Band Orgcore Juga, Ini Dia The Highway

“Orgcore? Apaan tuh?”

Saya bisa ngerti kok kalau kamu nggak familiar sama istilah genre itu. Mungkin kamu bakal mikir genre musik apa pun yang akhirannya ada –core-nya, pasti nuansa musiknya keras atau ngebut. Ya kayak hardcore, metalcore, atau bahkan thrashcore. Tapi sebenernya di dua dekade ke belakang ini, penggunaan akhiran –core pada suatu genre musik nggak selalu memiliki arti kalau musik yang dilekatkan sufiks tersebut terkesan gagah dan bising. Malahan ada yang cuma pake istilah –core cuma buat becandaan doang. Nah contohnya ya genre orgcore yang tadi saya sudah sebutkan di pembuka tulisan ini.

Orgcore adalah sebuah genre musik yang muncul pada tahun 1999 sebagai sebutan untuk musik punk rock dengan sound musik plus vokalnya yang tebal atau gruffy dan identik dengan personil bandnya yang kerap berpenampilan lusuh dan brewokan. Beberapa band-band yang dianggap sebagai pionir sound orgcore di antaranya Jawbreaker atau Leatherface. Istilah tersebut dipopulerkan oleh para pembaca situs berita punknews.org yang mengasosiasikan musik tersebut dengan stereotip penampilan bandnya. Awalan org dari nama genre tersebut diambil dari akhiran sebuah tipe URL internet yang biasanya digunakan oleh sebuah website yang non-profit.

Di luar negeri, band-band orgcore pergerakannya lumayan masif lho friend. Band-band kayak RVIVR, Iron Chic, Be My Doppelganger, bahkan Bracket sering disebut sebagai band-band punk jenis orgcore yang terbilang sukses di dua dekade terakhir ini. Bahkan di Amerika Serikat, ada beberapa festival musik yang dikelola oleh para orgcore veteran. Contohnya kayak Fest di Florida dan Punk Rock Bowling. Coba cek deh video-video dokumentasi live dari kedua festival itu di Youtube. Seru banget, friend!

Salah satu band orgcore, RVIVR via bandwagon.asia

Emang sih, band-band orgcore lebih menjamur dan berkembang di Amrik. Tapi pengaruh orgcore udah mulai masuk ke Asia lho, friend. Contohnya ada band yang namanya Seventeen Again dan Baby Little Tablets dari Jepang yang memainkan musik punk ala orgcore. Nah jujur nih friend, saya sendiri agak kesulitan buat nyari band yang masuk ke stereotip genre orgcore di Indonesia. Klise sih, soalnya para pemain pop punk/punk rock di sini masih terkekang sama influence yang itu-itu aja. Blink lagi, Green Day lagi, NFG lagi, Neck Deep lagi. Bodo amat saya terkesan snob, tapi emang jadinya ngebosenin sih friend. Sorry to say.

Nah, beberapa waktu lalu ada band asal Bandung yang submit lagunya ke Rich Music Online, namanya The Highway. Pas saya dengerin lagunya yang berjudul “Lepas”, saya kaget. Mereka ternyata mainin sound orgcore! Meski nggak se-gruffy kayak band-band pionir genrenya, The Highway berhasil memunculkan nuansa orgcore dengan ciamik di pilihan sound dan vokalnya. Meski lirik-lirik lagu mereka nggak terlalu berhumor kayak kebanyakan band-band orgcore di Amrik, saya rasa The Highway udah punya kualitas musik yang layak buat disebut sebagai band orgcore.

Karena penasaran banget sama mereka, saya pun iseng ngobrol sama tim Rich Music Online yang lain buat ngundang The Highway taping Rich Room Session. Mungkin memang jodoh kali ya, usulan saya disambut baik dan akhirnya taping dengan The Highway pun berhasil dilakukan. Selepas shooting, saya pun mengobrol dengan Beck (bass), Indra (gitar), dan Haddid (gitar, vokal) tentang banyak hal, salah satunya tentang orgcore. Ternyata The Highway sendiri nggak tahu apa itu istilah orgcore, bahkan mereka pun nggak mau dilabeli sebagai band punk. Mereka cuma mau disebut sebagai band rock alternatif. Gara-gara itu, saya pun merasa agak canggung karena langsung nembak istilah orgcore ke mereka.

Tapi di sisi lain, saya pun lega karena mereka bermain musik dengan jujur tanpa ada pretensi dan referensi yang terlalu luas untuk band mereka. Karena seperti yang selalu bahas di tulisan-tulisan lain mengenai band lokal, sudah terlalu banyak band lokal yang berusaha terlalu keras untuk menjadi band influence-nya. Sampai-sampai mereka kehilangan identitasnya dan malah jadi terdengar medioker. Dalam konteks The Highway, mereka berhasil menjadi sebuah band orgcore tanpa pengetahuan sama sekali akan genre tersebut dan itu keren banget buat saya. Mereka secara nggak sadar udah jadi sebuah benih unggul yang ketika kelak mekar bakal jadi bunga yang paling harum dan tinggi menjulang di antara bunga lainnya di suatu padang rumput.

Ah saya harap The Highway nggak terlalu memerhatikan apa yang saya obrolin waktu itu tentang orgcore. Cukup saya saja yang menyebut mereka sebagai orgcore, biarin aja mereka main musik sesuai yang mereka mau dan menamai genre musiknya sesuai keinginan mereka. The Highway rules.

Dengarkan musik The Highway disini dan tunggu Rich Room Session edisi The Highway di Rich Music Online!
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button