5 Band Emo Keren Ini Punya Nama yang Panjang Banget!

Ada banyak cara untuk membuat suatu band mudah dikenali oleh banyak orang. Dengan membuat artwork-nya memiliki ciri khas dengan tema tertentu, berdandan seunik mungkin ketika manggung, punya lagu yang bagus, atau bahkan sesederhana bikin nama band sepanjang mungkin, biar orang susah mengingatnya, namun tetap berkesan. Aneh memang, tapi ada loh band yang melakukan hal tersebut.

Ada suatu kebiasaan unik yang dijalankan oleh berbagai band yang aktif di scene emo, yaitu dengan memberi nama band-nya berupa kalimat. Iya, kalimat alias gabungan beberapa kata yang cukup panjang. Entah siapa yang memulai pertama kalinya, tapi kebiasaan tersebut banyak dijalankan oleh para musisi yang aktif pada beberapa generasi.

Berdasarkan fenomena tersebut, saya jadi tertarik nih untuk mencari 5 nama band emo dan turunannya yang cukup panjang dibandingkan dengan nama-nama band pada umumnya. Kalau kebanyakan band membuat namanya pada sekitar 1-3 kata aja, lain halnya dengan kelima band berikut ini. Tenang aja friend, band-band yang saya rekomendasikan kali ini bukan cuma nyeleneh secara nama, tapi lagu-lagu mereka juga wajib banget buat kamu dengerin.

Lumayan kan, selain dapat referensi yang mungkin bisa jadi inspirasi buat nama band kamu sendiri, kamu juga dapat referensi musik yang yahud. Penasaran ada band apa aja? Langsung aja, yuk!

Up Up Down Down Left Right Left Right B A Start

via chicagoreader.com

Buat kamu para gamer jadul, pastinya udah ngeh kalau nama band ini berasal dari sebuah cheat code paling terkenal sejagat gamers. Ya, Konami Code! Ada-ada aja memang. Tapi, nggak sesuai dengan referensi namanya, band ini nggak membawakan musik-musik game, tapi justu membawakan musik emo yang sendu nan melankolis. 180 derajat banget kan bedanya?

Sayangnya, band tersebut telah membubarkan diri setelah merilis sebuah album pada tahun 2007. Tapi tenang, salah satu dari personilnya, Evan Weiss, kini masih aktif di scene emo dengan bandnya, Pet Symmetry, Their / They’re / There, dan Into It. Over It.

The World Is A Beautiful Place & I Am No Longer Afraid To Die

via landofpretentious.wordpress.com

Band yang merupakan roster dari Epitaph Records ini bukan cuma punya nama band yang panjang, tapi personilnya juga bejibun. Keith Latinen, sang vokalis, menjelaskan bahwa nama ini telah dicetuskan oleh dirinya ketika masih dalam format solo project. Dia ingin nama yang terdengar “rumit dan artistik”, tapi pada akhirnya mengaku bahwa kalau dirinya tahu project musik ini akan menjadi format band, dia akan memberi nama yang lebih mudah untuk diingat.

The World Is A Beautiful Place & I Am No Longer Afraid To Die memainkan perpaduan antara musik emo dengan post-rock yang atmospheric. Selain instrumen musik yang umum, seperti drum, gitar, dan bass, mereka juga sering menambahkan elemen lain seperti, synthesizer dan terompet. Hal tersebut menjadikan musik mereka terdengar cukup unik. Jadi kalau denger lagu mereka, selain bisa menghayati liriknya yang kontemplatif, musiknya juga mendukung kamu buat angguk-angguk sedih gitu, friend.

iwrotehaikusaboutcannibalisminyouryearbook

via last.fm

Merupakan band screamo/skramz yang memiliki umur sangat singkat, yaitu hanya 3 tahun saja. Walaupun begitu, kuartet asal Amerika ini merupakan salah satu band penting di scene emo/screamo pada pertengahan tahun 2000an. Pasca bubar, para personil band ini kemudian terpecah menjadi beberapa band yang masih aktif hingga saat ini, yaitu Punch, …Who Calls So Loud, dan Beau Navire.

Pada keseluruhan discography-nya, iwrotehaikusaboutcannibalisminyouryearbook sama sekali tidak memberi judul pada lagu-lagunya. Mereka hanya memberi angka sebagai judul dari setiap lagunya. Antara pemalas, atau gimmick yang disengaja kadang susah dibedainnya. Hadeh. Buat kamu yang baru mau coba mengeksplorasi musik screamo/skramz, maka band ini merupakan salah satu referensi yang tepat buat kamu dengerin, friend.

empire! empire! (i was a lonely estate)

via npr.org

Band yang juga mengelola sebuah record label bernama Count Your Lucky Stars ini banyak disebut sebagai pemegang legacy dari band-band emo 90an seperti Mineral dan American Football. Tapi, sound yang mereka bawakan pada lagu-lagunya tidak sepenuhnya mereplikasi dari kedua band tersebut.

Suara dari Keith Latinen, sangatlah khas dan berkarakter. Walaupun beberapa orang mungkin nggak akan suka karena terdengar agak fals atau gimana. Kekuatan dari band ini menurut saya terdapat pada liriknya yang puitis lalu kemudian dikemas dengan musik yang terdengar dinamis. Buat kalian yang lagi pengen nangis, pastikan buat denger lagu-lagu mereka pas tengah malem, dijamin bakalan tersedu sedan.

Selain penulisan namanya yang cukup unik dan lumayan panjang, judul dari beberapa lagunya juga nggak kalah panjang, friend! Salah satu diantaranya adalah lagu ‘It’s So Much Darker When a Light Goes Out than It Would Have Been If It Had Never Shone’ yang punya 19 kata. Edan.

I Would Set Myself on Fire for You

via sophiesfloorboard.blogspot.com

Seperti The World Is…, band screamo/skramz ini juga menggunakan berbagai instrumen pada komposisi lagunya selain instrument standar, terutama biola dan selo, yang cukup menonjol dalam sound yang mereka bawakan. Tapi, I Would Set Myself on Fire for You juga menggunakan instumen lain seperti keyboard, perkusi, dan gitar akustik. Selain itu, mereka memiliki tiga orang vokalis. Lagu yang mereka bawakan, terdengar cukup riuh, dramatis, dan epik.

Bagi kalian penyuka band-band seperti Circle Takes The Square, City of Caterpillar, dan pg.99. Maka band ini layak banget buat masuk ke playlist kalian, friend!

Nah, itu dia kelima band emo yang punya nama lumayan panjang, kira-kira band mana nih yang jadi favorit kamu? Ciao!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button