4 Fanbase Band Pop-Punk Lokal yang Paling Militan!

Fans atau penggemar merupakan salah satu elemen penting dari perjalanan karir sebuah band. Baik itu yang dikelola secara baik dalam bentuk sebuah fanbase, ataupun yang tidak dikelola dan dibiarkan berjalan secara organik begitu saja. Satu hal yang pasti karena merekalah sebuah band dapat terus berkarya dan mendapat dukungan dalam berbagai bentuk. Mulai dari yang sekedar datang ke acara ketika si band main, saling interaksi dan apresiasi di media sosial, atau ngeborong berbagai merch yang dijual sama si band sebagai dukungan nyata terhadap band tersebut. Semuanya sah-sah aja dan layak dapat apresiasi.

Pada beberapa tahun terakhir, salah satu scene yang memiliki fanbase cukup loyal dan militan ada di scene pop-punk. Entah apa alasannya. Nah, pada tulisan kali ini saya ingin mencoba untuk merangkum beberapa fanbase khususnya di ranah pop-punk yang punya pendukung cukup militan. Pada beberapa kesempatan bahkan saya sempat jadi saksi mata sendiri bagaimana para fans yang ada di list ini rela mendatangi acara yang diisi oleh idolanya meskipun diadakan cukup jauh dari domisili aslinya.

Kira-kira ada fanbase apa aja ya yang saya maksud? Langsung dibaca aja, friend!

Kamtis Family – Endank Soekamti

Memulai karirnya sejak tahun 2001 silam tentunya membuat Endank Soekamti memiliki penggemar yang tersebar di berbagai daerah dan tentunya cukup militan. Tapi bukan karena itu aja friend, identitas musik dari Endank Soekamti yang membawakan musik pop-punk dengan lirik yang ringan dan menggelitik saya yakin jadi salah satu alasan kenapa para Kamtis Family memiliki anggota yang sangat banyak.

Pertama kali mengetahui nama dari fanbase Endank Soekamti tersebut jujur sempat membuat saya tergelitik karena namanya yang unik. Setelah saya cari tahu sana-sini, ternyata Kamtis itu merupakan singkatan dari ‘Kami Tidak Sendiri’. Sebuah kalimat sederhana yang bermakna cukup dalam sih, kalau menurut saya mah.

Party Dork – Pee Wee Gaskins

Saya jamin, kalau kamu udah mulai ngeh sama scene musik di era 2000an akhir, pasti setidaknya ada satu teman kamu yang berpakaian colorful bergambar monster yang ditambah dengan aksesoris berupa topi yang ditekuk. Hal tersebut merupakan ciri khas dari dandanan para Party Dork, fans dari Pee Wee Gaskins. Meskipun mungkin fanbase tersebut kini sudah tidak sebesar dulu pada masa kejayaannya. Bagi saya, kehadiran Party Dork menjadi fenomena tersendiri.

Layaknya kedua sisi mata uang, kehadiran Party Dork juga diiringi dengan kemunculan para APWG (Anti Pee Wee Gaskins). Tentunya dari namanya udah jelas kalau APWG itu bukan fans dari Pee Wee Gaskins dong friend, melainkan kebalikannya. Para alumni Party Dork yang aktif di era tersebut pastinya kini memiliki mental yang cukup kuat, mengingat banyaknya hujatan yang mereka terima dari para APWG baik secara langsung ataupun melalui internet. Salut.

RRF (Rocket Rock Friends) – Rocket Rockers

Rocket Rockers merupakan salah satu dari sekian banyak musisi yang memperlakukan para fans-nya tidak seperti seorang penggemar, melainkan seorang teman. Sehingga mereka dapat berinteraksi secara bebas dengan para personilnya, tanpa terasa adanya sekat yang berarti. Hal tersebutlah yang pada akhirnya menjadi alasan kenapa fanbase mereka pada akhirnya dinamakan Rocket Rock Friends (RRF).

Pada beberapa kesempatan Rocket Rockers juga sempat membuat beberapa inisiasi yang melibatkan para RRF, di antaranya membuat kumpul-kumpul RRF, membuat jambore, bahkan meminta saran mengenai salah satu judul lagu terbarunya. Semua hal itu dilakukan agar dapat terkoneksi secara langsung dengan para penggemarnya dan menghilangkan sekat yang ada. Keren banget kan, friend?

FOSHA (Family Of Stand Here Alone) – Stand Here Alone

Walaupun terbilang sebagai band muda, tapi Stand Here Alone nyatanya sudah memiliki fanbase yang cukup solid dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Fanbase bernama FOSHA (Family Of Stand Here Alone) tersebut sudah dapat dipastikan akan datang di manapun Stand Here Alone manggung. Entah itu acara dalah skala micro gigs ataupun besar, banner bertuliskan FOSHA [masukan nama kota di sini] pasti akan selalu terlihat di setiap kegiatan manggung trio pop-punk tersebut.

Ngomong-ngomong soal Stand Here Alone, saya punya info menarik nih buat para FOSHA. Malam ini Ocan dari Stand Here Alone bakalan beradu akting dengan para personil Rocket Rockers di program Thumb Band The Series Season 2, episode 1! Kira-kira Ocan bakalan berperan jadi apa ya? Pastinya kamu sebagai FOSHA nggak mau ketinggalan dong kesempatan buat liat Ocan di sitkom garapan Rich Music ini? Makanya, jangan lupa pantengin website www.richmusiconline.com malam ini, jam 20:00!

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button