5 Rekomendasi Band Alternative-Rock Lokal

Alternative-rock merupakan sebuah sub-genre dari musik rock yang lahir pada era 80-an, lalu kemudian terus berkembang hingga sekarang dan melahirkan turunan atau sub-genre lainya. Menurut saya, jika kita mengatakan term ini, artian dan cakupanya bakal sangat luas. Iya, mungkin karena turunannya yang begitu banyak, seperti shoegaze, grunge, indie-rock, dan masih banyak lagi. Untuk cakupan Indonesia sendiri, pada era ini banyak sekali band-band yang mengadopsi gaya alternative-rock dan turunannya. Pada artikel ini saya bakal ngasih kamu 5 rekomendasi band lokal yang mengusung genre alternaltive-rock. Langsung aja friend ini adalah beberapa namanya.

Gascoigne

Sumber : Gascoigne Spotify

Rasanya akan membosankan kalau kalimat awal ini saya sangkut pautkan dengan nama pemain bola asal inggris Paul Gascoigne, saya tidak tahu apa mereka benar mengambil nama dari salah satu legenda bola Inggris itu apa tidak, tapi sudahlah jangan terlalu dipermasalahkan. Band yang beriskan Zaka (drum), Alvi (gitar, vokal), dan Dimaz (bass) bakal ngebawa kamu untuk ngerasain sound alternative-rock 90-an ala Dinosaur Jr. sampai Pavement.

2 album dan beberapa single sudah mereka luncurkan, yang paling menarik perhatian saya adalah album yang dirilis pada 2019 bertajuk ‘Bond Electric’, berisikan nomor-nomor penting seperti ‘Paint it Over’dan ‘Hook Line Sinker’ mereka wajib banget untuk masuk ember penyimpanan playlist sehari-hari kalian.

Ache

Jika kalian dekat dengan musik  Jawbreaker dan Texas Is The Reason, maka trio alternative-rock bernuansa emo ini bisa jadi teman kalian untuk bernostalgia jauh ke era itu. Ache yang sudah mengeluarkan amunisi berupa dua EP, ‘Tired’ pada 2018 dan ‘Ache EP’ pada 2019. Kedua EP yang mereka rilis terdengar jujur kalau mereka memang terpengaruh musik semisal Jawsbreaker dan Texas Is The Reason.

EP pertama mereka yang dirilis di 3 negara, yaitu Indonesia, Prancis, dan Jepang, menurut saya masih lebih masuk ke telinga saya secara personal, berisikan lagu seperti ‘Larry’ dengan ketukan drum yang ear catching dan ‘Steel’ yang saya yakin banget bakal langsung dapat tempat di deretan playlist kalian, ketika kalian pertama mendengarkan bagian Intro-nya dan vokal yang masuk sangat terdengar malas sekaligus melelahkan menambahkan kesan emo dalam musik alternative-rock yang mereka bawakan.

Skandal

Sumber: skandalrockband.bandcamp

Memulai band sejak 2011, Skandal kuartet alternative-rock asal Yogyakarta baru merilis sebuah EP pada 2016 dengan bergambarkan doodle berlatarkan warna biru dan putih berisikan trek ala power-pop dan gaya musik alternative-rock yang terdengar girang dan serampangan. ‘Sugar’ sebagai EP pertama mereka dirilis label asal Yogyakarta, Yellow Records.

Pada saat pertama kali mendengar penuh EP ‘Sugar’, saya langsung menebak bahwa J.Mascis banyak mempengaruhi mereka pada riff-riff gitar yang mereka mainkan ditambah vokal yang menyanyikan lirik bertuliskan bahasa Indonesia yang saya jarang temui pada band semisal mereka. Pada tahun lalu mereka kembali merilis semuah single bertajuk ‘Racau’ formulasi yang sama masih mereka terapkan. Tetapi ‘Racau’ saya rasa berhasil hadir sebagai trek paling anthemic yang pernah mereka buat sejauh ini.

Uncanny

Sumber : Unite Asia

Trio noise-rock asal Bandung, Uncanny pertama kali muncul kepermukaan lewat EP bertajuk ‘Ferris Wheel’ pada tahun 2016. Usaha mereka untuk mengumpulkan arwah semisal Sonic Youth dan Nirvana era album ‘Bleach’ yang masih berisik, berhasil diinterpretasikan menjadi 5 trek dengan drum yang heroik dan teriakan yang muncul dari segala arah.

Mereka sebenarnya sempat merilis single pada 2017, bertajuk ‘Lone Survivor’ tetapi sejak saat itu mereka seperti hiatus dan tidak terdengar lagi. Trek seperti ‘Savvy Bloke’ dan ‘Back and Forth’ sepertinya wajib kalian dengarkan, ketika telinga kalian gatal ingin merasakan riff gitar miring ala Metz atau tendensi agresif macam hardcore modern, Trash Talk.

Barefood

Sumber : AnoaRecords.Bandcamp

Nama ini mungkin udah nggak asing lagi bagi para pendengar musik arus pinggir di Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 3 amunisi mereka, yaitu demo EP, EP ‘Sullen’, dan album ‘Milkbox’ berhasil mendapatkan tempat di telinga para pendengar musik arus pinggir di kancah nasional. Band yang memiliki home town di Bekasi ini bisa dibilang sebagai salah satu pionir di ranah arus pinggir sebagai band yang membawakan gaya alternative-rock.

Trek seperti ‘Perfect Color’, ‘Sullen’, dan ‘Biru’ yang menawarkan kegelisahan hasil olah pikir sendiri yang bisa banget jadi backsound kamu, yang mungkin lagi muram dan membunuh waktu dengan menyusuri jalanan malam. Fun fact tentang Barefood mereka pernah membawakan lagu dari band asal Indonesia NTRL bertajuk ‘Memo’ pada salah satu panggungnya, 10 tahun yang lalu, sebelum pop-punk atau punk melekat pada gaya musik NTRL, mereka juga pernah membawakan musik dengan gaya alternative-rock.

Jadi itu lima rekomendasi band lokal yang membawakan alternative-rock di era ini, ngomong-ngomong soal NTRL yang pernah di coverlagunya sama Barefood, mereka bakal tampil spesial pada program Sound to Screen, pada minggu 15 November jam delapan malam, eksklusif hanya di www.richmusiconline.com!

Oleh: Reza Ilham

Related Articles

Back to top button